
Bareksa - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) memutuskan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp103,3 per saham. Informasi ini penting bagi investor karena mencerminkan kemampuan perseroan menghasilkan laba dan menjaga distribusi keuntungan kepada pemegang saham. Berdasarkan keterbukaan informasi BEI tertanggal 19 Mei 2026.
Total nilai dividen yang dibagikan mencapai sekitar Rp1,4 triliun. Dengan harga saham SRTG di level Rp1.585 per saham pada penutupan perdagangan 19 Mei 2026, estimasi dividend yield mencapai sekitar 6,52%. Yield tersebut menarik di tengah koreksi harga saham SRTG sebesar 5,65% dalam sehari.
Perseroan mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp7,32 triliun hingga akhir 2025. Berdasarkan angka tersebut, estimasi payout ratio dividen berada di kisaran 19,1% dari laba bersih tahun berjalan. Rasio ini mencerminkan perseroan masih menjaga ruang ekspansi dan fleksibilitas modal. SRTG merupakan emiten sektor investasi dan pengelolaan portofolio.
Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 26 Mei 2026, sedangkan ex dividen berlangsung pada 29 Mei 2026. Investor yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada 2 Juni 2026 pukul 16.15 WIB berhak menerima dividen tunai.
Pembayaran dividen dijadwalkan pada 12 Juni 2026 melalui KSEI bagi investor yang menyimpan saham dalam penitipan kolektif. Perseroan juga menjelaskan dividen akan mengikuti ketentuan perpajakan yang berlaku untuk investor domestik maupun asing.
SRTG mencatat total ekuitas sebesar Rp58,89 triliun dan saldo laba ditahan sebesar Rp53,13 triliun hingga 31 Desember 2025. Fundamental tersebut berpotensi menjadi perhatian investor dalam mencermati kemampuan perseroan menjaga nilai investasi portofolio dan arus kas dividen ke depan.
Ringkasan Dividen SRTG Tahun Buku 2025
Keterangan | Nilai |
|---|---|
Dividen per saham | Rp103,3 |
Harga saham terakhir | Rp1.585 |
Estimasi dividend yield | 6,52% |
Total dividen | Rp1,4 triliun |
Laba bersih 2025 | Rp7,32 triliun |
Estimasi payout ratio | 19,1% |
Total ekuitas | Rp58,89 triliun |
Saldo laba ditahan | Rp53,13 triliun |
Sumber: SRTG, diolah
Jadwal Penting Dividen SRTG
Agenda | Tanggal |
|---|---|
Cum dividen pasar reguler & negosiasi | 26 Mei 2026 |
Ex dividen pasar reguler & negosiasi | 29 Mei 2026 |
Recording date | 2 Juni 2026 |
Cum dividen pasar tunai | 2 Juni 2026 |
Ex dividen pasar tunai | 3 Juni 2026 |
Pembayaran dividen | 12 Juni 2026 |
Sumber: SRTG, diolah
Pembagian dividen SRTG tahun buku 2025 mencerminkan kemampuan perseroan menjaga profitabilitas dan distribusi kas kepada pemegang saham. Dividend yield yang relatif tinggi dibanding harga saham saat ini.
Investor juga berpotensi mencermati strategi investasi dan monetisasi portofolio Saratoga dalam menjaga pertumbuhan laba ke depan. Jadwal cum dividen dan recording date menjadi faktor penting bagi investor yang ingin memperoleh hak dividen tahun ini.
1. Berapa dividen SRTG tahun buku 2025?
SRTG membagikan dividen tunai sebesar Rp103,3 per saham.
2. Berapa estimasi dividend yield SRTG?
Dengan harga saham Rp1.585, estimasi dividend yield mencapai sekitar 6,52%.
3. Kapan cum dividen SRTG?
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 26 Mei 2026.
4. Kapan pembayaran dividen dilakukan?
Pembayaran dividen dijadwalkan pada 12 Juni 2026.
5. Apa bisnis utama SRTG?
SRTG bergerak di sektor investasi dan pengelolaan portofolio.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.