Laba ASII Turun 16% di Q1 2026, Rekomendasi HOLD, Ini Target Harganya

Abdul Malik • 06 May 2026

an image
Menara Astra, kantor pusat PT Astra International Tbk (ASII). (dok Astra)

ASII catat laba turun 16% di Q1 2026 akibat tekanan HEMCE, analis pertahankan rekomendasi HOLD dengan target Rp6.400.

Bareksa - PT Astra International Tbk (ASII) mencatat laba bersih Rp5,9 triliun pada kuartal I-2026, turun 16% YoY. Informasi ini penting karena mencerminkan tekanan dari segmen komoditas terhadap kinerja grup. 

Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas (5/5), pendapatan ASII tercatat Rp78,7 triliun atau turun 6% YoY. Penurunan dipengaruhi kontribusi lemah dari segmen siklikal serta kenaikan beban non-recurring menjadi Rp964 miliar. Kondisi ini turut menekan laba secara keseluruhan.

Namun, laba inti hanya turun 8% YoY menjadi Rp6,8 triliun. Hal ini mencerminkan operasional dasar yang relatif stabil di tengah tekanan eksternal. EPS juga turun menjadi Rp146 atau -15% YoY. ASII merupakan emiten konglomerasi lintas sektor, di antaranya otomotif, jasa keuangan, hingga jasa pertambangan.

HEMCE Tekan Kinerja, Rekomendasi Tetap HOLD

Segmen HEMCE menjadi penekan utama dengan laba turun 79% YoY menjadi Rp408 miliar. Penurunan dipicu turunnya penjualan emas akibat penghentian sementara Martabe serta melemahnya penjualan alat berat. Kondisi ini mencerminkan sensitivitas terhadap siklus komoditas.

Di sisi lain, segmen lain mencatat pertumbuhan. Jasa keuangan naik 6% YoY menjadi Rp2,3 triliun dan otomotif tumbuh 4% YoY menjadi Rp2,4 triliun. Agribisnis dan infrastruktur juga meningkat masing-masing 35% dan 32%.

Analis mempertahankan rekomendasi HOLD untuk ASII dengan target harga Rp6.400. Kinerja jangka pendek dinilai masih tertekan, namun potensi pemulihan dapat didukung oleh restart Martabe dan kontribusi segmen non-komoditas.

Tabel Ringkasan Kinerja ASII Q1 2026

Indikator
Q1 2026
YoY

Pendapatan

Rp78,7 triliun

-6%

Laba Bersih

Rp5,9 triliun

-16%

Laba Inti

Rp6,8 triliun

-8%

EPS

Rp146

-15%

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

Tabel Kinerja Segmen

Segmen
Laba Bersih
YoY

HEMCE

Rp408 miliar

-79%

Jasa Keuangan

Rp2,3 triliun

6%

Otomotif

Rp2,4 triliun

4%

Agribisnis

Rp298 miliar

35%

Infrastruktur

Rp343 miliar

32%

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

Tabel Rekomendasi & Outlook

Indikator
Keterangan

Rekomendasi

HOLD

Target Harga

Rp6.400

Katalis Positif

Restart Martabe, segmen non-komoditas

Risiko

Tekanan komoditas, daya beli

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

Kesimpulan

Kinerja ASII mencerminkan tekanan dari segmen komoditas, khususnya HEMCE, yang menekan laba pada awal 2026. Hal ini menjadi perhatian pasar dalam jangka pendek. Namun, diversifikasi bisnis dan potensi pemulihan operasional dapat menopang kinerja ke depan. Rekomendasi HOLD mencerminkan posisi yang masih menunggu katalis lanjutan.

FAQ

1. Apa rekomendasi saham ASII saat ini?
HOLD dengan target harga Rp6.400.

2. Apa penyebab utama penurunan laba?
Tekanan dari segmen HEMCE.

3. Apakah ada katalis ke depan?
Restart tambang Martabe dan kinerja segmen lain.

4. Bagaimana prospek jangka pendek?
Masih berpotensi tertekan.

5. ASII bergerak di sektor apa?
Konglomerasi lintas sektor.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap. 

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.