Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: DSSA, RAJA & EXCL, IHSG Berpeluang Lanjut Naik

Abdul Malik • 10 Apr 2026

an image
Ilustrasi investor sedang memantau perkembangan pasar modal global dan IHSG, serta memilih saham unggulan sesuai rekomendasi stockpick Tim Analis Bareksa. (Shutterstock)

IHSG diprediksi lanjut menguat terbatas. Simak rekomendasi saham DSSA, RAJA, dan EXCL beserta target harga dan risikonya.

Bareksa - Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT. XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 10 April 2026. Secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatan terbatas. 

1. DSSA: Beli spekulatif di Rp2.690-3.080

Saham DSSA mencatat lonjakan signifikan dengan kenaikan 16,4% ke level Rp3.120 (9/4). Secara teknikal, pergerakan ini menunjukkan adanya dorongan kuat menuju area resistance.

Meski potensi kenaikan lanjutan masih terbuka, investor disarankan tidak terburu-buru masuk di harga atas. 

Rekomendasi: menunggu koreksi ke area Rp2.690–3.080 untuk masuk, dengan target harga ambil untung Rp3.280–3.370 dan stop rugi di Rp2.660.

2. RAJA: Beli spekutif di Rp3.670-4.190

Saham RAJA sedikit melemah 0,24% ke Rp4.240 (9/4), namun secara teknikal mulai menunjukkan tanda-tanda rebound dari area bawah.

Jika momentum berlanjut, saham ini berpotensi menguji resistance di kisaran Rp4.460–4.580 untuk target harga ambil untung. 

Rekomendasi: karena posisi harga sudah cukup tinggi, strategi terbaik adalah menunggu pullback ke area Rp3.670–4.190 untuk harga masuk, dengan stop loss di Rp3.630.

3. EXCL: Beli spekulatif di Rp2.840-3.050

EXCL terkoreksi tipis 0,96% ke Rp3.090 (9/4) setelah sebelumnya mengalami kenaikan. Saat ini, saham berada dalam fase konsolidasi yang sehat. Peluang kenaikan masih terbuka selama harga bertahan di area support. 

Rekomendasi: investor dapat mempertimbangkan akumulasi di Rp2.840–3.050, dengan target harga ambil untung Rp3.250–3.340 dan stop loss di Rp2.820.

Highlight Pasar

Grafik Pergerakan IHSG

Sumber: Ciptadana Sekuritas

IHSG naik 0,39% ke level 7.308, meski investor asing masih mencatat jual bersih (net sell) sekitar Rp1,7 triliun pada Kamis (9/4). Kenaikan ini menunjukkan pasar tetap cukup kuat di tengah tekanan jual dari asing.

Penguatan indeks terutama ditopang oleh sektor consumer cyclical yang naik 1,99%, energi dan infrastruktur masing-masing 1,82%, diikuti basic materials, teknologi, serta transportasi dan logistik yang juga mencatat kenaikan tipis. Saham yang paling mendorong kenaikan IHSG antara lain DSSA, BREN, dan TPIA yang naik signifikan.

Di sisi lain, rupiah melemah 75 poin ke Rp17.085 per dolar AS. Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 7.192 sebagai support hingga 7.436 sebagai resistance, dengan peluang indeks ditutup di level yang lebih tinggi.

Kesimpulan:

IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan terbatas meski ada tekanan jual asing. DSSA, RAJA, dan EXCL menarik untuk trading jangka pendek, namun tetap disarankan masuk saat koreksi dan disiplin pada batas risiko.

FAQ

1. Apakah IHSG masih bisa naik?
Masih berpotensi naik terbatas selama bertahan di atas support.

2. Saham mana yang menarik hari ini?
DSSA, RAJA, dan EXCL untuk trading jangka pendek.

3. Kapan waktu terbaik untuk beli?
Saat harga koreksi (buy on weakness), bukan saat sudah tinggi.

4. Apa risiko utama saat ini?
Tekanan jual asing dan potensi koreksi jangka pendek.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Christian Halim/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.