Rekomendasi Saham Hari Ini: SMGR, TPIA, WIFI & WIRG, IHSG Lanjut Rebound?

Abdul Malik • 02 Apr 2026

an image
Ilustrasi logo Chandra Asri Pacific Tbk atau TPIA. (Shutterstock)

IHSG berpeluang rebound terbatas. Simak rekomendasi saham SMGR, TPIA, WIFI, dan WIRG lengkap dengan level beli, target, dan risikonya.

Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dan PT Wir Asia Tbk (WIRG) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 2 April 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bisa lanjut rebound, namun masih rawan tekanan. 

1. SMGR: Peluang Rebound dari Area Support

Saham SMGR bergerak sideways (1/4) setelah gagal menembus resistance Rp3.200–3.260. Saat ini harga berada di area support kuat Rp2.380–2.450 yang sudah beberapa kali diuji.

Selama bertahan di atas Rp2.380, SMGR berpotensi rebound ke kisaran Rp2.600–2.800.

Strategi: beli spekulatif saham SMGR jika breakout Rp2.510, stop loss Rp2.540, target ambil untung di Rp3.630.

2. TPIA: Uji Support, Siap Memantul?

Saham TPIA terkoreksi 3,58% (1/4) dan kini berada dekat support Rp4.500–4.600. Indikator stochastic sudah oversold, membuka peluang rebound jangka pendek.

Jika terjadi pantulan, harga berpotensi menuju Rp5.000–5.200.

Strategi: Buy on weakness di Rp4.510, stop loss di Rp4.450, target ambil untung di Rp4.920.

3. WIFI: Mulai Rebound Setelah Tekanan Panjang

Saham WIFI menunjukkan tanda pemulihan (1/4) setelah turun cukup lama. Harga memantul dari support Rp1.900–2.000 dan mulai stabil.

Dengan indikator yang mulai menguat, saham ini berpotensi menuju resistance Rp2.300–2.600.

Strategi: Speculative buy di Rp2.260, stop loss di Rp2.180, target profit di Rp2.450.

4. WIRG: Sinyal Awal Kebangkitan

Saham WIRG naik 6,58% (1/4) dan mulai menunjukkan sinyal rebound. Harga memantul dari support Rp70–75 dan kini mendekati resistance Rp90–100.

Kenaikan indikator momentum menunjukkan minat beli mulai meningkat.

Strategi: Buy on weakness di Rp79, stop loss di Rp76, target ambil untung di Rp90.

Highlight Pasar

Grafik Pergerakan IHSG

Sumber: Ciptadana Sekuritas

IHSG menguat 1,93% ke level 7.184 (1/4), memberi harapan adanya rebound jangka pendek. Namun, secara teknikal, tren besar masih dalam fase koreksi sehingga peluang kenaikan dinilai masih terbatas.

Penguatan indeks didorong sektor industri, konsumer siklikal, bahan baku, dan infrastruktur. Sementara itu, saham seperti IMPC, TLKM, dan BREN menjadi motor penggerak utama. Di sisi lain, investor asing masih mencatatkan net sell Rp166 miliar, menandakan sentimen pasar belum sepenuhnya kuat.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 7.071–7.251. Selama belum mampu menembus area 7.400–7.500, tren utama masih cenderung bearish meski ada peluang rebound terbatas dari area support 6.900–7.000.

Kesimpulan

IHSG berpeluang melanjutkan rebound dalam jangka pendek, namun masih dibayangi tren turun selama belum menembus area 7.500. Beberapa saham seperti SMGR, TPIA, WIFI, dan WIRG menunjukkan peluang teknikal menarik, tetapi tetap perlu disiplin pada level support dan stop loss untuk mengelola risiko.

FAQ 

1. Apa arti rebound dalam saham?
Rebound adalah kondisi ketika harga saham atau indeks naik kembali setelah sebelumnya mengalami penurunan.

2. Apa itu support dan resistance?
Support adalah batas bawah harga yang cenderung menahan penurunan, sedangkan resistance adalah batas atas yang menahan kenaikan.

3. Kenapa harus pakai stop loss?
Stop loss digunakan untuk membatasi kerugian jika harga bergerak tidak sesuai prediksi.

4. Apa itu indikator stochastic?
Stochastic adalah indikator teknikal untuk melihat kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold).

5. Apakah saham rebound pasti naik terus?
Tidak. Rebound bisa bersifat sementara jika tren utama masih turun.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(AM)

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.