Laba ANTM Rp7,2 T Naik 98%, Tapi Masih di Bawah Target: Sinyal Kuat atau Mulai Melemah?

Abdul Malik • 02 Apr 2026

an image
Gedung kantor PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau ANTAM di Jakarta. (Shutterstock)

ANTM catat laba Rp7,2 triliun di 2025 naik 98%, namun belum capai ekspektasi. Simak detail kinerjanya.

Bareksa - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025.

  • Pendapatan: Rp84,6 triliun (naik 22% YoY)

  • EBITDA: Rp9,6 triliun (naik 111% YoY)

  • Laba bersih (PATMI): Rp7,2 triliun (naik 98% YoY)

Namun, menurut riset Ciptadana Sekuritas Asia (2/4), realisasi tersebut masih berada di bawah ekspektasi pasar:

  • Pendapatan & EBITDA baru mencapai 88% dari konsensus

  • Laba bersih mencapai 94% dari konsensus

Artinya, meski mencatat pertumbuhan tinggi, hasilnya belum memenuhi harapan pasar.

Kuartal IV: Kinerja Melemah di Akhir Tahun

Perlambatan terlihat pada kinerja kuartal IV 2025:

  • Pendapatan: Rp12,6 triliun (-51% YoY, -3% QoQ)

  • EBITDA: Rp811 miliar (-45% YoY, -61% QoQ)

  • Laba bersih: Rp1,2 triliun (-15% YoY, -3% QoQ)

Kondisi ini menunjukkan adanya pelemahan kinerja pada periode akhir tahun.

Faktor Penopang Kinerja

Beberapa faktor yang mendukung kinerja ANTM:

  • Harga emas dan perak yang menguat

  • Margin meningkat → GPM 16,2% (2024: 9,4%)

  • Tambahan pendapatan non-operasional sebesar Rp787 miliar (naik 291% YoY)

Namun demikian, secara volume produksi terdapat penurunan:

  • Produksi emas turun 27% YoY

  • Produksi perak turun 28% YoY

Pertumbuhan dari Segmen Nikel dan Bauksit

Di sisi lain, segmen lain menunjukkan pertumbuhan signifikan:

  • Produksi nikel naik 62% YoY

  • Produksi bauksit naik 112% YoY

Ringkasan Kinerja ANTM

Secara keseluruhan:

  • Pendapatan 2025: Rp84,6 triliun (naik 22% YoY) → 88% konsensus

  • EBITDA 2025: Rp9,6 triliun (naik 111% YoY) → 88% konsensus

  • Laba bersih 2025: Rp7,2 triliun (naik 98% YoY) → 94% konsensus

Kinerja kuartal IV:

  • Pendapatan: Rp12,6 triliun (-51% YoY)

  • EBITDA: Rp811 miliar (-45% YoY)

  • Laba bersih: Rp1,2 triliun (-15% YoY)

Operasional:

  • Emas: -27% YoY

  • Perak: -28% YoY

  • Nikel: naik 62% YoY

  • Bauksit: naik 112% YoY

Margin meningkat menjadi 16,2%, dengan dukungan biaya produksi yang relatif stabil, serta tambahan pendapatan non-operasional sebesar Rp787 miliar.

Kesimpulan

ANTM mencatat pertumbuhan kinerja tahunan yang kuat dengan laba bersih mencapai Rp7,2 triliun, namun realisasinya masih di bawah ekspektasi pasar, serta menunjukkan perlambatan pada kinerja kuartal IV.

FAQ

1. Apa arti di bawah konsensus?
Kinerja lebih rendah dari rata-rata ekspektasi analis.

2. Kenapa kuartal IV penting?
Karena mencerminkan momentum terbaru perusahaan.

3. Apa faktor utama yang mempengaruhi kinerja ANTM?
Harga komoditas dan volume produksi.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(AM)

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.