Rekomendasi Saham Hari Ini ADRO, MEDC, PGAS & SMGR, IHSG Diprediksi Positif

Abdul Malik • 11 Mar 2026

an image
Suasana kegiatan ekplorasi minyak bumi yang dilakukan PT Saka Energi Indonesia di Blok Pangkah, Gresik, Jawa Timur, Jumat (31/8). PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). ANTARA FOTO/Moch Asim

Rekomendasi saham hari ini dari Ciptadana: ADRO, MEDC, PGAS, dan SMGR untuk trading jangka pendek. IHSG diprediksi bergerak positif dengan peluang rebound pada beberapa saham energi dan semen.

Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 11 Maret 2026. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak positif. 

1. ADRO: Berpeluang Rebound

Saham ADRO naik 1,28% dan ditutup di Rp2.380 (10/3). Sebelumnya, ADRO sempat menguji area resistance di Rp2.530 dan saat ini bergerak konsolidasi di kisaran Rp2.280–2.380. Kondisi ini menunjukkan koreksi yang sehat dalam tren naik yang masih berlangsung.

Selama harga tetap bertahan di atas area support Rp2.280, struktur tren naik masih terjaga dan saham ini masih memiliki peluang untuk menguji kembali resistance di kisaran Rp2.500–2.530.

Rekomendasi: speculative buy ADRO di Rp2.380, stop loss Rp2.300 dan target profit Rp2.500.

2. MEDC: Berpeluang Rebound

Saham MEDC naik 1,72% dan ditutup di Rp1.725 (10/3). Saat ini MEDC masih berada dalam tren naik jangka menengah, setelah sebelumnya membentuk area dasar yang kuat di kisaran Rp1.100–1.290 dan berhasil menembus beberapa level resistance.

Kenaikan harga semakin cepat pada awal 2026, sehingga harga sempat mencapai puncak terbaru di sekitar Rp1.995, yang menjadi area resistance penting.

Setelah kenaikan tajam tersebut, saat ini saham sedang mengalami koreksi menuju area support Rp1.725–1.750, yang sebelumnya merupakan level breakout. Koreksi ini terlihat normal dalam tren naik yang lebih besar.

Rekomendasi: speculative buy di Rp1.725, stop loss Rp1.590, target profit di Rp1.895. 

3. PGAS: Sedang Menguji Level Support

Saham PGAS turun 3,9% dan ditutup di Rp1.970 (10/3). Saat ini area Rp1.845–1.800 menjadi zona support penting.

Selama harga masih bertahan di atas kisaran tersebut, tren naik yang lebih besar masih dianggap tetap terjaga, dan saham berpotensi menstabilkan diri sebelum mencoba naik kembali.

Di sisi atas, area Rp2.200–2.300 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus kembali agar momentum kenaikan bisa pulih.

Indikator stochastic saat ini turun menuju area oversold, yang menunjukkan tekanan jual jangka pendek masih cukup kuat, namun juga membuka peluang rebound teknikal jika tekanan jual mulai mereda.

Rekomendasi: buy on weakness di Rp1.890, stop loss di Rp1.790 dan target profit Rp2.100

4. SMGR: Berpeluang Rebound

Saham SMGR naik 5,16% dan ditutup di Rp2.650 (10/3). Saat ini SMGR sedang bergerak sideways (mendatar/konsolidasi) setelah sebelumnya sempat mencoba naik hingga puncak sekitar Rp3.260.

Namun saham ini tidak mampu bertahan di atas resistance 2.860, sehingga memicu koreksi tajam hingga area support Rp2.450.

Baru-baru ini harga memantul dari area Rp2.450, yang menunjukkan bahwa pembeli mulai mempertahankan area support tersebut.

Rekomendasi: speculative buy di Rp2.650, stop loss di Rp2.510 dan target profit di Rp2.860. 

Highlight Pasar

Grafik Pergerakan IHSG

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

HSG naik 1,41% ke level 7.441, didorong oleh kenaikan di hampir semua sektor, meskipun investor asing masih mencatat net sell Rp2,6 triliun (10/3/2026).

Sektor yang naik paling kuat adalah:

  • Basic Materials 4,42%
  • Industrials 2,86%
  • Consumer Cyclicals 2,58%

Sementara itu, sektor Teknologi menjadi satu-satunya sektor yang melemah tipis 0,04%.

Beberapa saham yang paling mendorong pergerakan indeks antara lain:

  • BRMS naik 13,25% ke Rp855
  • BBCA naik 1,45% ke Rp6.975
  • BMRI naik 1,87% ke Rp4.910

Di sisi lain, rupiah menguat 84 poin ke Rp16.861 per dolar AS.

Secara teknikal, IHSG diprediksi akan bergerak di kisaran 7.370 (support) hingga 7.585 (resistance), dengan kemungkinan bergerak konsolidasi namun masih berada di area positif hari ini (11/3/2026).

Kesimpulan 

IHSG diperkirakan bergerak positif dengan peluang trading jangka pendek pada beberapa saham pilihan. ADRO dan MEDC dinilai masih berada dalam tren naik dengan peluang rebound setelah koreksi sehat. PGAS sedang menguji area support penting yang membuka peluang technical rebound, sementara SMGR berpotensi melanjutkan pemantulan setelah bertahan di area support. Investor dapat mempertimbangkan strategi speculative buy dengan disiplin pada level stop loss.

FAQ 

1. Apa itu speculative buy dalam trading saham?
Speculative buy adalah strategi membeli saham dengan potensi kenaikan jangka pendek, biasanya berdasarkan analisis teknikal, dengan risiko yang relatif lebih tinggi.

2. Mengapa level stop loss penting dalam trading saham?
Stop loss digunakan untuk membatasi potensi kerugian jika harga saham bergerak berlawanan dengan prediksi.

3. Apa yang dimaksud dengan support dan resistance?
Support adalah level harga yang berpotensi menahan penurunan, sedangkan resistance adalah level harga yang berpotensi menahan kenaikan saham.

4. Mengapa saham bisa rebound setelah turun?
Rebound biasanya terjadi ketika tekanan jual mulai mereda dan pembeli kembali masuk di area harga yang dianggap menarik.

5. Apakah rekomendasi trading cocok untuk investor jangka panjang?
Tidak selalu. Rekomendasi trading umumnya ditujukan untuk strategi jangka pendek dan memerlukan pemantauan harga secara aktif.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(AM)

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.