
Bareksa - Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) sebagai saham pilihan untuk trading hari ini (22/10). Rencana pemerintah memperpanjang insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) hingga 2027 dan penurunan suku bunga acuan dinilai jadin sentimen positif bagi sektor properti.
Harga saham SSIA naik 0,28% jadi Rp1.820 (21/10). Saham emiten properti dan pengelola kawasan industri ini direkomendasikan beli untuk trading dengan harga masuk di rentang Rp1.780-1.820, target harga ambil untung di Rp1.860 dan Rp1.900, serta stop rugi di Rp1.730.
Harga saham naik 1,65% jadi Rp370 (21/10). Saham pengembang real estate ini direkomendasikan beli untuk trading dengan harga masuk di rentang Rp360-368, target harga ambil untung di Rp380 dan Rp386, serta stop rugi di Rp350.
Stock Pick (Rp) | SSIA | PWON |
|---|---|---|
Last Price | 1.820 | 370 |
Recommendation | Trading Buy | Trading Buy |
Entry Range | 1.820 | 368. |
1.780 | 360 | |
Target Price (TP) 1 | 1.860 | 380 |
Target Price (TP) 2 | 1.900 | 386 |
Stop Loss | 1.730 | 350 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, last price per 21/10/2025
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,84% ke level 8.238 (21/10), didorong oleh arus masuk asing yang kuat Rp1,3 triliun, serta penguatan sektor siklikal dan infrastruktur. Menurut riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (22/10), tiga sektor saham jadi penopang utama kenaikan adalah transportasi & logistik yang naik 3,82%, properti & real estat (3,51%), dan infrastruktur (3,46%).
Sementara sektor yang melemah yaitu teknologi minus 1,35% dan barang konsumsi non-siklikal (–0,87%). Saham penggerak utama indeks antara lain BBCA yang naik 7,62% ke Rp8.475, TLKM (11,56% ke Rp3.280), dan BBRI (2,17% ke Rp3.760). Nilai tukar rupiah melemah tipis 15 poin ke Rp16.590 per dolar AS.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 8.148 (support) – 8.288 (resistance), dengan potensi tetap berada di zona positif hari ini (22/10).
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Christian Halim/AM)
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.