Penjualan Sritex (SRIL) di 2023 Merosot Jadi US$325,08 Juta, Rugi Bersih Menyusut

Abdul Malik • 27 May 2024

an image
Buruh memproduksi tekstil di Pabrik Sritex, Sukoarjo (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Rugi neto tahun berjalan SRIL pada 2023 turun 55,7% menjadi US$174,84 juta atau setara Rp2,79 triliun

Bareksa.com - PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) meraih penjualan neto US325,08 juta atau setara Rp5,2 triliun hingga periode 31 Desember 2023, merosot 38% dari US$524,56 juta di 2022. Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, beban pokok penjualan turun menjadi US$401,67 juta dari sebelumnya US$791,08 juta dan rugi bruto turun menjadi US$76,59 juta dari sebelumnya US$266,52 juta.

Sedangkan rugi dari operasi turun menjadi US$131,08 juta dari ssebelumnya US$274,81 juta. Rugi sebelum pajak penghasilan turun menjadi US$151,01 juta dari sebelumnya US$296,48 juta. Rugi neto tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk SRIL pada 2023 turun 55,7% menjadi US$174,84 juta atau setara Rp2,79 triliun, dari sebelumnya US$395,56 juta di 2022.

Total liabilitas SRIL mencapai US$1,60 miliar hingga periode 31 Desember 2023, naik dari US$1,54 miliar di 2022. Sementara total aset tercatat US$648,98 juta hingga periode 31 Desember 2023, turun dari US$764,55 juta di 2022.

Beli Saham di Sini

(IQPlus/14745628/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store​
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.