Pendapatan Bayan Resources (BYAN) di Kuartal I 2024 Merosot Jadi US$769,12 Juta

Abdul Malik • 07 May 2024

an image
Liustrasi investor memantau kinerja Keuangan atau laba rugi emiten. (Shutterstock)

Laba bersih BYAN turun 49% menjadi US$210,64 juta atau setara Rp3,36 triliun

Bareksa.com - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) meraih pendapatan US$769,12 juta atau setara Rp12,3 triliun (kurs Rp15.996 per dolar Amerika Serikat) pada kuartal I 2024. Pendapatan perusahaan di bidang pertambangan open cut dengan empat proyek besar di Kalimantan Timur dan Selatan itu turun 23,1% dari periode yang sama tahun lalu US$1,04. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban pokok pendapatan naik tipis menjadi US$456,97 juta, dari sebelumnya US$456,67 juta. Laba bruto BYAN turun menjadi US$312,15 juta pada triwulan I 2024, atau merosot 47% dari US$592,34 juta di triwulan I 2023.

Sedangkan laba sebelum pajak turun menjadi US$274,32 juta, dari sebelumnya US$573,56 juta. Laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk atau laba bersih BYAN turun menjadi US$210,64 juta atau setara Rp3,36 triliun pada kuartal I 2024, anjlok 49% dari sebelumnya US$418,91 juta di periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah liabilitas BYAN mencapai US$657,62 juta hingga periode 31 Maret 2024, turun dari US$1,46 miliar hingga periode 31 Desember 2023. Sementara jumlah aset mencapai US$2,85 miliar hingga periode 31 Maret 2024, turun dari US$3,44 miliar hingga periode 31 Desember 2023.

Beli Saham di Sini

(IQPlus/12727144/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store​
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

D​ISCLAIMER​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.