Sama-sama High Risk High Return, Ini 6 Perbedaan Investasi Saham dan Reksadana Saham

Abdul Malik • 16 Oct 2023

an image
Ilustrasi investor agresif yang memilih reksadana saham sekaligus investasi saham langsung. (Shutterstock)

Pastikan instrumen investasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi

Bareksa.com - Ingin investasi saham, tapi masih bingung sebaiknya lewat reksadana saham atau beli saham langsung? Walau sama-sama produk pasar modal, terdapat perbedaan antara membeli saham secara langsung dan membeli reksadana saham.

Baik saham atau reksadana saham, sama-sama sebagai produk investasi risiko tinggi dan potensi imbal hasilnya juga tinggi. Instrumen investasi direkomendasikan bagi investor dengan profil risiko agresif dan sangat sensitif terhadap gejolak pasar modal.

Sama-sama miliki karakter high risk high return, kira-kira apa berapa perbedaan antara investasi saham dengan reksadana saham? 

Beli Reksadana di Sini

Malansir laman Danareksa dan Syailendra, berikut 6 perbedaan investasi saham dan reksadana saham:

1. Pengelola Dana

Saham
Dalam investasi saham, dana dikelola langsung oleh investor. Tapi Kamu bisa meminta nasihat dari pialang untuk bermain saham. Karena dana dikelola secara mandiri, maka sebaiknya Kamu menyiapkan waktu untuk memantau pergerakan saham. Kamu juga harus paham betul teknik trading saham agar untung yang diraih bisa optimal.

Reksadana
Dana investasi dikelola oleh manajer investasi profesional. Kamu hanya perlu memantau bagaimana manajer investasi mengelola portfolio secara bijaksana, dengan melihat laporan fund fact sheet bulanan.

2. Tingkat Risiko

Saham
Tingkat risiko berinvestasi saham memang lebih tinggi dibandingkan reksadana, terlebih bagi investor pemula. Salah satu alasannya, karena semua keputusan investasi ada di tangan Kamu sendiri, misalnya kapan waktu yang tepat untuk jual atau beli saham.

Reksadana
Tingkat risiko reksadana lebih rendah dibanding investasi saham langsung karena dana Kamu dikelola oleh manajer investasi yang memang sudah berpengalaman dalam mengelola investasi. Jadi, Kamu tidak perlu khawatir, apalagi jika Kamu masih pemula.

3. Potensi Return

Saham
Karena dana dikelola sendiri, maka Kamu tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar fee agen pengelola. Kamu umumnya hanya perlu membayar fee untuk online trading dan biasanya sekitar 0,1% hingga 0,3% tiap transaksi. Selain itu, investasi saham langsung juga berpotensi mendapatkan return lebih tinggi, karena Kamu bisa menentukan sendiri ingin berinvestasi di mana. Tapi dengan catatan, Kamu sudah mengerti bagaimana berinvestasi di pasar saham.

Reksadana
Reksadana dikelola oleh manajer investasi. Karena hal itulah Kamu akan dikenakan fee untuk agen pengelola tersebut (management fee). Selain itu, biasanya Kamu juga akan dikenakan potongan, setiap akan melakukan penarikan dana.

4. Minimum Investasi

Saham
Jika ingin berinvestasi saham, setiap pembelian suatu saham mengharuskan nasabah untuk membeli minimal 1 lot (100 lembar saham). Saat ini, investasi saham tidak lagi membutuhkan dana besar karena bermodal Rp100.000, bahkan kurang juga sudah bisa membeli 1 lot saham.

Reksadana
Dengan reksadana, Kamu bisa memulai berinvestasi dengan nominal minimal Rp10.000, karena manajer investasi akan mengumpulkan uang dari banyak investor untuk digabungkan sehingga bisa membeli saham bersama-sama.

Beli Reksadana di Sini

5. Pajak

Saham
Untuk investasi saham, Kamu akan dikenakan pajak final 0,1% dari nilai penjualan saham yang sudah termasuk dalam biaya penjualan. Selain itu, Kamu juga akan dikenakan pajak final 10%, jika Kamu mendapatkan dividen dari perusahaan.

Reksadana
Reksadana adalah salah satu produk investasi yang tidak dikenakan pajak. Meski begitu, Kamu tetap harus melaporkan keuntungan dari reksadana ke dalam laporan SPT Tahunan.

6. Proses Pencairan Dana Investasi

Saham
Karena Kamu mengelola langsung investasi saham, atau tidak melalui pihak ketiga, maka umumnya saat pencairan dana tidak akan membutuhkan waktu lama sampai dana masuk ke rekening. Proses penyelesaian transaksi saham di Bursa adala T+2, yaitu dua hari kerja Bursa setelah transaksi.

Reksadana
Untuk reksadana proses dana masuk ke rekening akan membutuhkan waktu karena Kamu menggunakan agen pengelola atau manajer investasi. Ada produk reksadana yang pencairannya hanya butuh 1 hari kerja, tetapi secara peraturan paling lama 7 hari kerja Bursa.

Dengan mengetahui perbedaan antara investasi di saham dengan reksadana saham, maka Kamu semakin mengerti mana yang sesuai dengan kebutuhan dan target investasimu. Yang penting, pastikan instrumen investasi yang Kamu pilih sesuai profil risiko, dan pastikan berinvestasi menggunakan uang dingin.

Beli Reksadana di Sini

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Saham adalah instrumen investasi yang memiliki risiko kerugian. Artikel ini bertujuan untuk berbagi informasi seputar pasar dengan analisa untuk meminimalisir risiko. Setiap keputusan transaksi beli jual saham ada di tangan investor.