
Bareksa – PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia) meraih peringkat idMIA-1 (Superior), kategori tertinggi dalam penilaian manajer investasi oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Tiga reksadana kelolaannya juga memperoleh peringkat kualitas kredit idAAA(f), berdasarkan siaran pers perusahaan, Rabu (21/10/2026).
Ketiga produk tersebut adalah Batavia Dana Kas Maxima, Batavia Dana Obligasi Ultima, dan Batavia Obligasi Negara Indonesia. Batavia menyatakan menjadi manajer investasi pertama di Indonesia yang menjalani pemeringkatan manajer investasi dan reksadana sesuai POJK Nomor 15 Tahun 2025.
Pefindo memberikan peringkat kualitas kredit tertinggi kepada ketiga reksadana yang diikutsertakan dalam penilaian. Namun, masing-masing produk memiliki jenis investasi dan tingkat volatilitas berbeda.
Reksadana | Jenis | Peringkat Pefindo | Data Produk |
|---|---|---|---|
Batavia Dana Kas Maxima | Pasar uang | idAAA(f) | AUM Rp13,4 triliun |
Batavia Dana Obligasi Ultima | Pendapatan tetap | idAAA(f)/S2 | Return 3 tahun 11,61% |
Batavia Obligasi Negara Indonesia | Pendapatan tetap | idAAA(f)/S3 | Return 3 tahun 12,65% |
Sumber: Batavia dan Pefindo, return per akhir September 2026
Batavia Dana Kas Maxima berinvestasi pada instrumen pasar uang dan surat utang berjangka pendek. Sementara itu, Batavia Dana Obligasi Ultima berinvestasi pada obligasi pemerintah dan korporasi, sedangkan Batavia Obligasi Negara Indonesia berfokus pada surat utang pemerintah.
Klasifikasi S2 menunjukkan volatilitas rendah hingga moderat, sementara S3 menunjukkan volatilitas moderat. Peringkat idAAA(f) mencerminkan kualitas kredit portofolio, bukan jaminan keuntungan atau perlindungan dari seluruh risiko kerugian. Nilai aktiva bersih (NAB) reksadana tetap dapat berubah mengikuti kondisi pasar.
Di tengah penurunan dana kelolaan industri reksadana, Batavia mencatat pertumbuhan aset kelolaan sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Total assets under management (AUM) Batavia mencapai Rp56,4 triliun per September 2026, meningkat 14,3% dibandingkan akhir 2025.
Khusus AUM reksadana, nilainya naik 23,9% menjadi Rp47,4 triliun. Sebaliknya, dana kelolaan industri reksadana turun 5,6% pada periode yang sama.
Indikator | Akhir 2025 | September 2026 | Perubahan |
Total AUM Batavia | ±Rp49,3 triliun | Rp56,4 triliun | +14,3% |
AUM reksadana Batavia | Rp38,3 triliun | Rp47,4 triliun | +23,9% |
AUM industri reksadana | Rp679,2 triliun | Rp641,1 triliun | -5,6% |
Sumber: Batavia
Presiden Direktur Batavia Lilis Setiadi mengatakan penilaian independen menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterbukaan informasi kepada investor. "Kepercayaan investor dibangun melalui transparansi," ujar Lilis.
Menurutnya, penilaian Pefindo diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang lebih objektif sebelum mengambil keputusan investasi.
Selain mengembangkan bisnis reksadana, Batavia melaporkan telah menerbitkan delapan reksadana baru dan satu kontrak pengelolaan dana nasabah individual sepanjang 2026.
Perusahaan juga mengembangkan ETF emas serta telah memperoleh izin OJK untuk mendirikan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) pada 15 September 2026. Menurut Batavia, DPLK tersebut kini telah beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Peringkat idMIA-1 untuk Batavia dan idAAA(f) bagi tiga reksadana kelolaannya memberikan informasi tambahan mengenai kualitas pengelolaan investasi dan risiko kredit portofolio. Pertumbuhan AUM menjadi Rp56,4 triliun juga menunjukkan perkembangan bisnis perusahaan di tengah penurunan dana kelolaan industri. Namun, bagi investor, peringkat tinggi bukan berarti reksadana bebas risiko. Pemilihan produk tetap perlu mempertimbangkan kinerja, volatilitas, komposisi aset, biaya, dan kesesuaian dengan tujuan investasi.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
DISCLAIMER
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Peringkat tertinggi dalam penilaian kemampuan dan kualitas pengelolaan perusahaan manajer investasi.
Tidak. Peringkat tersebut berkaitan dengan kualitas kredit portofolio, bukan jaminan keuntungan atau kestabilan NAB.
Rp56,4 triliun per akhir September 2026, tumbuh 14,3% dibandingkan akhir 2025.