
Bareksa – Perdagangan lima Exchange Traded Fund (ETF) emas memasuki hari ketiga dengan dinamika yang semakin menarik. Data terbaru menunjukkan harga pasar beberapa ETF mulai bergerak mendekati Nilai Aktiva Bersih atau NAV, tetapi jaraknya masih cukup lebar pada sebagian produk.
Berdasarkan data Bareksa dan Bursa Efek Indonesia (BEI) per 12 Agustus 2026, XSGO ditutup Rp1.294 dengan NAV Rp1.032, sedangkan XMES ditutup Rp896 dengan NAV Rp766. Secara snapshot, harga XSGO masih sekitar 25,4% di atas NAV, sedangkan XMES sekitar 17%l di atas NAV.
Sehari sebelumnya, jaraknya masing-masing sekitar 28,9% dan 22,2%. Artinya, gap harga pasar terhadap NAV mulai menyempit, meski belum sepenuhnya kembali dekat dengan nilai aset bersih.
Ini memperkuat pelajaran penting bagi investor ETF emas yakni emas menjadi aset dasarnya, tetapi harga yang benar-benar dibayar investor ditentukan di pasar. Karena itu, harga ETF dapat bergerak jauh lebih cepat daripada NAV.
Harga Terbaru 5 ETF Emas per 12 Agustus 2026
Kode | ETF Emas | Manajer Investasi | Dealer Partisipan* | Harga Awal | Harga 12/8 |
XMES | Mandiri ETF Emas | Mandiri Manajemen Investasi | Mandiri Sekuritas | Rp757 | Rp896 |
XTRA | Trimegah Syariah ETF Emas | Trimegah Asset Management | Trimegah Sekuritas** | Rp248 | Rp263 |
XSGO | Syailendra ETF Sharia Gold | Syailendra Capital | Mirae Asset Sekuritas Indonesia | Rp1.000 | Rp1.294 |
XDES | BRI MI Gold ETF Syariah | BRI Manajemen Investasi | Mandiri Sekuritas | Rp1.000 | Rp1.020 |
XGLD | Premier ETF Gold Sharia Indonesia | Indo Premier Investment Management | Indo Premier Sekuritas | Rp256 | Rp265 |
Sumber: BEI, data 12 Agustus 2026.
*Dealer Partisipan berdasarkan data BEI dan prospektus produk.
**Prospektus XTRA juga mencantumkan Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai Dealer Partisipan.
Kelima ETF mulai tercatat pada 10 Agustus 2026, sehingga data perdagangan masih sangat pendek dan belum cukup untuk menentukan ETF mana yang paling likuid secara konsisten.
Data Bareksa per 12 Agustus 2026 menunjukkan return NAV lima ETF Emas sebagai berikut:
ETF | NAV 12/8/2026 | Return NAV |
XTRA | Rp252 | 1,55% |
XDES | Rp974 | 1,14% |
XMES | Rp766 | 1,13% |
XGLD | Rp254 | 1,13% |
XSGO | Rp1.032 | 1,11% |
Sumber: Bareksa, data 12 Agustus 2026.
XTRA sementara memiliki return NAV tertinggi 1,55%, sedangkan empat produk lain berada dalam rentang sangat sempit 1,11%-1,14%. Namun ranking tiga hari pertama belum cukup untuk menyimpulkan produk mana yang lebih baik atau lebih efisien dalam mengikuti harga emas.
Ini bagian paling menarik dari perdagangan hari ketiga. Jika harga penutupan dibandingkan dengan NAV pada tanggal yang sama:
ETF | NAV | Harga Penutupan | Harga vs NAV* |
XSGO | Rp1.032 | Rp1.294 | +25,4% |
XMES | Rp766 | Rp896 | +17,0% |
XDES | Rp974 | Rp1.020 | +4,7% |
XTRA | Rp252 | Rp263 | +4,4% |
XGLD | Rp254 | Rp265 | +4,3% |
*Perhitungan sederhana: (harga penutupan/NAV - 1) × 100%. Merupakan snapshot berdasarkan data pada tanggal yang sama, bukan ukuran premium intraday dan bukan return investasi. Sumber: BEI, Bareksa, diolah Bareksa.
Dibandingkan sehari sebelumnya, gap XSGO dan XMES mulai turun. Pada 11 Agustus, XSGO berada sekitar 28,9% di atas NAV dan XMES 22,2%. XTRA, XDES, dan XGLD masing-masing berada sekitar 4%-7% di atas NAV.
Sekarang XSGO turun menjadi sekitar 25,4%, sedangkan XMES menjadi sekitar 17,0%. Artinya ada indikasi awal bahwa harga pasar mulai bergerak mendekati nilai aset bersihnya, meski belum dapat disebut sebagai pola normalisasi permanen.
Jika dibandingkan dengan harga pencatatan awal:
XSGO: Rp1.000 → Rp1.294 = sekitar +29,4%
XMES: Rp757 → Rp896 = sekitar +18,4%
XTRA: Rp248 → Rp263 = sekitar +6,0%
XGLD: Rp256 → Rp265 = sekitar +3,5%
XDES: Rp1.000 → Rp1.020 = sekitar +2,0%
Namun angka tersebut bukan return NAV. Sebagai perbandingan, return NAV XSGO baru 1,11% dan XMES 1,13%. Perbedaan itu menunjukkan dua hal yang harus dipisahkan: Return NAV menggambarkan perkembangan nilai aset bersih ETF.
Perubahan harga pasar menggambarkan perubahan harga unit yang bersedia dibayar investor di BEI. Investor yang mencampur keduanya berisiko salah membaca kinerja.
Investor ETF Emas setidaknya perlu membedakan:
Acuan | Fungsi |
Harga emas | Nilai aset dasar yang memengaruhi portofolio |
NAV/NAB per unit | Nilai bersih aset reksa dana per unit |
Harga ETF di BEI | Harga transaksi aktual di pasar sekunder |
Sumber: OJK, prospektus, diolah Bareksa
Karena itu, ETF dengan harga Rp263 tidak otomatis lebih murah dibanding ETF dengan harga Rp1.020. Nominal harga unit bukan ukuran valuasi. Yang lebih relevan adalah berapa harga pasar dibanding NAV, ditambah spread, likuiditas, tracking error dan biaya.
Dealer Partisipan merupakan salah satu komponen utama ekosistem ETF. Di pasar primer, Dealer Partisipan berperan dalam mekanisme creation dan redemption.
Di pasar sekunder, Dealer Partisipan membantu menciptakan likuiditas melalui penyediaan kuotasi beli dan jual. Namun, keberadaan Dealer Partisipan tidak menjamin harga ETF selalu sama dengan NAV. Permintaan dan penawaran investor tetap dapat mendorong harga berada di atas atau di bawah nilai aset bersih.
Dealer Partisipan 5 ETF Emas
XMES: Mandiri Sekuritas
XDES: Mandiri Sekuritas
XSGO: Mirae Asset Sekuritas Indonesia
XGLD: Indo Premier Sekuritas
XTRA: Trimegah Sekuritas Indonesia; prospektus juga mencantumkan Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Jumlah Dealer Partisipan tidak otomatis menentukan produk mana yang paling likuid. Investor perlu melihat data nyata seperti spread, volume, order book, premium/discount terhadap NAV dan efektivitas creation/redemption.
Creation/redemption merupakan mekanisme yang membedakan ETF dengan saham biasa. Ketika kebutuhan unit ETF meningkat, Dealer Partisipan dapat melakukan creation melalui pasar primer.
Untuk ETF Emas, proses tersebut berhubungan dengan penyediaan emas sebagai aset dasar serta pencatatan kepemilikannya melalui Electronic Gold Receipt atau EGR. Mekanisme ini secara teori membantu menyesuaikan jumlah unit terhadap kebutuhan pasar.
Namun proses tersebut tidak membuat harga pasar selalu identik dengan NAV, terutama ketika permintaan investor meningkat tajam dalam waktu singkat.
Misalnya:
Investor membeli pada Rp1.020 tetapi jika langsung menjual hanya mendapat Rp1.000. Selisih Rp20 tersebut merupakan spread.
Karena itu, spread dapat menjadi salah satu friksi transaksi yang perlu diperhatikan investor ETF. Investor juga sebaiknya melihat kedalaman antrean beli-jual, bukan hanya harga terakhir.
Gap kecil terhadap NAV memang dapat menjadi salah satu indikator yang menarik, tetapi tidak otomatis berarti ETF tersebut paling likuid. Misalnya XTRA, XDES dan XGLD saat ini memiliki gap sekitar 4%-5%, jauh lebih sempit daripada XSGO dan XMES.
Namun untuk menilai likuiditas secara lebih utuh, investor tetap membutuhkan data:
volume transaksi;
rata-rata bid-offer spread;
kedalaman order book;
frekuensi transaksi;
aktivitas Dealer Partisipan;
AUM;
tracking error.
Karena itu, belum tepat membuat ranking “ETF paling likuid” berdasarkan harga vs NAV saja.
7 Data yang Perlu Dicek Sebelum Membeli ETF Emas
Indikator | Mengapa Penting? |
Harga pasar vs NAV | Melihat apakah harga berada di atas atau di bawah NAV |
Bid-offer spread | Mengukur friksi harga masuk dan keluar |
Volume transaksi | Melihat aktivitas perdagangan |
Order book | Menilai kedalaman antrean beli-jual |
Tracking error | Mengukur kemampuan ETF mengikuti aset acuannya |
AUM | Menunjukkan skala dana kelolaan |
Dealer Partisipan | Mendukung creation/redemption dan likuiditas |
Sumber: prospektus ETF Emas, BEI, diolah Bareksa.
Tidak ada satu indikator yang cukup untuk menentukan ETF Emas terbaik. ETF dengan return NAV tertinggi belum tentu memiliki spread paling tipis. Produk dengan harga paling dekat NAV juga belum tentu memiliki volume terbesar atau tracking error terkecil.
Kelima ETF Emas baru diperdagangkan sejak 10 Agustus 2026. Artinya data sampai 12 Agustus masih merupakan snapshot fase awal pembentukan pasar. Namun perubahan dua hari terakhir mulai memberikan satu sinyal menarik: gap harga terhadap NAV pada XSGO dan XMES mulai mengecil.
Ini perlu dipantau beberapa pekan berikutnya. Data yang lebih panjang akan membantu investor melihat apakah harga pasar akhirnya semakin dekat dengan NAV dan bagaimana kualitas spread, volume serta tracking masing-masing ETF.
Perdagangan 12 Agustus menunjukkan perkembangan baru pada ETF Emas. Return NAV lima produk tetap sangat berdekatan, sementara harga pasar mulai mengalami penyesuaian. XTRA sementara mencatat return NAV tertinggi 1,55%, sedangkan XDES, XMES, XGLD dan XSGO berada pada kisaran 1,11%-1,14%. Di pasar sekunder, XSGO masih diperdagangkan sekitar 25,4% di atas NAV dan XMES sekitar 17%, tetapi jaraknya mengecil dibanding sehari sebelumnya. Sementara itu, XDES, XTRA dan XGLD memiliki gap sekitar 4%-5%.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Romainah/Reinaldy Gumay/AM)
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
XTRA mencatat return NAV 1,55%. Namun rekam jejak baru tiga hari sehingga belum mencerminkan konsistensi jangka panjang.
Harga XSGO Rp1.294 dibanding NAV Rp1.032, atau sekitar 25,4% di atas NAV secara snapshot.
XMES ditutup Rp896 dengan NAV Rp766, atau sekitar 17,0% di atas NAV.
Ya. Dibanding 11 Agustus, gap XSGO turun dari sekitar 28,9% menjadi 25,4%, sedangkan XMES dari 22,2% menjadi 17,0%.
Tidak. Investor tetap perlu membandingkan spread, volume, tracking error, AUM, biaya dan likuiditas.