
Bareksa - Bagi sebagian investor, investasi tidak hanya dilihat dari pertumbuhan nilai portofolio, tetapi juga dari potensi arus kas berkala yang dapat mendukung kebutuhan keuangan. Seorang freelancer yang penghasilannya naik-turun tiap bulan, seorang pensiunan yang butuh pengganti gaji bulanan, atau orang tua yang mengatur uang belanja rumah tangga—semuanya punya kebutuhan yang sama: Potensi arus kas berkala, bukan hanya pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang.
Di sinilah konsep dividen reksa dana, atau dikenal juga sebagai Pembagian Hasil Investasi (PHI), menjadi relevan. Sebagian reksa dana pendapatan tetap memiliki fitur PHI yang dapat dibagikan secara berkala kepada investor, sesuai kebijakan produk dan ketentuan prospektus. Bagi investor yang membutuhkan potensi arus kas berkala, fitur ini dapat menjadi salah satu pertimbangan selain melihat kinerja atau imbal hasil historis semata.
Ada dua cara pandang berbeda dalam menilai instrumen investasi. Pertama, total return investing atau growth investing, yaitu menilai instrumen dari pertumbuhan nilai investasi dibandingkan tolok ukur atau instrumen lain. Kedua, income investing, yakni menilai instrumen dari potensi arus kas berkala yang dapat diberikan, dengan tetap memperhatikan pergerakan harga atau Nilai Aktiva Bersih (NAB).
Pada reksa dana dengan fitur Pembagian Hasil Investasi (PHI), investor punya potensi mendapat arus kas berkala, tetapi tetap perlu memahami bahwa NAB dapat bergerak naik maupun turun mengikuti kondisi pasar. Sementara itu, PHI dapat dibagikan secara berkala sesuai kebijakan produk dan ketentuan prospektus, namun jumlah maupun keberlanjutannya tidak dijamin.
Ini juga yang menjelaskan mengapa dalam kondisi tertentu, portofolio reksa dana pendapatan tetap dapat mengalami tekanan. Ketika yield atau imbal hasil obligasi meningkat, harga obligasi cenderung turun, sehingga NAB reksa dana pendapatan tetap juga dapat mengalami penurunan dalam jangka pendek.
Namun, bagi investor yang memiliki kebutuhan potensi arus kas berkala, pergerakan NAB tetap perlu dilihat secara menyeluruh bersama tujuan investasi, jangka waktu investasi, profil risiko, serta PHI yang telah diterima sebelumnya. Dengan begitu, investor tidak hanya menilai produk dari perubahan NAB dalam jangka pendek, tetapi juga memahami fitur dan risiko produk secara lebih utuh.
Aspek | Income Investing | Growth Investing |
|---|---|---|
Tujuan utama | Potensi arus kas berkala | Pertumbuhan nilai modal |
Indikator utama | Riwayat frekuensi dan besaran pembagian hasil | Return dibanding benchmark |
Lebih relevan bagi | Investor dengan kebutuhan arus kas berkala | Investor dengan tujuan akumulasi kekayaan jangka panjang |
Contoh instrumen | Reksa dana dengan fitur PHI berkala | Reksa dana saham, reksa dana campuran |
Sumber: Bareksa
Jika investor memiliki kebutuhan arus kas secara berkala, ada beberapa hal yang lebih relevan dibanding sekadar melihat angka imbal hasil tahunan:
Pertama, riwayat frekuensi dan besaran PHI secara historis. Maksudnya, PHI dapat dibagikan secara berkala sesuai kebijakan produk dan prospektus atau secara periodik. Kedua, mekanisme pembagiannya, apakah hasil investasi dibayarkan tunai atau direinvestasikan sesuai mekanisme yang berlaku menjadi tambahan unit penyertaan. Ketiga, kesesuaian dengan kebutuhan arus kas pribadi melalui fitur pribadi fitur PHI yang lebih relevan untuk yang membutuhkan dukungan arus kas berkala, dibanding untuk yang tujuannya murni pertumbuhan modal jangka panjang.
Dengan kata lain, tujuan investasi seharusnya menentukan pilihan instrumen, bukan sebaliknya.
Salah satu reksa dana pendapatan tetap yang memiliki fitur Pembagian Hasil Investasi (PHI) berkala adalah Mandiri Investa Dana Utama (Kelas A), dikelola oleh Mandiri Investasi. Reksa dana ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi investor dengan profil risiko rendah-menengah yang mencari income berkala, dengan komposisi portofolio didominasi obligasi (97,41%) dan sisanya instrumen pasar uang, menurut data Fund Fact Sheet per Juni 2026.
Sepanjang Maret-Juni 2026, PHI dibagikan konsisten tiap bulan: Rp6,93 per unit pada Maret, Rp8,02 pada April, Rp8,76 pada Mei, dan Rp7,30 pada Juni yang secara historis menunjukkan tingkat PHI tahunan sekitar 4% pada masing-masing periode tersebut. Bagi investor di Bareksa, PHI dapat direinvestasikan sesuai mekanisme yang berlaku di Bareksa menjadi tambahan unit penyertaan, sehingga jumlah kepemilikan unit investor bertambah seiring waktu tanpa perlu tindakan manual.
Dengan dana kelolaan mencapai Rp1,05 triliun dan dikelola oleh Mandiri Investasi—bagian dari Bank Mandiri dengan total dana kelolaan grup Rp62,67 triliun per Juni 2026—reksa dana ini punya rekam jejak pengelolaan yang panjang sejak diluncurkan tahun 2007. Selain itu, di aplikasi Bareksa, investasi awal minimum Rp100.000 membuatnya cukup terjangkau untuk mulai membangun instrumen arus kas berkala secara bertahap.
Meski begitu, reksa dana ini tetap layak dipertimbangkan sesuai profil risiko dan tujuan investasi masing-masing. Sebagai pengingat, kinerja reksa dana yang ditampilkan dalam artikel ini menggunakan data historis sebagai ilustrasi, dan bukan jaminan untuk kinerja masa depan.
Pada akhirnya, memilih reksa dana bukan cuma soal mencari angka imbal hasil tertinggi. Bagi yang kebutuhannya mendapatkan arus kas berkala, seperti untuk menopang penghasilan yang tidak menentu atau melengkapi dana pensiun, konsistensi pembagian hasil investasi bisa jadi indikator yang lebih relevan dibanding imbal hasil tahunan semata. Mengenali tujuan investasi sendiri lebih dulu akan membantu memilih instrumen yang benar-benar sesuai kebutuhan.
Cek Informasi Produk Mandiri Investa Dana Utama Ke
(ADV)
***
Konten bersponsor. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksa dana.
Dividen reksa dana, atau Pembagian Hasil Investasi (PHI), adalah bagian dari hasil investasi reksa dana yang dibagikan kepada investor secara berkala, biasanya bulanan. Untuk reksa dana pendapatan tetap, PHI umumnya berasal dari kupon obligasi yang dikumpulkan dalam portofolio.
PHI dan pergerakan NAB merupakan dua komponen yang perlu dipahami secara bersamaan. Ketika PHI dibagikan, NAB per unit akan mengalami penyesuaian, sementara nilai portofolio tetap dapat bergerak mengikuti kondisi pasar.
Tidak selalu. Reksa dana dengan fitur PHI lebih sesuai untuk investor yang butuh income berkala atau rutin sesuai profil risiko rendah-menengah. Bagi yang mengejar pertumbuhan modal maksimal, instrumen lain mungkin lebih sesuai dengan tujuan investasinya.