Bunga Valas 2%, Reksadana USD Tawarkan Potensi Imbal Hasil Lebih Tinggi

Abdul Malik • 23 Apr 2026

an image
Ilustrasi saham-saham teknologi global seperti Google, Microsoft, Amazon, Apple dan Meta di layar handphone. Saham-saham tersebut menjadi aset portofolio reksadana dolar dengan kinerja terbaik YTD. (Shutterstock/Poetra.RH)

Rekening valas bank tumbuh pesat di awal 2026. reksadana USD dapat dipertimbangkan sebagai diversifikasi di tengah bunga simpanan valas yang terbatas.

Bareksa - Jumlah rekening simpanan valuta asing (valas) di perbankan Indonesia melonjak pada awal 2026 seiring meningkatnya minat nasabah menyimpan dana dalam dolar AS. 

Mengutip Kontan (12/4), data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Februari 2026 mencatat jumlah rekening valas tumbuh 50,8% secara tahunan menjadi 7,67 juta rekening. Sementara nominal simpanan valas mencapai Rp1.487 triliun atau naik 2,1% secara tahunan.

Lonjakan jumlah rekening yang lebih tinggi dibanding nominal simpanan menunjukkan semakin banyak nasabah membuka rekening valas, meski nilai dana yang ditempatkan per rekening cenderung bervariasi. Tren ini penting dicermati karena menunjukkan perubahan preferensi masyarakat saat rupiah melemah dan dolar menguat.

Nasabah Cari Perlindungan Nilai Tukar

Pelemahan rupiah ke atas Rp17.300 per dolar AS pada perdagangan 23 April 2026 ikut meningkatkan perhatian masyarakat terhadap aset berbasis dolar. Dalam kondisi kurs bergejolak, sebagian nasabah memilih menempatkan dana pada rekening valas.

Dilansir Kontan, sejumlah bank juga mengonfirmasi tren tersebut. PT Bank KB Indonesia Tbk menyebut peningkatan simpanan valas datang dari nasabah korporasi dan komunitas ekspatriat. PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga valas sekitar 16% secara tahunan.

PT Bank Central Asia Tbk juga menyebut kenaikan simpanan valas didorong kebutuhan transaksi mata uang asing dan pergerakan nilai tukar.

Bunga Simpanan Valas Relatif Terbatas

Meski diminati, tingkat bunga simpanan valas cenderung lebih rendah dibanding rupiah. Berdasarkan rincian Tingkat Bunga Penjaminan LPS periode 1 Februari 2026 sampai 31 Mei 2026, bunga penjaminan bank umum valas berada di level 2% per tahun.

Sebagai perbandingan, tingkat bunga penjaminan untuk simpanan rupiah di bank umum 3,5% per tahun. Artinya, potensi bunga simpanan valas yang dijamin LPS berada di bawah simpanan rupiah.

Karena itu, sebagian investor mulai melihat alternatif instrumen berbasis dolar AS lain sebagai diversifikasi, bukan hanya mengandalkan tabungan atau deposito valas.

Reksadana USD Bisa Dipertimbangkan

Reksadana denominasi dolar AS dapat dipertimbangkan sebagai pilihan diversifikasi dengan potensi imbal hasil berbeda sesuai jenis asetnya. Produk tersedia dalam kategori pasar uang, pendapatan tetap, hingga saham.

Untuk profil risiko konservatif, investor biasanya lebih dekat dengan reksadana pasar uang USD. Sementara investor dengan horizon lebih panjang dapat menilai opsi pendapatan tetap atau saham USD sesuai toleransi risiko.

Perlu dicatat, nilai investasi reksadana dapat naik maupun turun, sehingga hasil historis bukan jaminan kinerja masa depan.

Tabel Reksadana USD Pilihan 

No
Reksadana
Jenis
1 Bulan
1 Tahun

1

Eastspring Syariah Greater China Equity USD Kelas A

Saham

9,73%

54,18%

2

Mandiri Global Sharia Equity Dollar Kelas A

Saham

5,73%

33,59%

3

STAR Fixed Income Dollar

Pendapatan Tetap

0,35%

4,22%

4

STAR Fixed Income NEO AI Dollar

Pendapatan Tetap

1,89%

-

5

Mandiri Money Market USD

Pasar Uang

0,24%

2,81%

Sumber: Bareksa, kinerja per 22 April 2026.

Tabel Tingkat Bunga Penjaminan LPS

Periode 1 Feb 2026 - 31 Mei 2026
Tingkat Bunga

Bank Umum Rupiah

3,5% p.a.

Bank Umum Valas

2% p.a.

Ringkasan Data Simpanan Valas

Indikator
Februari 2026

Jumlah rekening valas

7,67 juta

Pertumbuhan rekening valas YoY

50,8%

Nominal simpanan valas

Rp1.487 triliun

Pertumbuhan nominal valas YoY

2,1%

Sumber: LPS per Februari 2026.

Kesimpulan

Pertumbuhan rekening valas menunjukkan banyak nasabah mulai menempatkan dana dalam dolar AS saat rupiah melemah. Namun, bunga simpanan valas relatif terbatas, sehingga reksadana USD dapat dipertimbangkan sebagai instrumen diversifikasi sesuai profil risiko. Seluruh keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

FAQ

1. Mengapa rekening valas meningkat?
Karena kebutuhan transaksi dolar meningkat dan sebagian nasabah ingin diversifikasi aset.

2. Berapa bunga penjaminan LPS untuk valas?
Untuk periode 1 Februari 2026–31 Mei 2026 sebesar 2% per tahun.

3. Mengapa reksadana USD dilirik?
Karena memiliki potensi imbal hasil berbeda dibanding simpanan valas biasa.

4. Apakah reksadana USD bebas risiko?
Tidak. Nilai investasi dapat naik atau turun mengikuti pasar.

5. Apakah artikel ini rekomendasi investasi?
Bukan. Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan membeli atau menjual produk keuangan tertentu.

Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi. 

Beli Reksadana di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.