
Bareksa - Memasuki akhir Januari 2026, pasar saham domestik kembali menghadapi tekanan akibat dinamika global dan sentimen terkait MSCI. Pergerakan indeks menjadi lebih volatile, dan saham-saham berkapitalisasi besar, termasuk sektor perbankan, ikut mengalami fluktuasi.
Namun bagi investor agresif jangka panjang yang bukan hanya melihat pergerakan harga harian, fokus utama adalah: apakah fundamental masih kuat? Dalam konteks tersebut, sektor perbankan Indonesia masih memiliki kekuatan fundamental yang baik dan memiliki kontribusi dividend yield yang atraktif untuk memberikan buffer return.
Karena itu, investasi di sektor perbankan bisa menjadi pertimbangan menarik, apalagi saat ini harga dinilai masih relatif murah (undervalued). Untuk memberikan kemudahan diversifikasi, investor dapat memilih Reksa Dana Indeks yang berfokus di sektor perbankan, seperti Maybank Financial Infobank15 Index Fund Kelas N.
Tekanan harga saham bank belakangan ini lebih dipicu faktor sentimen dan arus dana global, bukan pelemahan kinerja operasional. Riset Ciptadana Sekuritas memproyeksikan bahwa laba sektor perbankan berpotensi rebound pada 2026, mencapai 10,7%.
Potensi pertumbuhan tersebut didukung oleh: lingkungan suku bunga yang lebih kondusif, lower earnings base pada 2024–2025, dan stabilnya kualitas aset dan permodalan.
Kondisi tersebut memberi ruang bagi perbankan untuk meningkatkan profitabilitas secara lebih signifikan. Dengan fundamental yang kembali menguat, sektor perbankan berpeluang menjadi salah satu motor utama pemulihan pasar saham Indonesia tahun ini.
Selain potensi kenaikan harga saham, sektor perbankan juga menawarkan daya tarik dari sisi dividen. Menurut riset Ciptadana Sekuritas, bank-bank dalam cakupan riset diperkirakan tetap mampu membagikan dividen yang menarik pada 2026, seiring dengan perbaikan laba.
Untuk bank-bank BUMN besar, dividend yield diperkirakan berada di kisaran 8–10%, dengan asumsi payout ratio sekitar 65–80% berdasarkan harga saham terkini. Daya tarik ini didukung oleh kondisi permodalan yang solid, yang terlihat dari tingkat Capital Adequacy Ratio (CAR) bank-bank besar masih berada 4–16% di atas ketentuan minimum regulator.
Seperti terlihat dalam grafik, 4 bank besar yang memiliki bobot 80% dalam indeks Infobank15 menunjukkan trend yang sama dalam hal dividend yield yang mencapai angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Grafik Dividend Yield 4 Bank Besar
Sementara itu, Head of Investment & Research Maybank Asset Management menyebutkan bahwa dengan harga saham perbankan yang dinilai masih undervalued saat ini, dividen menjadi sangat menarik. Menurutnya, return dari dividen tahun lalu saja dapat mencapai sekitar 9%. Namun imbal hasil tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja karena harga saham yang sedang terkoreksi.
Grafik PBV 4 Bank Besar
Grafik menunjukkan bahwa valuasi yang tercermin dari PBV 4 bank besar tersebut berada di pada level yang menarik, hampir menyentuh valuasi pada 2020 ketika pandemi COVID terjadi. Ini menunjukkan bahwa harga saham-saham tersebut sedang undervalued.
Bagi investor agresif, potensi dividen ini dapat menjadi buffer return yang menarik, terutama saat harga saham masih berada dalam fase pemulihan.
Untuk investor agresif yang ingin eksposur ke saham perbankan tanpa harus memilih satu per satu saham, bisa mempertimbangkan Reksa Dana Indeks. Maybank Financial Infobank15 Index Fund Kelas N adalah Reksa Dana Indeks yang mengacu pada Infobank15 Index, dengan eksposur terhadap saham-saham perbankan nasional.
Dalam kondisi pasar yang bergejolak, pendekatan melalui Reksa Dana Indeks dapat memberikan beberapa keunggulan:
● Diversifikasi otomatis pada bank-bank besar
● Tidak bergantung pada satu saham
● Efisien dan mengikuti pergerakan sektor secara keseluruhan
Bagi investor agresif dengan horizon jangka panjang, strategi akumulasi di tengah volatilitas dapat menjadi pendekatan yang rasional, selama fundamental dan prospek sektor tetap terjaga.
Pergerakan harga jangka pendek seringkali dipengaruhi sentimen eksternal. Namun dalam investasi jangka panjang, total return terdiri dari capital gain dan dividen.
Dengan potensi dividend yield yang masih menarik dan katalis suku bunga yang berpotensi muncul di semester kedua, sektor perbankan tetap memiliki fondasi yang kuat untuk diperhatikan.
Maka dari itu, Maybank Financial Infobank15 Index Fund Kelas N dapat menjadi pilihan bagi investor agresif yang ingin tetap terpapar pada sektor perbankan Indonesia, sambil memanfaatkan potensi pemulihan ketika katalis fundamental mulai terealisasi.
Beli Maybank Financial Infobank15 Index Fund Kelas N
(ADV)
DISCLAIMER
Konten bersponsor. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.