
Bareksa – Tren pertumbuhan positif kembali berlangsung pada industri reksadana nasional. Berdasarkan laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – December 2025, total dana kelolaan (asset under management/AUM) industri reksadana Indonesia menjadi Rp679,2 triliun per akhir Desember 2025, menandai peningkatan baik sepanjang tahun berjalan (YTD), tahunan (YOY), maupun secara bulanan (MOM).
Grafik: Tren Dana Kelolaan Industri Reksadana
Dana kelolaan industri reksadana mencapai Rp679,24 triliun per Desember 2025, angka ini:
Naik 3,39% secara bulanan (MoM)
Naik 35,06% sejak awal tahun (YTD)
Meningkat 35,06% secara tahunan (YoY)
Naik 4,04% MoM
Tumbuh 22,40% YTD
Naik 22,40% YoY
Adapun jenis reksadana yang mencatatkan kinerja pertumbuhan paling tinggi kembali diraih jenis pendapatan tetap yakni naik 67,04% sejak awal tahun (YTD) hingga Desember 2025. Reksadana pendapatan tetap juga memberikan kontribusi terbesar pada industri dengan total AUM mencapai Rp254 triliun, atau 37% dari industri.
Tabel: Pertumbuhan AUM per Jenis Reksadana Desember 2025
Jenis Reksadana | AUM (Rp Triliun) | Perubahan YTD (%) |
|---|---|---|
Pendapatan Tetap | 254 | 67,04% |
Pasar Uang | 144,8 | 60,03% |
ETF | 16,6 | 13,08% |
Terproteksi | 130,8 | 11,15% |
Campuran | 29,5 | 7,63% |
Saham | 3,51 | 3,51% |
Indeks | 11,7 | -1,64% |
Sumber : Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Desember 2025
Peningkatan Unit Penyertaan Berdasarkan Jenis Reksadana:
Pendapatan Tetap: Naik 67,04%
Pasar Uang: Naik 60,03%
Terus berlanjutnya kenaikan dana kelolaan dan unit penyertaan mengindikasikan bahwa minat investor terhadap produk reksadana masih solid. Reksadana pendapatan tetap dan terproteksi menjadi pilihan utama karena menawarkan stabilitas di tengah ketidakpastian dan volatilitas pasar saham.
Sebagai informasi, dana kelolaan industri ini hanya menghitung reksadana publik dan tidak memasukkan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT), private equity fund (dana ekuitas swasta), discretionary fund atau kontrak pengelolaan dana (KPD), dana investasi real estat (DIRE) dan efek beragun aset (EBA).
Artikel ini adalah kutipan dari laporan industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – December 2025. Untuk mendapatkan laporan selengkapnya, silakan hubungi: marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).
Bareksa merupakan pioneer super app investasi di Indonesia yang telah berizin OJK sejak 2016, menyediakan lebih dari 160 produk reksa dana dari 35 manajer investasi tepercaya, fitur pembanding performa, riset pasar, serta rekomendasi sesuai profil risiko. Selain menjadi mitra distribusi resmi SBN Ritel dari Kementerian Keuangan RI, Bareksa juga menawarkan fitur trading saham melalui Bareksa Saham serta layanan lengkap seperti data market, analisis, dan konten investasi, sehingga memudahkan pengguna berinvestasi secara aman dan terarah dalam satu aplikasi terintegrasi.
Investasi Reksadana, Klik di Sini
(Reynaldi Gumay/MP/hm)
* * *
DISCLAIMER
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.