
Bareksa - Tahun 2025 jadi tahun emas bagi investor reksadana. Sebab berdasarkan Bareksa Barometer, sejumlah reksadana mencatat imbal hasil tinggi, bahkan ada yang tembus 68–78% setahun.
Kinerjanya datang dari berbagai jenis, mulai dari saham, pendapatan tetap, campuran, pasar uang, hingga reksadana berbasis dolar AS (USD).
Banyak investor bingung memilih reksadana karena pilihannya sangat banyak. Padahal, kunci sukses investasi bukan sekadar ikut-ikutan produk yang sedang naik, tapi menyesuaikan jenis reksadana dengan tujuan dan profil risiko. Data kinerja 2025 ini bisa jadi referensi awal untuk kamu.
Ini kategori paling agresif, tapi juga paling besar potensi cuannya. Cocok untuk investor jangka panjang yang siap menghadapi naik-turun pasar.
Reksadana Saham | Dana Kelolaan Nov 2025 | Barometer Point | Imbal Hasil 1 Tahun |
|---|---|---|---|
Sucorinvest Maxi Fund | Rp200,48 miliar | 5 | 68,27% |
Reksa Dana Sucorinvest Equity Fund Kelas A | Rp3,23 triliun | 5 | 35,26% |
Sucorinvest Sharia Equity Fund | Rp438,63 miliar | 5 | 43,61% |
Sucorinvest Sustainability Equity Fund | Rp31,75 miliar | 4,5 | 41,82% |
TRAM Consumption Plus Kelas A | Rp112,67 miliar | 4 | 26,57% |
Sumber: Bareksa Barometer, kinerja per 7/1/2026
Di 2025, reksadana saham unggulan versi Bareksa mampu mencetak imbal hasil hingga 68,27% setahun, dipimpin oleh Sucorinvest Maxi Fund.
Kalau ingin lebih stabil tapi tetap menarik, reksadana pendapatan tetap jadi pilihan.
Reksadana Saham | Dana Kelolaan Nov 2025 | Barometer Point | Imbal Hasil 1 Tahun |
|---|---|---|---|
Sucorinvest Maxi Fund | Rp200,48 miliar | 5 | 68,27% |
Reksa Dana Sucorinvest Equity Fund Kelas A | Rp3,23 triliun | 5 | 35,26% |
Sucorinvest Sharia Equity Fund | Rp438,63 miliar | 5 | 43,61% |
Sucorinvest Sustainability Equity Fund | Rp31,75 miliar | 4,5 | 41,82% |
TRAM Consumption Plus Kelas A | Rp112,67 miliar | 4 | 26,57% |
Sumber: Bareksa Barometer, kinerja per 7/1/2026
Didukung tren suku bunga yang menurun, produk terbaik di kelas ini membukukan return hingga 12,16% setahun, jauh di atas deposito.
Kategori ini mengombinasikan saham dan obligasi. Risikonya lebih rendah dari saham, tapi potensi cuannya jauh lebih besar dibanding instrumen konservatif.
Reksadana Campuran | Dana Kelolaan Nov 2025 | Barometer Point | Imbal Hasil 1 Tahun |
|---|---|---|---|
Sucorinvest Anak Pintar | Rp313,95 miliar | 5 | 57,13% |
Sucorinvest Citra Dana Berimbang | Rp147,62 miliar | 4,5 | 50,98$ |
Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A | Rp181,65 miliar | 4,5 | 46,94% |
Jarvis Balanced Fund | Rp104,84 miliar | 4,5 | 47,4% |
Schroder Syariah Balanced Fund | Rp125,18 miliar | 4,5 | 26,04% |
Sumber: Bareksa Barometer, kinerja per 7/1/2026
Tahun 2025, reksadana campuran terbaik mencatat imbal hasil hingga 57% setahun, cocok untuk target investasi 3–5 tahun.
Buat dana darurat atau parkir dana jangka pendek, reksadana pasar uang tetap relevan.
Reksadana Pasar Uang | Dana Kelolaan Nov 2025 | Barometer Point | Imbal Hasil 1 Tahun |
|---|---|---|---|
Syailendra Sharia Money Market Fund | Rp1,42 triliun | 4 | 5,51% |
Setiabudi Dana Pasar Uang | Rp549,68 miliar | 4 | 4,48% |
Syailendra Dana Kas | Rp2,63 triliun | 4 | 5,33% |
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia | Rp1,48 triliun | 4 | 5,28% |
Sucorinvest Money Market Fund | Rp9,52 triliun | 4 | 5,65% |
Sumber: Bareksa Barometer, kinerja per 7/1/2026
Selain likuid dan stabil, return-nya bisa mencapai 5,65% setahun, bahkan mengalahkan bunga deposito.
Bagi investor yang ingin strategi pasif mengikuti pasar, reksadana indeks menawarkan biaya pengelolaan lebih efisien.
Reksadana Indeks | Dana Kelolaan Nov 2025 | Barometer Point | Imbal Hasil 1 Tahun |
|---|---|---|---|
BRI Indeks Syariah | Rp110,59 miliar | 3 | 28,09% |
Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A | Rp600,3 miliar | 3 | 9,69% |
UOBAM Indeks Bisnis-27 | Rp150,9 miliar | 3 | 13,58% |
BNP Paribas IDX Growth30 | Rp317,1 miliar | 3 | 7,85% |
STAR Infobank 15 Kelas Utama | Rp57,81 miliar | 3 | -5,06% |
Sumber: Bareksa Barometer, kinerja per 7/1/2026
Meski tidak selalu paling tinggi, kategori ini cocok untuk investasi jangka panjang yang disiplin.
Reksadana berbasis dolar AS makin dilirik, terutama saat rupiah berfluktuasi.
Top 5 Reksadana USD Terbaik 2025
Reksadana USD | Jenis | Dana Kelolaan Nov 2025 | Barometer Point | Imbal Hasil 1 Tahun |
|---|---|---|---|---|
Eastspring Syariah Equity Islamic Asia Pacific USD Kelas A | Saham | Rp50,57 miliar | 5 | 78,32% |
Manulife Greater Indonesia Fund | Saham | Rp376,92 miliar | 3,5 | 20,03% |
BNP Paribas Prima USD Kelas RK1 | Pendapatan Tetap | Rp2,49 triliun | 3,5 | 7,19% |
STAR Fixed Income Dollar | Pendapatan Tetap | Rp312,84 miliar | 3 | 4,35% |
Mandiri Money Market USD | Pasar Uang | Rp3,78 triliun | 3 | 2,98% |
Sumber: Bareksa Barometer, kinerja per 7/1/2026
Di 2025, reksadana USD terbaik bahkan mencetak imbal hasil hingga 78,32% setahun, sekaligus memberi diversifikasi global.
Susun portofolio investasi sesuai tujuan dan profil risiko, kombinasikan saham, obligasi, pasar uang, dan USD agar potensi cuan dan risiko lebih seimbang.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
(Reynaldi Gumay/Romainah/Christian Halim/Sigma Kinasih/AM)
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
Disclaimer:
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.