Koleksi Saham-saham Ini, Cuan Reksadana BNP Paribas dan Prospera Melesat

Abdul Malik • 25 Oct 2022

an image
Ilustrasi investasi di reksadana saham. (Shutterstock)

BNP Paribas Solaris dan Prospera BUMN Growth Fund mencetak imbal hasil 1,15% dan 1,07% sehari

Bareksa.com – Berikut kinerja reksadana yang diperdagangkan di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta indeks acuannya periode sebulan terakhir (per 24 Oktober 2022) :

Reksadana Saham

IHSG : -1,75%
Indeks Reksadana Saham : -0,7%
Schroder 90 Plus Equity Fund : 2,57%

Indeks Reksadana Saham Syariah : -2,05%
Simas Syariah Unggulan : -0,37%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -0,52%
Schroder Dynamic Balanced Fund : 2,71%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -1,22%
Schroder Syariah Balanced Fund : 1,4%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : -0,88%
Sucorinvest Stable Fund : 0,39%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,64%
Sucorinvest Sharia Sukuk Fund : 0,41%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,19%
Capital Money Market Fund : 0,39%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,03%
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,37%

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (24/10/2022) naik 0,5 % ke level 7.053,04. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 24/10/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat naik ke level 7,6%.

Di tengah kenaikan IHSG, di super app  investasi Bareksa terdapat dua reksadana saham yang mampu mencetak imbal hasil (return) 1,15% dan 1,07% sehari pada perdagangan 24 Oktober 2022. Reksadana itu ialah BNP Paribas Solaris dan Prospera BUMN Growth Fund.

Reksadana BNP Paribas Solaris yang dikelola oleh PT BNP Paribas Asset Management, mencetak imbal hasil (return) 1,15% dalam sehari pada 24 Oktober 2022. Berdasarkan fund fact sheet periode September 2022, portofolio investasi reksadana ini ialah saham PT Aneka Tambang Persero Tbk (ANTM), TD Bank BTN, TD Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA).

Sedangkan reksadana ​​Prospera BUMN Growth Fund yang dikelola oleh PT Prospera Asset Management, mencetak imbal hasil (return) 1,07% dalam sehari pada 24 Oktober 2022. Berdasarkan fund fact sheet periode September 2022, portofolio investasi reksadana ini ialah saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk PTBA), dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Romainah/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.