Indeks Saham Naik, Reksadana Pendapatan Tetap Syailendra dan MNC AM Mantap

Abdul Malik • 25 Aug 2022

an image
Ilustrasi investasi di Surat Berharga Negara (SBN) Ritel termasuk SBR, SR, ST dan ORI, serta reksadana pendapatan tetap. (Shutterstock)

Syailendra Pendapatan Tetap Premium dan MNC Dana Syariah mencatat imbal hasil 5,64% dan 4,84% sepanjang tahun berjalan

Bareksa.com – Berikut kinerja reksadana yang diperdagangkan di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta indeks acuannya periode sebulan terakhir (per 24 Agustus 2022) :

Reksadana Saham

IHSG : 4,47%
Indeks Reksadana Saham : 3,45%
Sucorinvest Maxi Fund : 8,34%

Indeks Reksadana Saham Syariah : 2,14%
Simas Syariah Unggulan : 5,66%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 2,34%
Sucorinvest Flexi Fund : 6,06%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 2,13%
Schroder Syariah Balanced Fund : 1,36%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: 1,54%
TRAM Strategic Plus : 3,23%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 1,01%
Majoris Sukuk Negara Indonesia : 1,79%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,28%
Sucorinvest Money Market Fund : 0,38%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,24%
Sucorinvest Sharia Money Market Fund : 0,34%

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 24 Agustus 2022 kembali naik 0,44% ke level 7.194,71. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 24/08/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di level 7,1% pada 24 Agustus 2022.

Di tengah kenaikan IHSG, di super app investasi Bareksa terdapat dua reksadana pendapatan tetap yang mampu mencetak imbal hasil (return) 5,64% dan 4,84% sejak awal tahun hingga 24 Agustus 2022 (year to date). Dua reksadana itu adalah Syailendra Pendapatan Tetap Premium dan MNC Dana Syariah. .

Reksadana Syailendra Pendapatan Tetap Premium, kelolaan Syailendra Capital mencetak return 5,64% secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Juli 2022, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi BBKP03ASBCN1, FR0046, FR0082, FR0091, INKP01BCN3, PT Link Net Tbk (LINK), LPPI01BCN2, MDKA03BCN1, SIBMTR03BCN1, dan WSKT03BCN1.

Sedangkan reksadana MNC Dana Syariah, kelolaan MNC Asset Management mencetak return 4,84% secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Juli 2022, portofolio investasi reksadana ini adalah Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Global Mediacom Tahap  I Tahun 2017 B, Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Global Mediacom Tahao II Tahun 2021 seri A, Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Global Medicaom Tahap I Tahun 2022 seri A, Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Moratelindo Tahap IV Tahun 2021 seri A, Sukuk Ijarah Berkelanjutan III PLN Tahap III 2019 seri C, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper Tahap I Tahun 2021 seri B, Sukuk Mudharabah Lontar Papyrus Pulp & Paper Indusrtry I Tahun 2018 seri B, Sukuk Mudharabah Oki Pulp & Paper Mills I Tahun 2021 seri B, Sukuk Mudharabah I Pindo Deli Pulp and Paper Mills Tahun 2022 seri B dan Sukuk Mudharabah I Waskita Karya Tahun 2022 seri A.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi,atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Reynaldi Gumay/AM)

* * * 

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.