Index Fund Dominasi Juara Cuan Saat Inflasi Melonjak, Ini Daftarnya

Abdul Malik • 03 Aug 2022

an image
Ilustrasi investasi di reksadana indeks. (Shutterstock)

Produk reksadana indeks & ETF menempati 5 dari 10 produk dengan imbal hasil tertinggi pada perdagangan kemarin

Bareksa.com - Mengakhiri perdagangan Selasa (2/8/2022), bursa saham Tanah Air berhasil ditutup pada positif setelah sebelumnya hampir bergerak seharian di zona merah. Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tipis 0,28% ke level 6.988,16.

Aktivitas perdagangan kemarin berlangsung tidak begitu ramai seperti biasanya dengan nilai transaksi Rp12,97 triliun, di mana investor asing terlihat cukup bersemangat dalam memborong saham Tanah Air dengan catatan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp863,0 miliar di pasar reguler.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi di bulan Juli 2022 meningkat 4,94% secara tahunan, atau lebih tinggi dari konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia di 4,83%.

Laju inflasi aktual bulan Juli menjadi yang tertinggi sejak bulan Oktober 2015. Kendati inflasi umum naik ke level tertinggi dalam lebih dari 6 tahun terakhir, tetapi inflasi inti masih terjaga. Mengacu pada laporan BPS, inflasi inti juga meningkat 2,86% secara tahunan, padahal sebelumnya hanya 2,63%.

Di sisi lain aktivitas sektor manufaktur RI juga masih ekspansif meski diwarnai dengan gejolak yang terjadi pada perekonomian global. Indeks PMI manufaktur Indonesia berada di posisi 51,3 pada Juli 2022, atau naik 1,1 poin dari bulan sebelumnya di 50,3. Kinerja ekonomi domestik yang masih solid sejauh ini menjadi katalis positif untuk aset berisiko seperti saham.

Di pekan ini, investor juga menanti rilis data pertumbuhan ekonomi untuk kuartal II 2022. Setelah mengalami ekspansi di kuartal pertama dengan pertumbuhan 5,01%, pelaku pasar masih memperkirakan ekonomi Indonesia di kuartal II 2022 bisa tumbuh ekspansif di laju 5,13%.

Namun kekhawatiran akan perlambatan bahkan resesi ekonomi global tampaknya masih menjadi sentimen penggerak pasar. Harga minyak mentah pun ambrol karena saat ekonomi melambat permintaan terhadap si emas hitam pun ikut turun. Harga minyak mentah acuan dunia turun ke bawah US$100 per barel seiring dengan dua raksasa ekonomi dunia yang mengalami perlambatan.

Tidak hanya di AS, perekonomian China juga bermasalah. PMI manufaktur China versi Caixin pada Juli 2022 berada di 50,4. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 51,7. Menurut versi Biro Statistik Nasional (NBS), PMI China lebih rendah lagi yaitu 49 pada Juli 2022. PMI di bawah 50 menandakan dunia usaha sedang mengalami kontraksi, tidak ada ekspansi.

Reksadana Indeks & ETF Dominasi Juara Cuan Harian

Kondisi pasar saham Indonesia yang mengalami kenaikan pada perdagangan kemarin, secara umum turut mendorong kinerja reksadana berbasis indeks saham (index fund) yang memang pergerakannya mencerminkan indeks saham yang menjadi acuannya.

Kenaikan indeks saham tersebut tentu akan mendorong kinerja reksadana berbasis indeks yang tersedia di Bareksa, di mana produk reksadana indeks & ETF atau index fundterlihat mendominasi imbal hasil (return) harian tertinggi pada perdagangan kemarin.

Sumber : Bareksa

Berdasarkan tabel tersebut, produk reksadana indeks & ETF atau index fund menempati 5 dari 10 produk dengan imbal hasil atau return tertinggi pada perdagangan kemarin, disusul 4 produk reksadana saham dan 1 produk reksadana campuran.

Lima index fund tersebut di antaranya Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A dengan imbal hasil 1,45% sehari. Kemudian disusul Reksa Dana Indeks Allianz SRI KEHATI Index Fund dengan cuan 1,32%, Reksa Dana Indeks BNP Paribas Sri Kehati dengan imbalan 1,31%, Reksa Dana UOBAM Indeks Bisnis-27 dengan return 0,94%, serta Reksa Dana Indeks Avrist IDX30 dengan imbal hasil 0,89%. 

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Adapun reksadana indeks atau index fund diartikan sebagai jenis reksadana yang kinerjanya mengacu pada indeks tertentu, bisa indeks saham bisa juga indeks obligasi.

Berbeda dengan reksadana konvensional yang berusaha mengalahkan kinerja tolok ukurnya (benchmark), justru target dari reksadana indeks adalah menyamainya. Jadi, daripada dikelola secara aktif, pendekatan dari reksadana indeks adalah secara pasif dengan menyusun portofolio investasi menyerupai indeks acuannya.

Karena komposisinya mirip atau bahkan sama persis dengan indeks acuannya, hasilnya juga tentunya akan mirip dengan indeks acuannya. Cara ini dikenal pula dengan strategi pengelolaan pasif (passive management strategy).

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan in
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.