Bisa DP Rumah Harga Rp1 Miliar Hasil Nabung Reksadana, Ini Caranya

Hanum Kusuma Dewi • 13 Jul 2022

an image
Ilustrasi sebuah keluarga di depan rumah impian hasil menabung reksadana. (Shutterstock)

Reksadana Syailendra Pendapatan Tetap Premium cocok untuk investasi jangka menengah dan investor berprofil risiko moderat

Bareksa.com - Memiliki rumah pribadi tentu menjadi impian semua orang. Menimbang harga rumah yang kian melangit di kawasan Ibukota dan sekitarnya, smart investor bisa memanfaatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) asal memiliki uang muka yang cukup. 

Mengumpulkan uang muka (DP) rumah untuk KPR merupakan tantangan tersendiri bagi smart investor yang baru memiliki penghasilan. Namun, hal itu masih bisa diraih dengan cara investasi reksadana. 

Sebagai contoh, harga rumah baru di kawasan selatan Jakarta sekitar Rp1 miliar. Lalu penghasilan saat ini, misalnya, ada di kisaran Rp15 juta, dan alokasi untuk menabung sekitar sepertiga dari gaji atau Rp5 juta. 

Tabel Ilustrasi Perhitungan Harga Rumah dan Penghasilan

Harga Rumah

Rp1.000.000.000

Penghasilan

Rp15.000.000

Target DP 30%

Rp300.000.000

Alokasi investasi (33%)

Rp5.000.000

Pinjaman KPR

Rp700.000.000



Smart investor bisa mulai menyisihkan Rp5 juta per bulan untuk menyiapkan uang muka. Misalkan target uang muka yang diinginkan adalah Rp300 juta atau 30 persen dari harga rumah, agar bisa mengajukan KPR ke bank. 

Nah, target DP 30 persen sekitar Rp300 juta ini bisa dicapai dengan menabung reksadana. 

Baca juga Syailendra Pendapatan Tetap Premium Kalahkan Benchmark dan Reksadana Sejenis, Apa Rahasianya?

Simulasi Reksadana

Dari berbagai macam reksadana, reksadana pendapatan tetap dapat dipilih untuk investasi jangka menengah sekitar 2-5 tahun. Reksadana yang berisikan efek surat utang atau obligasi ini juga cocok untuk investor dengan profil risiko moderat. 

Satu reksadana pendapatan tetap terbaik yang tersedia di super app Bareksa adalah Syailendra Pendapatan Tetap Premium (SPTP). Reksadana yang dikelola oleh Syailendra Capital ini mencatat imbal hasil (return) sebesar 56 persen dalam 5 tahun terakhir (data per 11 Juli 2022). 

Untuk memahami bagaimana mengumpulkan uang muka rumah dengan reksadana, mari kita gunakan simulasi yang berdasarkan data historis.

Misalkan smart investor mulai investasi awal senilai Rp5 juta pada 5 tahun yang lalu di reksadana SPTP. Kemudian, secara rutin, smart investor menambah investasi (top up) reksadana Rp5 juta per bulan. Maka modal total investasi selama 5 tahun adalah Rp305 juta. 

Karena ada pertumbuhan nilai reksadana pendapatan, total hasil investasi reksadana menjadi Rp384 juta. Artinya, ada pertumbuhan Rp79 juta, atau sekitar 25,9 persen dari modal investasi, seperti terlihat dalam grafik berikut ini. 

Grafik Simulasi Investasi Reksadana

Sumber: Bareksa.com 

Dengan hasil investasi senilai Rp384 juta tersebut, smart investor tentu bisa membayar uang muka rumah. Bahkan, masih ada uang lebihnya yang bisa digunakan untuk biaya-biaya serta membeli perabotan rumah. 

Selanjutnya, smart investor yang sudah terbiasa menabung reksadana Rp5 juta per bulan kini bisa melanjutkan kebiasaan tersebut untuk membayar angsuran KPR bulanan. Rumah seharga Rp1 miliar pun kini bukan lagi impian. 

Ayo mulai investasi reksadana untuk mewujudkan apapun tujuan keuangan smart investor!

(ADV)

* * * 

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data kinerja investasi yang tertera adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksa dana. Segala keputusan investasi merupakan tanggung jawab investor.