Simpan Uang Dana Usaha di Tabungan Bank Vs Reksadana, Pilih Mana?

Hanum Kusuma Dewi • 29 Jun 2022

an image
Ilustrasi seorang wanita pemilik usaha bisnis partner Grab Merchants yang sedang berpikir mengenai investasi reksadana untuk memaksimalkan cash management menggunakan Bareksa Bisnis. (shutterstock)

Pemilik bisnis dapat memaksimalkan kas usaha dengan reksadana melalui platform Bareksa Bisnis

Bareksa.com - Masyarakat sudah familier dengan tabungan bank untuk menyimpan uang yang relatif aman sekaligus mendapatkan imbal hasil berupa bunga. Bagi pemilik usaha, yang sedang berjuang mencari profit, cukupkah menyimpan dana kas hanya di rekening tabungan bank saja? 

Baru-baru ini, viral sebuah video di sosial media yang menunjukkan seorang nasabah kesal hingga merobek buku tabungannya. Alasannya, saldo rekening tabungan di bank berkurang, karena besarnya biaya admin dan potongan bulanan. 

Sebagai contoh, di Bank BRI, ada biaya admin sebesar Rp11.000 untuk saldo kurang dari Rp10 juta, sementara untuk saldo lebih dari Rp10 juta, biaya admin dikenakan Rp12.000. Di samping biaya admin, ada juga biaya bulanan kartu sebesar Rp2.000 untuk kartu classic dan Rp6.500 untuk kartu gold

Di sisi lain, bunga tabungan memang ada, tetapi besarannya hanya 0,7 persen per tahun. Bunga bisa mencapai 1,9 persen per tahun kalau tabungan di atas Rp1 miliar. Dan kalau saldo tabungan kurang dari Rp1 juta, mendapat 0 persen alias tidak mendapat bunga bank. 

Akibatnya, nasabah yang hanya menyimpan uang di rekening tabungan bank, semakin lama uangnya berkurang, bukannya bertambah. 

Baca juga Jangan Robek Buku Tabungan Karena Biaya Admin Bank, Investasi di Sini

Bagaimana cara menyimpan uang agar nilainya tidak berkurang?

Di samping rekening tabungan, ada alternatif menyimpan uang yang relatif aman tetapi berpotensi mendapatkan imbal hasil lebih tinggi daripada bunga bank, yaitu reksadana pasar uang. Reksadana adalah kumpulan dana masyarakat pemodal (investor) yang dikelola oleh manajer investasi untuk dimasukkan ke dalam aset-aset keuangan seperti deposito, obligasi dan saham. Reksadana adalah investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Adapun reksadana pasar uang adalah reksadana yang mayoritas portofolionya berisikan instrumen pasar uang, yaitu deposito, surat berharga negara atau obligasi dengan jatuh tempo kurang dari setahun. Dengan isi portofolio tersebut, sifat reksadana pasar uang memiliki risiko rendah dan sangat likuid. 

Dari mana reksadana bisa mendapatkan keuntungan? Nilai aktiva bersih (NAB) reksadana bisa tumbuh seiring dengan pertumbuhan aset-aset yang ada di dalamnya. Makanya, investor yang memegang reksadana bisa meraih keuntungan dari selisih NAB saat pembelian (subscription) dan pencairan (redemption). 

Sebagai ilustrasi, saat ini di super app investasi Bareksa, top 5 produk reksadana pasar uang mencatat imbal hasil (return) mulai dari 2,87 persen hingga 4,95 persen setahun terakhir (data per 27 Juni 2022). 

Sebagai catatan, keuntungan reksadana ini sudah bersih tidak dikenakan biaya admin atau potongan pajak lagi. Selain itu, berapapun modal investor baik Rp100.000 atau Rp100 juta, kesempatan untuk mendapatkan imbal hasilnya sama.  

Simulasi Investasi Reksadana

Seperti apa potensi keuntungan investasi reksadana dibandingkan menabung di rekening bank saja? Mari kita gunakan simulasi berdasarkan data historis di super app Bareksa. 

Misalkan seorang nasabah menyimpan Rp10 juta di tabungan bank dan Rp10 juta di reksadana pasar uang. Setelah setahun, simpanan di bank justru berkurang karena ada biaya admin dan biaya kartu bulanan, sementara bunga bank yang didapat tidak seberapa. 

Tabel Simulasi Reksadana Vs. Tabungan Bank*


Tabungan Bank

Reksadana Pasar Uang

Saldo awal


Rp10.000.000

Rp10.000.000

Biaya admin

Rp11.000 X 12 =

(132.000)

0

Biaya kartu

Rp2.000 X 12 =

(24.000)

0

Bunga (imbal hasil)

0,7%

70.000

495.000

PPh bunga

20% Bunga

(14.000)

0

Saldo akhir


Rp9.900.000

Rp10.495.000

Pertumbuhan


-1,00%

+4,95%

Sumber: Bareksa.com

*Kinerja top reksadana per 27 Juni 2022, biaya admin dan biaya kartu berlaku di Bank BRI

Namun, seperti terlihat dalam tabel, simpanan di reksadana pasar uang dalam setahun justru tumbuh 4,95 persen sehingga nilainya menjadi Rp10.495.000. Imbal hasil ini sudah bersih dan tidak terkena potongan admin atau pajak. 

Jadi, seperti hasil simulasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa menyimpan dana di reksadana pasar uang dapat memberikan imbal hasil yang lebih menguntungkan daripada menyimpan dana di rekening bank. Hal ini juga berlaku bagi institusi atau pemilik bisnis yang ingin investasi untuk memaksimalkan cash management

Baca juga Institusi Makin Mudah Investasi, Begini Keuntungan Transaksi di Bareksa for Business

Grab-Bareksa for Merchants

Apakah Anda seorang pemilik bisnis yang ingin memaksimalkan dana kas usaha? 

Super app investasi Bareksa dan super app terbaik di Asia Tenggara Grab kini berkolaborasi menyediakan solusi investasi khusus usaha, untuk membantu UMKM mitra Grab Merchant dalam mengelola keuangan dan memaksimalkan keuntungan usaha, melalui investasi reksadana dengan memanfaatkan platform Bareksa Bisnis (https://www.bareksa.com/bisnis).  

Semua mitra Grab Merchant dapat membuka akun di layanan ini, baik yang sudah berbadan hukum berupa CV maupun PT, ataupun yang masih dimiliki perseorangan. Bagi yang sudah berbadan hukum, syaratnya harus mendaftarkan NPWP badan usaha mereka. 

Para mitra Grab Merchant yang menjadi investor, akan mendapat pendampingan investasi oleh Relationship Manager yang berpengalaman dari Bareksa. Platform Grab-Bareksa For Merchants juga menyediakan berbagai fitur yang dibutuhkan, antara lain: otorisasi berlapis sebagai mekanisme kontrol perusahaan, notifikasi pengingat hasil investasi, serta laporan investasi yang lengkap untuk memudahkan pengelolaan manajemen kas perusahaan. 

Apa saja fitur di Bareksa Bisnis?

1. Multiple User Access
Beberapa stakeholder dapat masuk ke dalam akun institusi yang terdaftar.

2. Investment Report
Menyajikan laporan data investasi bagi para stakeholder.

3. Document Approval
Mendukung alur kerja institusi dalam bertransaksi.

4. Order Reminder
Sebagai pengingat untuk investasi secara rutin.

Keuntungan berinvestasi di Bareksa Bisnis

1. Terdaftar dan Diawasi OJK
Bareksa Bisnis memiliki lisensi sebagai agen penjual reksadana (APERD) di website OJK.

2. Sistem yang Aman
Bareksa Bisnis memiliki keamanan berlapis dengan tim support khusus jika terjadi kendala.

3. Lengkap & Mudah Diakses
Hanya dengan mengakses website tanpa perlu install aplikasi, dapatkan tampilan portfolio yang komprehensif.

4. Relationship Manager Berpengalaman
Dapatkan rekomendasi reksadana untuk perjalanan dan hasil investasi yang lebih optimal.

5. Gratis Biaya Transaksi
Investor Institusional tidak dibebankan biaya pembelian maupun penjualan. Kecuali produk reksadana dari MI Schroders dan Sinarmas.

Jadi ayo daftar di Bareksa Bisnis sebagai pemilik usaha dan kelola dana kas usaha lebih baik dengan reksadana. 

Baca juga Kunjungi Booth Grab-Bareksa for Merchant di PRJ Kemayoran, Banyak Promonya

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.