Reksadana Pendapatan Tetap Diprediksi Tumbuh 7 Persen Tahun Ini

Abdul Malik • 08 Feb 2022

an image
Ilustrasi investasi di reksadana pendapatan tetap. (Shutterstock)

Reksadana pendapatan tetap dengan mayoritas portofolio berisi obligasi/sukuk korporasi tenor menengah dinilai menarik

Bareksa.com - Reksadana pendapatan tetap dinilai akan tumbuh positif hingga 7 persen pada tahun ini. Sebaiknya investor dengan profil risiko seperti apa memilih reksadana pendapatan tetap?

"Secara keseluruhan, kinerja reksadana pendapatan tetap tahun ini diprediksi pada level 4 -7 persen. Reksadana pendapatan tetap dengan mayoritas berisi obligasi/sukuk korporasi tenor menengah masih menarik," kata Head of Investment Avrist Asset Management, Ika Pratiwi Rahayu kepada Bareksa, Senin (7/2/2022).

Ika melanjutkan jika dilihat dari jenisnya yaitu Surat Utang Negara dan obligasi/sukuk korporasi, maka kinerja reksadana pendapatan tetap yang mayoritas berisi obligasi/sukuk korporasi diprediksi akan lebih baik dari reksadana pendapatan tetap yang berisi SUN. 

Alasannya, kata Ika, perkiraan tapering dan kenaikan suku bunga yang dipercepat sehingga membuat volatilitas SUN cukup tinggi. "Sedangkan obligasi/sukuk korporasi akan didukung oleh pemulihan ekonomi yang terus berjalan dan meningkatnya minat emiten untuk mencari pendanaan," ujar Ika.

Untuk diketahui sepanjang 2021, IHSG berhasil mencatatkan kenaikan 10,08 persen. Namun kenaikan IHSG, secara umum ternyata belum mampu mendongkrak kinerja reksadana berbasis saham yang justru menorehkan kinerja paling tertinggal dibandingkan jenis lain, menurut indeks reksadana Bareksa.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan data Bareksa, indeks reksadana saham menjadi yang paling rendah pertumbuhannya dibandingkan dengan kenaikan hanya 0,32 persen. Satu tingkat di atasnya, indeks reksadana pendapatan tetap tercatat bertambah 2,01 persen.

Adapun di peringkat kedua terbaik diraih oleh indeks reksadana campuran dengan kenaikan 2,68 persen. Alhasil yang menjadi juara pada tahun lalu justru ditorehkan oleh indeks reksadana pasar uang yang tumbuh 2,93 persen.

Reksadana Pendapatan Tetap adalah

Melansir laman resmi Schroder Indonesia, reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang berinvestasi minimum 80 persen di instrumen pendapatan tetap. Instrumen dimaksud antara lain surat utang obligasi, sukuk yang jatuh temponya lebih dari satu tahun.

Reksadana pendapatan tetapmemiliki risiko yang relatif lebih tinggi dibandingkan reksadana pasar uang. Meski begitu, reksadana ini memberikan potensi hasil investasi yang lebih tinggi dari reksadana pasar uang dan deposito.

Karena hal tersebutlah, reksadana pendapatan tetap sesuai untuk investor yang memiliki profil risiko konservatif – moderat untuk tujuan jangka menengah sekitar 1 tahun hingga 3 tahun.

Reksadana ini juga sering dijadikan sebagai pilihan investasi oleh investor dengan profil risiko yang lebih tinggi sebagai diversifikasi portofolio investasi atau ketika pasar saham mengalami ketidakpastian.

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

Investasi Sekarang

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.