Bareksa Update : Pasar Tunggu Kepastian Perpanjangan PPKM, Lihat Reksadana Ini

Abdul Malik • 02 Aug 2021

an image
Ilustrasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang berpengaruh terhadap kinerja pasar modal, termasuk reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Kinerja IHSG sepanjang pekan pertama Agustus 2021, masih akan cenderung bergerak fluktuatif menanti kepastian perpanjangan PPKM

Bareksa.com - Menutup transaksi bulan Juli 2021, sepanjang pekan lalu indeks saham (IHSG) mengalami penurunan 0,52 persen ke level 6,070 seiring aksi jual investor asing pada akhir pekan sekitar Rp354 miliar. Hal ini menekan kinerja mayoritas reksadana saham dan reksadana indeks.

Menurut analisis Bareksa, kinerja IHSG sepanjang pekan ini atau yang merupakan pekan pertama Agustus 2021, masih akan cenderung bergerak fluktuatif menanti kepastian perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4 serta perkembangan kasus harian Covid-19.

Di sisi lain, harga obligasi pemerintah mengalami penguatan menjelang rilis data ekonomi pekan ini, yakni data tingkat daya beli masyarakat (inflasi) yang diperkirakan masih akan terkendali.

Penguatan SBN turut mendorong kenaikan reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN). Tren kenaikan kasus harian Covid-19 yang masih berada pada level tinggi membuat investor cenderung melakukan pembelian instrumen investasi yang risikonya dianggap lebih rendah seperti obligasi negara.

Meskipun pasar saham dan obligasi masih dibayangi sentimen Covid-19, investor dengan profil risiko agresif dan moderat bisa mempertimbangkan beberapa produk reksadana di Bareksa yang cukup tahan banting di tengah ketidakpastian saat ini. Berapa produk reksadana tersebut adalah sebagai berikut :

Imbal Hasil Reksadana 1 Tahun (30 Juli 2021) :

Reksadana Saham

Eastspring Investments Value Discovery Kelas A : 31,39 persen
TRIM Kapital : 24,86 persen

Rekesadana Indeks

Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund : 1,05 persen
BNP Paribas Sri Kehati : -4,93 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

TRAM Strategic Plus : 8,89 persen
Manulife Obligasi Negara Indonesia II Kelas A : 7,89

(Sigma Kinasih/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.