Antara Reksadana Rupiah dengan Dolar AS, Apa Kekurangan dan Kelebihannya?

Abdul Malik • 30 Mar 2021

an image
Karyawan menunjukkan tumpukan uang rupiah dan dolar AS di Bank Mandiri Syariah, Jakarta, Senin (20/4/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Reksadana dolar AS biasanya digunakan untuk tujuan keuangan yang membutuhkan dolar AS seperti biaya pendidikan anak di luar negeri

Bareksa.com - Salah satu instrumen investasi yang mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa waktu terakhir adalah reksadana. Investasi reksadana dikenal sebagai investasi yang mudah, terpercaya dan menghasilkan keuntungan yang cukup menarik.

Hal tersebut dikarenakan investasi reksadana dikelola oleh manajer investasi (MI) yang sudah profesional dan berpengalaman di bidangnya. Jadi, jika Anda tidak memiliki waktu dan pengetahuan yang cukup untuk mengatur investasi Anda, maka investasi reksadana dapat dijadikan pilihan yang tepat.

Jenis reksadana beragam, mulai dari berdasarkan jenis portofolio maupun mata uang yang digunakannya. Berdasarkan peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), terdapat 3 mata uang yang diperbolehkan untuk suatu reksadana di Indonesia.

Mata uang tersebut adalah rupiah, dolar AS, dan euro. Tapi, pada praktiknya baru ada 2 mata uang yang digunakan, yaitu rupiah dan dolar AS.

Dengan demikian, maka manajer investasi (MI) dapat menggunakan mata uang, baik rupiah maupun dolar AS. Jika berdasarkan jenis reksadananya, sebenarnya tidak ada perbedaan jenis reksadana dengan mata uang rupiah atau pun dengan dolar AS.

Walau pun jumlah reksadana dolar AS tersebut belum terlalu banyak, namun dari tahun ke tahun jumlahnya terus bertambah. Hal tersebut tak lain dikarenakan reksadana ini memang semakin diminati masyarakat.

Reksadana ini digunakan untuk tujuan keuangan yang membutuhkan dolar AS seperti contohnya untuk biaya pendidikan anak di luar negeri dan mengembangkan kekayaan investor dalam bentuk dolar AS.

Perbedaan Reksadana Rupiah dan Reksadana Dolar AS


Reksadana Rupiah

Reksadana Dolar AS

Harga Reksadana atau Nilai Aktiva Bersih per Unit (NAB/Unit)

Dimulai dari Rp1.000, menggunakan 2 atau 4 angka dibelakang koma.

Dimulai dari US$1, dipastikan menggunakan minimal 4 angka di belakang koma.

Biaya Transfer Dana

Hanya dikenakan biaya transfer jika berbeda bank.

Setiap kali transfer akan dikenakan berbagai biaya. Mulai dari biasa komisi bank pengirim, biaya bank koresponden, biaya same day (agar uang dapat diterima di hari yang sama), biaya full amount (agar nominal uang yang diterima sesuai dengan yang dituliskan).

Risiko Nilai Tukar

Tidak memiliki risiko nilai tukar, karena seluruh transaksi menggunakan Rupiah.

Jika kurs dolar AS menguat terhadap rupiah maka dapat membuat kinerja reksadana menjadi berkurang. Sedangkan jika kurs dolar AS melemah terhadap rupiah maka reksadana bisa mendapatkan keuntungan ganda dari kenaikan harga saham dan kurs.

Asumsi Imbal Hasil (Return)

Sesuai dengan kenaikan atau penurunan yang terjadi pada instrumen aset, tidak terkait dengan faktor kurs.

Pada obligasi dolar AS maka akan memberikan kupon yang lebih kecil jika dibandingkan dengan obligasi rupiah. Sedangkan untuk saham sebenarnya tergantung. Jika pada tahun yang bersangkutan mata uang dolar AS melemah maka return pada reksadana saham dolar AS dapat lebih tinggi dari pada reksadana saham rupiah, begitu juga sebaliknya.

Sumber : berbagai sumber

Reksadana dengan Mata Uang Dolar AS di Bareksa

Bagi Anda yang tertarik untuk berinvestasi ke produk reksadana dengan denominasi mata uang dolar AS, di Bareksa saat ini terdapat 6 produk yang bisa menjadi pilihan. Berikut daftarnya :

Sumber: Bareksa

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Apapun pilihan instrumen investasi kamu, pastikan sesuai dengan profil risiko kamu ya!

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

​​Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.