Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Air, Reksadana Indeks Ini Catat Kinerja Paling Moncer

Abdul Malik • 08 Dec 2020

an image
Petugas memindahkan vaksin COVID-19 setibanya di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Senin (7/12/2020). Vaksin COVID-19 produksi perusahaan farmasi Sinovac, China tersebut disimpan dalam ruangan pendingin dengan suhu 2-8 derajat celcius, selanjutnya akan dilakukan pengambilan sampel untuk pengujian mutu oleh tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Bio Farma. ANTARA FOTO/HO/Setpres-Muchlis Jr/wpa/hp.

IHSG ditutup melonjak 2,07 persen ke level 5.930,75 pada perdagangan kemarin

Bareksa.com - Mengawali pekan kedua Desember 2020, bursa saham Tanah Air langsung tancap gas. Pada perdagangan Senin (7/12/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 2,07 persen ke level 5.930,75. Mengutip data RTI, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih Rp367,33 miliar di keseluruhan pasar dengan nilai transaksi kemarin menyentuh Rp17,32 triliun. Terpantau 364 saham naik, 126 saham turun, sisanya 138 stagnan.

Kedatangan vaksin Sinovac ke Tanah Air menjadi sentimen positif tersendiri pada perdagangan kemarin. Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin yang diangkut menggunakan pesawat milik maskapai PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), pesawat jenis Boeing 777-300ER tersebut mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pukul 21.25 WIB pada Ahad (6/12/2020).

Vaksin diangkut dengan menggunakan kontainer khusus bertuliskan ENVIROTAINER berkode RAP81179PC. Tampak beberapa petugas langsung menyemprot kontainer yang baru tiba tersebut. Envoritainer merupakan sebuah perusahaan global yang dikenal menyediakan penyimpanan dengan pengaturan suhu untuk produk farmasi termasuk obat-obatan dan vaksin.

Pengangkutan vaksin memang tidak bisa sembarangan. Vaksin harus disimpan dengan suhu tertentu agar tetap berkhasiat. Termasuk vaksin COVID-19 Sinovac yang harus disimpan dalam suhu tertentu agar saat disuntikkan ke masyarakat memberikan daya kebal terhadap virus Corona baru atau SARS-CoV-2.

Kehadiran vaksin Covid-19 di Tanah Air tersebut pun mendapat sambutan dari RI-1 Joko Widodo(Jokowi). Kehadiran 1,2 juta vaksin COVID-19 ini merupakan sebuah kabar baik bagi masyarakat Indonesia. Diharapkan, dengan adanya vaksin ini, upaya pemerintah dan masyarakat mengendalikan virus Corona bisa terwujud.

"Saya ingin menyampaikan satu kabar baik bahwa pemerintah sudah menerima 1,2 juta dosis vaksin COVID-19," kata Presiden Jokowi. "Vaksin ini buatan Sinovac yang kita uji secara klinis di Bandung sejak Agustus 2020 lalu," lanjutnya.

Tunggu Izin BPOM

Dalam sambutannya Jokowi juga menyampaikan penggunaan vaksin ini menunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tentu saja ini menjadi kabar baik bagi pasar maupun ekonomi Indonesia ke depan terutama tahun 2021 mengingat performa keduanya masih nyungsep di sepanjang tahun ini akibat merebaknya pandemi.

Sementara itu cadangan devisa (cadev) Indonesia kembali mengalami penurunan di bulan November, meski cukup tipis. Tetapi, jika melihat ke belakang cadev sudah mengalami penurunan dalam 3 bulan beruntun. Pada Senin (7/12/2020), Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa hingga akhir bulan lalu sebesar US$133,6 miliar. Turun US$100 juta dibandingkan Oktober 2020 yang sebesat US$ 133,7 miliar.

Reksadana Indeks Ini Catatkan Return Tertinggi

Kondisi IHSG yang naik cukup tajam pada perdagangan kemarin, turut mendorong kinerja reksadana indeks yang memang pergerakannya sangat mirip dengan indeks saham acuannya.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan reksadana indeks yang dijual di Bareksa, 4 dari 6 reksadana indeks yang tersedia berhasil mencatatkan kenaikan yang melebihi IHSG pada perdagangan kemarin, di mana yang paling moncer dicatatkan oleh Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund.

Produk yang dikelola oleh PT Syailendra Capital ini menjadikan saham-saham dalam indeks MSCI Indonesia sebagai underlying asset-nya. Mengacu pada website MSCI Indonesia, saat ini hanya terdapat 22 saham yang masuk ke dalam konstituen indeks MSCI Indonesia per 3 Desember 2020.

Nama Saham

Kode Saham

Bobot (%)

Harga Penutupan (7/12/2020)

1 Hari (%)

INDAH KIAT PULP & PAPER

INKP

1.94

10,600

11.29

BARITO PACIFIC

BRPT

2.29

1,220

8.93

BANK NEGARA INDONESIA

BBNI

3.32

6,650

4.72

INDOCEMENT TUNGGAL

INTP

1.47

14,875

4.02

ADARO ENERGY PT

ADRO

1.43

1,485

3.48

GUDANG GARAM

GGRM

1.46

45,475

3.35

ASTRA INTERNATIONAL

ASII

7.92

5,850

2.63

TELKOM INDONESIA

TLKM

11.04

3,330

2.46

BANK RAKYAT INDONESIA

BBRI

16.34

4,400

2.33

BANK CENTRAL ASIA

BBCA

21.51

32,600

2.03

UNITED TRACTORS

UNTR

3.03

26,975

1.79

BANK MANDIRI

BMRI

8.37

6,700

1.52

MERDEKA COPPER GOLD

MDKA

1.34

2,030

1.50

INDOFOOD SUKSES MAKMUR

INDF

2.09

7,100

1.07

PERUSAHAAN GAS NEGARA

PGAS

1.07

1,465

1.03

UNILEVER INDONESIA

UNVR

3.92

7,675

0.99

KALBE FARMA

KLBF

2.10

1,485

0.68

SEMEN INDONESIA

SMGR

2.33

11,750

0.64

ACE HARDWARE INDONESIA

ACES

0.75

1,630

0.31

SARANA MENARA NUSANTARA

TOWR

1.62

1,055

0.00

INDOFOOD CBP SUKSES

ICBP

1.55

9,950

0.00

CHAROEN POKPHAND INDO

CPIN

3.11

6,300

-1.18

Sumber: website MSCI, diolah Bareksa

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa saham-saham dalam indeks MSCI mayoritas (19 saham) mengalami kenaikan harga pada perdagangan kemarin, 2 saham stagnan, dan 1 saham tercatat melemah. Dengan kondisi tersebut, maka sangat wajar jika reksadana yang komposisi portofolionya mengacu kepada indeks ini turut mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan.

Perlu diketahui, reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana indeks dikelola secara pasif dan berisikan aset saham-saham dalam indeks acuannya, yang bisa berfluktuasi dalam jangka pendek. Oleh sebab itu, reksadana indeks cocok untuk investasi jangka panjang dan untuk investor bertipe agresif.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

​DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.