Keuntungan Lima Reksadana Pendapatan Tetap Ini Kalahkan IHSG

Bareksa • 28 Jun 2019

an image
Ilustrasi investasi reksadana pendapatan tetap fixed income fund obligasi korporasi surat utang negara surat berharga yang disimbolkan dengan keyboard dan kunci

Lima reksadana pendapatan tetap terbaik di Bareksa dari sisi return memberikan keuntungan 9 - 10 persen dalam setahun

Bareksa.com - Pergerakan pasar obligasi Indonesia tercatat masih dalam tren penguatannya. Adapun yield obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun (dijadikan benchmark) juga menguat dari 8 persen di bulan Mei menjadi 7,44 persen saat ini. Kondisi itu turut memberikan dorongan bagi kinerja reksadana yang memiliki obligasi dalam portofolionya.

Tujuan utama berinvestasi adalah mendapatkan imbal hasil (return) yang maksimal sehingga kita bisa memenuhi kebutuhan di masa depan tanpa khawatir adanya inflasi. Investasi reksadana bisa menjadi pilihan bagi masyarakat karena modalnya terjangkau dan kini bisa dibeli secara online, seperti di marketplace investasi Bareksa.

Untuk investor yang memiliki tujuan keuangan jangka menengah (1-3 tahun), reksadana jenis pendapatan tetap bisa menjadi pilihan. Reksadana jenis ini mengalokasikan dana investasinya dalam portofolio pendapatan tetap dan dikombinasikan dengan instrumen pasar uang (deposito).

Secara lebih rinci, reksadana saham menempatkan asetnya minimal 80 persen di pendapatan tetap. Sedangkan sisanya, yakni maksimal 20 persen akan ditempatkan pada instrumen pasar uang (termasuk deposito).

Tujuan reksadana pendapatan tetap adalah untuk pertumbuhan harga dan pendapatan. Risiko reksadana pendapatan tetap bersifat moderat dengan potensi tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi dibandingkan reksadana pasar uang (yang memiliki aset mayoritas pada aset deposito).

Di marketplace investasi Bareksa, saat ini terdapat 43 produk reksadana pendapatan tetap yang bisa dibeli. Dalam jangka waktu satu tahun (hingga 27 Juni 2019), mayoritas produk reksadana ini bisa memberikan return positif.

Bahkan, lima reksadana pendapatan tetap terbaik di Bareksa dari sisi return bisa memberikan keuntungan 9 persen hingga 10 persen dalam satu tahun, bahkan mengalahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kelima reksadana tersebut adalah Prospera Obligasi Plus, BNP Paribas Prima USD, Victoria Obligasi Negara, Syailendra Fixed Income Fund, dan Cipta Bond.

Top 5 Reksadana Pendapatan Tetap Return Tertinggi 1 Tahun (per 26 Juni)

Sumber : Bareksa

Dalam 1 tahun terakhir, kelima produk reksadana pendapatan tetap tersebut memberikan return lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan 8,32 persen yang dicatatkan IHSG, sebagai acuan untuk pasar modal Indonesia.

Selain itu, kinerja reksadana tersebut juga lebih tinggi dibandingkan reksadana sejenis, tercermin dalam indeks reksadana pendapatan tetap di Bareksa, yang tumbuh 6,51 persen dalam 1 tahun terakhir.

Perbandingan Return Reksadana Pendapatan Tetap, IHSG dan Indeks Reksadana Pendapatan Tetap 1 Tahun

Sumber: Bareksa.com

Perlu diingat, reksadana pendapatan tetap memiliki risiko yang moderat dengan potensi keuntungan yang juga moderat, sehingga cocok untuk investasi jangka menengah. Untuk kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.