
Bareksa.com – Dalam tiga bulan pertama tahun ini, nampaknya pasar saham Indonesia mengalami tren yang menanjak. Hal ini tercermin dari pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menghasilkan return 6,25 persen, secara year-to-date (YTD). Bahkan pencapaian kinerja IHSG ini, lebih besar dibandingkan dengan kinerja di tahun lalu pada periode yang sama, yakni hanya sekitar 4,22 persen.
Penguatan pasar saham ini disinyalir karena kondisi ekonomi yang stabil dan mampu menopang gejolak ekonomi global yang dapat menggoyahkan pasar saham dalam jangka waktu yang relatif pendek. Hal ini tentunya, turut mendongkrak kinerja reksa dana saham yang menjadikan saham sebagai aset utama dalam pengelolaan portofolionya.
Grafik: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Sumber: Bareksa.com
Hal ini seperti yang terjadi pada reksa dana Sucorinvest Maxi Fund, salah satu produk reksa dana yang diperdagangkan pada Marketplace Reksa Dana Bareksa. Reksa dana saham kelolaan PT Sucor Asset Management ini tercatat membukukan pertumbuhan return yang sangat signifikan sejak awal tahun hingga saat ini (per tanggal 11 April 2017) yakni sebesar 20,61 persen.
Tidak hanya itu, dengan return yang melebihi tiga kali lipat dari IHSG, produk ini juga berhasil menduduki jajaran reksa dana penghasil keuntungan tertinggi di sepanjang tahun ini, berdasarkan data Bareksa seperti tampak pada tabel di bawah ini.
Tabel: Daftar Reksa Dana Saham
Sumber: Bareksa.com
Reksa dana ini diluncurkan sejak 01 Oktober 2014 dan memiliki potensi menghasilkan return yang lebih besar lagi dalam jangka panjang. Hal ini mengingat kinerja yang dihasilkan oleh reksa dana ini sangat baik meskipun usianya belum genap 3 tahun.
Pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan akan tumbuh sekitar 5,1-5,3 persen di tahun ini, memberikan peluang reksa dana ini dapat tumbuh lebih besar lagi hingga akhir tahun. Seperti yang tercantum pada fund fact sheet reksa dana, produk ini menempatkan sebagian besar asetnya pada sektor-sektor yang potensial seperti pertambangan, perdagangan, dan konsumsi.
Selain itu, PT Sucor Asset Management sendiri selaku pengelola portofolio reksa dana ini memiliki strategi atau kebijakan khusus yang digunakan untuk meningkatkan kinerja reksa dana. Strategi itu disebut ‘the second level thinking’ yang cenderung menganalisa dampak lain dari adanya suatu fenomena pasar keuangan. (Baca Juga: Hasilkan Return 5 Kali Lipat IHSG, Ini Strategi Pengelolaan Sucorinvest Fund)
Dalam hal ini, meski produk ini memiliki potensi imbal hasil yang besar, investor juga perlu memahami bahwa risikonya pun relatif tinggi (high risk high return). Sebab, seperti yang terlihat pada grafik sebelumnya, aset utama dalam portofolio reksa dana yang berupa saham cukup fluktuatif dalam jangka waktu yang relatif pendek akibat perubahan sentimen ekonomi baik dalam ataupun luar negeri.
Oleh karena itu, produk ini cocok bagi investor yang memiliki profil risiko tinggi dan siap menerima risiko penurunan aset dalam jangka pendek (risk taker). Kemudian, bagi investor yang sudah paham mengenai konsep investasi reksa dana dan berprofil risiko moderat, produk ini pun dapat menjadi pilihan alternatif untuk tujuan investasi dalam jangka panjang atau di atas lima tahun. (hm)
*
Ingin berinvestasi reksa dana?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini
- Belajar reksa dana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS
DISCLAIMER
Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana..