
Bareksa.com – PT Ayana Land International Tbk (NASA) hari ini telah mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia. Pada perdagangan perdananya, perseroan mematok harga penawaran saham perdana sebesar Rp 103 per saham dengan nilai nominal saham sebesar Rp 100.
Perseroan menawarkan saham perdana di pasar sebanyak-banyaknya 3 miliar saham atau 27,27 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga pelaksanaan tersebut, maka emiten properti ini meraih dana segar sekitar Rp 309 miliar melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).
Saat pembukaan perdagangan, belum terlihat adanya transaksi pada saham NASA atau stagnan di level Rp 103 per saham. Namun, setelah jeda 5 menit, saham NASA mulai bergerak naik ke level Rp 175 per saham atau mengalami kenaikan 72 poin (69,9 persen).
Dana IPO akan digunakan untuk penyertaan modal entitas anak usahanya yaitu PT Ayana Hotels Indonesia (AHI) sebesar 25 persen. Selain itu, sebesar 75 persen modal Ayana Land juga akan digunakan untuk meningkatkan modal entitas anak yaitu PT Ayana Property International (API).
NASA Kelebihan Permintaan 110 Kali
Sebelumnya, penawaran saham perdana PT Ayana Land Internasional Tbk mencatatkan kelebihan permintaan hingga 110 kali. Direktur PT Jasa Utama Capital Sekuritas, Deddy Suganda Widjaja, mengungkapkan, harga perdana emiten properti ini Rp 103 per saham. Dia mengungkapkan pemesanan melalui pooling dan fixed allotment mencatatkan kelebihan permintaan.
Deddy mengungkapkan waran dengan kode saham NASA-W dikeluarkan dengan perbandingan 110 saham perdana, dapat 9 waran. Dia menilai, respons pasar sangat positif terhadap bisnis properti yang digarap oleh Ayana Land.
Meskipun pada tahun ini Ayana diprediksi belum mampu membukukan laba bersih, sambungnya, pada tahun kedua dan ketiga NASA akan membukukan laba bersih. Alasannya, proyek NASA masih dalam pembangunan, kecuali Green Host Hotel di Yogyakarta yang okupansinya sudah mencapai 80 persen.
Transaksi Minim, Banyak Investor Tidak Mau Lepas Sahamnya
Hingga pukul 11.51 WIB, saham NASA diperdagangkan menguat 70 persen di level Rp 175 per lembar, setelah dibuka perdagangannya di harga Rp 103 per saham. Dengan total transaksi hanya Rp 263 ribu dan hanya ada 1.500 lembar saham yang ditransaksikan.
Menurut Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Samsul Hidayat, sempat terhentinya sementara saham NASA bukan karena saham tersebut sepi peminatnya. Akan tetapi, banyak investor cenderung menahan saham mereka. Dalam masa penawaran umum perdana, saham Ayana Land telah mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 110 kali.
"Ini kan kelihatannya banyak investor yang tidak mau lepas sahamnya, Penawaran Umumnya juga over subscribed banyak," kata Samsul saat ditemui di kantornya di Jakarta, seperti dikutip Kumparan.com, Senin, 7 Agustus 2017.
Grafik : Pergerakan Intraday NASA
Sumber : Bareksa.com
Justru menurut Samsul, saham Ayana Land banyak diminati oleh para investor. Lantaran Ayana Land juga memberikan insentif bagi para pemegang saham dengan menerbitkan Waran Seri I 2,7 miliar saham atau sebanyak 33,75 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
"Karena enggak ada yang mau jual, orang yang mau beli banyak tapi sayang kalau dijual semua karena kan ada sweetenernya, ada waran Rp 105 itu jadi kalau punya 10 saham dapat 9 waran," jelasnya.
Tak hanya itu, Samsul juga mengungkapkan, dengan diberikannya Waran sebagai insentif maka para investor akan mendapatkan keuntungan.