
Konten ini merupakan kerja sama Bareksa dengan CryptoWave x TRIV Research.
Bareksa – Harga Bitcoin (BTC) berada di US$80.523 per Kamis (5/11/2026) pukul 15.39 WIB, menurut Yahoo Finance. Posisi ini hanya sekitar 1,7% di bawah US$81.865, level yang menurut analis menjadi kunci konfirmasi penguatan. Harga melonjak sekitar 4% pada Rabu (4/11) setelah sempat tertekan ke kisaran US$76.700 pada awal pekan.
Mengutip riset CryptoWave x TRIV Research (5/11/2026), pemulihan ini ditopang kembalinya arus masuk bersih ke ETF spot Bitcoin pada 4 November, setelah tiga hari perdagangan sebelumnya mencatat arus keluar. Sentimen juga terbantu turunnya harga minyak Brent ke kisaran US$93 per barel dan meredanya ketidakpastian politik AS, yang berpotensi meredakan tekanan inflasi.
ETF spot Bitcoin (exchange-traded fund) adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa saham AS dan memegang Bitcoin secara langsung. Arus dananya kerap dipakai sebagai petunjuk minat investor institusi, karena banyak dipakai manajer investasi dan dana pensiun.
Research Supported by CryptoWave |
Yang terjadi: ETF spot Bitcoin kembali mencatat arus masuk bersih, dan Bitcoin memantul ke US$80.523, mendekati level kunci US$81.865.
Penyebab utama: kembalinya minat institusi, turunnya harga minyak yang meredakan ekspektasi inflasi, dan meredanya ketidakpastian politik AS.
Yang perlu dicermati: kemampuan Bitcoin menembus US$81.865 dengan volume solid, konsistensi arus ETF, serta data inflasi Oktober.
Indikator | Data Terakhir | Keterangan |
Harga BTC (5/11/2026, 15.39 WIB) | US$80.523 | Naik sekitar 4% pada 4/11 |
Arus ETF spot Bitcoin (4/11) | Arus masuk bersih | Setelah 3 hari arus keluar |
Level konfirmasi penguatan | US$81.865 | Sekitar 1,7% di atas harga terakhir |
Harga minyak Brent | Sekitar US$93 per barel | Turun seiring meredanya tensi AS–Iran |
Crypto Fear and Greed Index | 42 (netral) | Naik dari 36 sepekan lalu |
Sumber: CryptoWave x TRIV Research (5/11/2026), Coinglass, Yahoo Finance, CoinMarketCap.
Data Coinglass dalam riset CryptoWave menunjukkan serapan ETF spot Bitcoin pada 4 November terkonsentrasi pada produk besar seperti IBIT dan FBTC. Di saat yang sama, data CryptoQuant menunjukkan penarikan Bitcoin dari bursa ke penyimpanan pribadi (cold storage) masih dominan, sehingga pasokan yang siap dijual di bursa ikut berkurang.
Menurut riset CryptoWave, pelaku institusi masih cenderung menunggu (wait-and-see), tetapi pola serapan bertahap ini memperkecil risiko aksi jual besar dan menjadi penopang daya tahan pasar jangka pendek. Indeks Fear and Greed CoinMarketCap pun naik ke 42 (netral) dari 36 (takut) sepekan lalu.
Grafik 1. Sentimen pasar kripto membaik ke zona netral.
|Sumber: CoinMarketCap via CryptoWave x TRIV Research, data 5/11/2026.
Daftar Akun Crypto RWA di Sini
Dari sisi makro, harga minyak Brent turun ke kisaran US$93 per barel setelah Presiden Trump menyatakan belum berencana segera menyerang Iran, sementara perundingan yang dimediasi Qatar dan Pakistan masih berjalan. Minyak yang lebih murah berpotensi meredakan inflasi, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember ikut melunak.
Hasil pemilu sela AS juga memberi kejelasan. Berdasarkan data The Associated Press (per 5/11/2026 pukul 10.20 WIB), Demokrat meraih mayoritas di DPR (240 kursi) dan Senat (54 kursi). Menurut CryptoWave, kondisi ini mengubah ekspektasi arah kebijakan AS, termasuk anggaran, pajak, dan regulasi aset kripto.
Mengutip riset CryptoWave x TRIV Research (5/11/2026), berikut level harga yang dicermati analis:
Harga Terakhir: US$80.523 per Kamis (5/11/2026) pukul 15.39 WIB.
Arah Jangka Pendek: cenderung menguat secara hati-hati (cautiously bullish) selama harga bertahan di atas support harian.
Batas Bawah Penting (support): US$76.310–78.036 (harian) dan sekitar US$65.000 (mingguan).
Batas Atas Terdekat (resistance): US$82.549–84.008, lalu US$85.753–86.850, dengan target optimum US$95.000–97.000.
Analisis: penembusan US$81.865 dengan volume solid berpotensi membuka jalan menuju US$85.753–86.850. Sebaliknya, penutupan harian di bawah US$76.310 akan membatalkan skenario penguatan dan membuka risiko pelemahan ke area US$65.000.
Support adalah level harga yang kerap menahan penurunan; resistance adalah level yang kerap menahan kenaikan.
Grafik 2. Harga Bitcoin dan level teknikal penting.
Sumber: Yahoo Finance (harga 5/11/2026 pukul 15.39 WIB), level teknikal dari CryptoWave x TRIV Research.
Pantau data inflasi: data inflasi Oktober menjadi penentu utama keputusan The Fed pada Desember dan arah aset berisiko.
Perhatikan level penting: US$81.865 menjadi batas konfirmasi penguatan, sedangkan US$76.310 batas bawah yang perlu dijaga.
Cermati arus ETF: konsistensi arus masuk ETF spot menjadi petunjuk minat investor besar.
Jaga porsi: aset kripto dapat ditempatkan sebagai porsi kecil sesuai profil risiko, diimbangi aset yang lebih stabil seperti reksadana pasar uang atau SBN Ritel.
Masa transisi Kongres: periode hingga pelantikan Kongres baru pada awal Januari dinilai rawan perubahan arah kebijakan, termasuk terkait Iran.
Inflasi dan suku bunga: data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat menghidupkan kembali ekspektasi kenaikan bunga The Fed.
Krisis kepercayaan bursa: dampak insiden Binance masih membayangi sentimen pasar kripto.
Nilai investasi: harga aset kripto dapat turun tajam dalam waktu singkat dan tidak ada jaminan atas nilainya.
Kembalinya arus masuk ETF spot Bitcoin, ditopang turunnya harga minyak dan meredanya ketidakpastian politik AS, membawa Bitcoin mendekati level kunci US$81.865. Menurut riset CryptoWave x TRIV, bias jangka pendek Bitcoin cenderung menguat secara hati-hati selama bertahan di atas US$76.310, dan penembusan US$81.865 dengan volume solid menjadi konfirmasi penguatan berikutnya.
Pantau Berita BTC di Aplikasi CryptoWave
Research Supported by CryptoWave |
ETF spot Bitcoin kembali mencatat arus masuk bersih, ditambah turunnya harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi dan meredanya ketidakpastian politik AS.
Menurut CryptoWave x TRIV Research, penembusan level ini dengan volume solid berpotensi membuka jalan menuju US$85.753–86.850, sehingga menjadi penanda konfirmasi penguatan.
Harga minyak yang turun berpotensi meredakan inflasi, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed melunak dan aset berisiko seperti Bitcoin terdorong naik.
Data inflasi Oktober, keputusan The Fed pada Desember, perkembangan hubungan AS–Iran, dan arus dana ETF spot Bitcoin.