
Konten ini merupakan kerja sama Bareksa dengan CryptoWave x TRIV Research.
Bareksa - Bursa kripto global Binance mengalami insiden keamanan pada hot wallet miliknya. Estimasi kerugian dari insiden ini mencapai lebih dari US$5,6 miliar dan berpotensi menjadi peretasan terbesar dalam sejarah industri kripto.
Mengutip CryptoWave pada Jumat, 30 Oktober 2026, aset yang terkuras berasal dari berbagai jaringan blockchain seperti Ethereum, Bitcoin, dan Tron. Hot wallet adalah dompet kripto yang terhubung ke internet untuk melayani transaksi harian, sehingga lebih praktis tetapi juga lebih rentan diserang dibanding penyimpanan offline.
Berdasarkan pantauan data on-chain, aset yang dibawa peretas antara lain USDT senilai US$2,29 miliar, 18.270 BTC senilai US$1,45 miliar, dan USDC senilai US$823 juta. Peretas juga membawa sekitar 197.170 ETH senilai US$451 juta, RLUSD sebesar US$88,6 juta, wBETH senilai US$75,3 juta, XAUt senilai US$50,5 juta, serta sejumlah altcoin seperti UNI, ENA, dan PEPE.
Indikator | Nilai |
|---|---|
Estimasi total kerugian | lebih dari US$5,6 miliar |
USDT yang terkuras | US$2,29 miliar |
BTC yang terkuras | 18.270 BTC (US$1,45 miliar) |
USDC yang terkuras | US$823 juta |
ETH yang terkuras | sekitar 197.170 ETH (US$451 juta) |
USDT yang dibekukan Tether | sekitar US$975,1 juta |
USDC yang diamankan Circle | US$823 juta |
Koreksi harga BNB | sekitar 7% |
Sumber: CryptoWave, diolah Bareksa
Upaya mitigasi darurat langsung dilakukan lewat mekanisme pembekuan oleh penerbit stablecoin. Tether dilaporkan membekukan sekitar US$975,1 juta USDT, sementara Circle mengamankan US$823 juta USDC. Total dana yang berhasil diselamatkan berada di kisaran US$1,8 miliar. Angka pembekuan ini masih terus diperbarui seiring perkembangan investigasi.
Namun, langkah tersebut belum bisa menjangkau seluruh aset. Bitcoin dan sebagian besar Ethereum yang dicuri tidak bisa dibekukan paksa lewat smart contract seperti stablecoin. Sifat jaringan yang terdesentralisasi membuat aset tersebut kebal dari intervensi pihak ketiga.
Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), menyampaikan lewat akun X pribadinya bahwa dana pengguna seharusnya aman sepenuhnya. Ia juga mengapresiasi langkah pembekuan oleh Tether dan Circle. Hingga saat ini, manajemen Binance menyatakan investigasi internal masih berlangsung untuk mengaudit celah keamanan dan memvalidasi dampak penuh terhadap aset pengguna.
Kabar insiden ini langsung memicu tekanan jual di pasar kripto. Bitcoin sempat merosot di bawah US$79.000 dan BNB terkoreksi sekitar 7%. Tekanan jual yang agresif turut memicu likuidasi massal posisi perpetual futures bernilai ratusan juta dolar AS dalam waktu singkat. Pada pagi harinya, Bitcoin dilaporkan lanjut turun ke area US$76.000.
Cek Harga Bitcoin di Bareksa Crypto RWA
Peretasan hot wallet Binance dengan estimasi kerugian lebih dari US$5,6 miliar menjadi pengingat bahwa keamanan platform adalah bagian penting dari risiko investasi kripto. Sebagian dana berhasil dibekukan, tetapi dampak penuhnya masih menunggu hasil investigasi. Investor sebaiknya tetap tenang, memantau informasi resmi, dan menyesuaikan keputusan dengan profil risiko masing-masing.
Pantau Berita Binance di Aplikasi CryptoWave
Disclaimer
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan. Bareksa menyajikan ringkasan ini berdasarkan kerja sama konten dengan CryptoWave x TRIV Research.