Jumlah Akun Kripto Naik Jadi 22,93 Juta, tetapi Transaksi Anjlok 28,2%

Abdul Malik • 08 Sep 2026

an image
Ilustrasi koin kripto. (Shutterstock)

Basis konsumen kripto masih bertambah, tetapi aktivitas perdagangannya melemah. Pada Juli 2026, jumlah akun naik 1,03% secara bulanan menjadi 22,93 juta, sedangkan nilai transaksi turun 28,20% menjadi Rp20,52 triliun.

Bareksa - Jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital mencapai 22,93 juta pada Juli 2026, naik 1,03% dari 22,69 juta akun pada Juni. Namun, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK Adi Budiarso menyatakan nilai transaksi aset kripto justru turun menjadi Rp20,52 triliun dari Rp28,58 triliun, atau merosot 28,20% secara bulanan.

Transaksi derivatif aset keuangan digital juga melemah. Nilainya turun 18,53% menjadi Rp3,41 triliun dari Rp4,19 triliun pada Juni.

Perbedaan arah antara jumlah akun dan nilai transaksi penting dicermati. Satu orang dapat memiliki lebih dari satu akun, sementara akun yang telah terdaftar belum tentu aktif bertransaksi setiap bulan. Karena itu, angka akun tidak dapat langsung dibaca sebagai jumlah investor aktif maupun ukuran besarnya dana yang masuk.

Ekosistem bertambah, aktivitas pasar berfluktuasi

OJK mencatat terdapat dua bursa kripto, dua lembaga kliring, dua kustodian, dan 27 pedagang aset keuangan digital yang telah berizin. Secara keseluruhan, 33 entitas telah memperoleh perizinan di ekosistem perdagangan aset kripto.

OJK juga mencatat 1.214 aset keuangan digital dan 49 derivatif dalam daftar aset yang dapat diperdagangkan di CFX, serta 871 aset pada daftar ICEX per Juli 2026. Banyaknya aset yang tersedia memperluas pilihan, tetapi juga meningkatkan kebutuhan investor untuk melakukan seleksi berdasarkan likuiditas, kegunaan, struktur penerbitan, dan risiko masing-masing aset.

Selain perdagangan kripto, regulatory sandbox OJK telah meluluskan tujuh model bisnis, termasuk tokenisasi emas, tokenisasi surat berharga dengan skema Kontrak Pengelolaan Dana, tokenisasi manfaat kepemilikan properti, stablecoin rupiah, kustodian aset keuangan digital nonperdagangan, dan manajer dana kripto.

Apa artinya bagi investor?

Penurunan transaksi bulanan tidak otomatis berarti prospek jangka panjang industri berakhir. Nilai transaksi kripto memang dapat berubah tajam mengikuti harga aset, sentimen global, selera risiko, serta intensitas perdagangan. Namun, pelemahan tersebut mengingatkan bahwa pertumbuhan jumlah akun harus dibaca bersama data transaksi dan kondisi pasar.

Investor juga perlu membedakan legalitas penyelenggara dan risiko aset. Izin OJK terhadap pedagang atau infrastruktur tidak berarti seluruh aset yang diperdagangkan dijamin memberi keuntungan. Harga dapat turun tajam, likuiditas dapat mengering, dan risiko teknologi maupun operasional tetap ada.

Gunakan dana yang sesuai kemampuan menanggung kerugian, hindari leverage tanpa pemahaman memadai, dan periksa legalitas penyelenggara melalui kanal resmi OJK. Diversifikasi juga penting agar risiko portofolio tidak bertumpu pada satu aset berfluktuasi tinggi.

Tabel Perkembangan Kripto Juni-Juli 2026

Indikator

Juni 2026

Juli 2026

Perubahan bulanan

Akun konsumen

22,69 juta

22,93 juta

Naik 1,03%

Transaksi aset kripto

Rp28,58 triliun

Rp20,52 triliun

Turun 28,20%

Transaksi derivatif AKD

Rp4,19 triliun

Rp3,41 triliun

Turun 18,53%

Sumber: OJK

Grafik: Nilai Transaksi Kripto dan Derivatif AKD

Kesimpulan

Pertumbuhan akun belum diikuti kenaikan aktivitas transaksi. Investor sebaiknya tidak memakai jumlah akun sebagai satu-satunya indikator kesehatan pasar dan tetap membedakan legalitas platform dari risiko harga aset yang diperdagangkan.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apakah 22,93 juta akun berarti ada 22,93 juta investor aktif?

Tidak. Satu orang dapat memiliki beberapa akun dan tidak semua akun aktif bertransaksi.

Apakah aset yang tersedia di platform berizin pasti aman?

Legalitas penyelenggara tidak menghilangkan risiko harga, likuiditas, teknologi, atau kerugian investasi.

Mengapa transaksi turun saat akun bertambah?

Pengguna baru dapat belum aktif, sedangkan investor lama bisa mengurangi perdagangan akibat harga dan sentimen pasar.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.