
Bareksa - World Gold Council menilai potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada 2026 tidak selalu berdampak negatif bagi emas. Dalam laporan Gold Market Commentary edisi Juni 2026, lembaga tersebut menyebut pasar dapat menafsirkan kenaikan suku bunga sebagai sinyal meningkatnya risiko ekonomi dan tekanan inflasi. Kondisi itu berpotensi mendorong permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas.
Pandangan tersebut muncul setelah harga emas turun 1% sepanjang Mei dan ditutup di US$4.546 per troy ounce. Arus keluar ETF emas dari Asia dan Amerika Serikat mencapai US$2,3 miliar atau sekitar 17,3 ton. Posisi managed money futures COMEX juga hanya bertambah US$1,4 miliar atau sekitar 8 ton selama bulan tersebut.
World Gold Council mencatat respons emas terhadap kenaikan suku bunga The Fed secara historis tidak seragam. Berdasarkan 44 episode kenaikan suku bunga sejak 1997, emas menghasilkan kejutan positif lebih dari 50% kasus. Median return emas dalam 21 hari setelah kenaikan suku bunga juga tercatat positif setelah disesuaikan dengan rata-rata historis.
Bagi investor, fokus pasar kini tertuju pada bagaimana pasar menafsirkan kebijakan The Fed. World Gold Council menilai kenaikan suku bunga kali ini dapat dipandang sebagai sinyal tekanan inflasi yang masih tinggi, meningkatnya tekanan fiskal, serta risiko kesalahan kebijakan moneter. Faktor-faktor tersebut berpotensi meningkatkan daya tarik emas sebagai aset defensif.
Laporan tersebut juga menyebut bahwa pergerakan dolar AS secara historis memiliki pengaruh lebih besar terhadap emas dibanding perubahan suku bunga itu sendiri. Selain itu, permintaan dari bank sentral, China, dan India dinilai relatif kurang sensitif terhadap perubahan suku bunga AS. Karena itu, dukungan terhadap emas dapat tetap muncul meski suku bunga meningkat.
Meski demikian, World Gold Council mengingatkan bahwa risiko jangka pendek masih ada. Jika kenaikan suku bunga memperkuat dolar AS, meningkatkan imbal hasil riil, dan memperbaiki sentimen pasar, harga emas dapat menghadapi tekanan tambahan. Risiko lain berasal dari lonjakan harga energi dan berlanjutnya ketegangan di Selat Hormuz yang dapat memperpanjang volatilitas pasar.
Grafik: Respons Emas Beragam Usai Kenaikan Fed Rate
Sumber: WGC
Grafik Respons Positif Emas Usai Kenaikan Fed Rate
Sumber: WGC
Tabel Ringkasan Pasar Emas
Indikator | Nilai |
|---|---|
Harga emas akhir Mei 2026 | US$4.546/oz |
Perubahan harga Mei 2026 | -1,0% |
ETF outflow Asia & AS | US$2,3 miliar |
ETF outflow Asia & AS | 17,3 ton |
Kenaikan posisi COMEX | US$1,4 miliar |
Kenaikan posisi COMEX | 8 ton |
Frekuensi respons positif emas pasca kenaikan suku bunga Fed | >50% kasus |
Sumber: WGC
• Harga emas Mei 2026: US$4.546/oz
• Perubahan harga Mei 2026: -1%
• ETF outflow Asia dan AS: US$2,3 miliar
• ETF outflow Asia dan AS: 17,3 ton
• Kenaikan posisi COMEX: US$1,4 miliar
• Kenaikan posisi COMEX: 8 ton
• Sampel historis kenaikan suku bunga Fed: 44 kejadian sejak 1997
• Respons positif emas pasca kenaikan suku bunga: lebih dari 50% kasus
World Gold Council menilai kenaikan suku bunga The Fed tidak otomatis menjadi sentimen negatif bagi emas. Dalam kondisi tertentu, kebijakan tersebut justru dapat dipandang pasar sebagai sinyal meningkatnya risiko ekonomi, tekanan inflasi, atau potensi kesalahan kebijakan.
Meski harga emas melemah pada Mei 2026, faktor seperti arah dolar AS, permintaan bank sentral, serta persepsi pasar terhadap kondisi ekonomi global tetap menjadi variabel utama yang memengaruhi pergerakan emas ke depan.
1. Apa pandangan World Gold Council tentang kenaikan suku bunga The Fed dan emas?
World Gold Council menilai kenaikan suku bunga dapat menguntungkan emas jika pasar melihatnya sebagai sinyal meningkatnya risiko ekonomi dan inflasi.
2. Mengapa harga emas turun pada Mei 2026?
Harga emas turun 1% di tengah sentimen risiko yang membaik dan arus keluar ETF emas global.
3. Berapa harga emas dunia pada akhir Mei 2026?
Harga emas ditutup di level US$4.546 per troy ounce.
4. Apakah kenaikan suku bunga selalu menekan harga emas?
Tidak. Data historis yang dikutip World Gold Council menunjukkan emas memberikan respons positif pada lebih dari separuh episode kenaikan suku bunga sejak 1997.
5. Apa risiko utama pasar emas saat ini?
Penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil riil, serta lonjakan harga energi akibat ketegangan geopolitik menjadi risiko yang dicermati pasar.
Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.
Tengang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.