
Bareksa - Harga emas global melemah ke sekitar US$4.569 per ons pada 29 April 2026, atau merosot hampir 15% dalam 3 bulan terakhir. Namun di sisi lain, permintaan emas global justru naik 2% yoy menjadi 1.231 ton dengan nilai melonjak 74% ke US$193 miliar. Informasi ini penting karena menunjukkan divergensi antara harga jangka pendek dan permintaan riil.
Berdasarkan laporan resmi World Gold Council yang dirilis 29 April 2026 kenaikan permintaan terutama didorong oleh emas batangan dan koin yang mencapai 474 ton atau naik 42% YoY. Investor Asia menjadi kontributor utama pembelian. Kondisi ini mencerminkan aksi akumulasi saat harga mengalami koreksi.
Bank sentral juga mencatat pembelian bersih 244 ton atau naik 3% yoy. Sementara ETF emas mencatat inflow 62 ton meski lebih rendah dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan permintaan institusional tetap bertahan di tengah volatilitas harga.
Penurunan harga emas dalam jangka pendek terjadi di tengah volatilitas global dan arus keluar dana ETF di AS. Namun, data WGC menunjukkan permintaan fisik dan institusional tetap kuat. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa pelemahan harga belum tentu mencerminkan penurunan minat.
Permintaan perhiasan turun 23% yoy akibat harga tinggi. Namun nilai belanja justru naik 31%, mencerminkan daya beli yang tetap ada. Ini menunjukkan emas masih memiliki persepsi nilai di mata konsumen.
Ke depan, WGC menyebut faktor geopolitik dan inflasi akan tetap menopang permintaan emas. Sejalan dengan itu, proyeksi World Bank di US$4.700/oz dan Amundi hingga US$5.500/oz menunjukkan harga berpotensi tetap tinggi. Divergensi ini menjadi perhatian investor dalam membaca arah pasar.
Tabel Ringkasan Data
Indikator | Nilai | Perubahan |
|---|---|---|
Harga emas saat ini | US$4.569/oz | -0,60% |
Total demand Q1 2026 | 1.231 ton | +2% yoy |
Nilai demand | US$193 miliar | +74% |
Bar & coin | 474 ton | +42% |
Bank sentral | 244 ton | +3% |
ETF | +62 ton | Melambat |
Perhiasan | 335 ton | -23% |
Sumber: WGC
Harga Emas Spot Terkini (29 April 2026)
Instrumen | Harga | Perubahan |
|---|---|---|
XAU/USD Spot | US$4.569,54/oz | -0,60% |
Range Intraday | US$4.540 – US$4.610 | Volatil |
Sumber: Investing, pukul 15.00 WIB
Harga Emas Dalam Negeri
Platform | Harga Beli |
|---|---|
Pegadaian | Rp2.693.000 |
Treasury | Rp 2.606.904 |
Indogold | Rp 2.604.768 |
Sumber: Fitur Bareksa Emas per 29/4/2026
Koreksi harga berpotensi dimanfaatkan untuk akumulasi
Permintaan fisik menunjukkan fundamental tetap kuat
Divergensi harga vs demand menjadi sinyal penting
Emas tetap berperan sebagai safe haven
Volatilitas jangka pendek perlu dicermati
Data World Gold Council menunjukkan permintaan emas tetap kuat meski harga mengalami koreksi. Hal ini mencerminkan ketahanan permintaan di tengah volatilitas pasar. Divergensi antara harga dan permintaan menjadi sinyal penting bagi investor. Faktor makro seperti inflasi dan geopolitik tetap menjadi penentu utama arah emas ke depan.
1. Kenapa harga emas turun tapi permintaan naik?
Karena investor memanfaatkan koreksi harga untuk membeli emas.
2. Berapa permintaan emas terbaru?
1.231 ton pada Q1 2026 menurut WGC.
3. Siapa pembeli terbesar emas?
Investor Asia dan bank sentral global.
4. Berapa harga emas saat ini?
Sekitar US$4.569 per ons.
5. Apa arti kondisi ini bagi investor?
Menunjukkan emas tetap diminati meski harga jangka pendek berfluktuasi.
Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.
Tengang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.