
Bareksa - Harga emas dunia mencatat lonjakan tajam dalam satu sesi perdagangan, naik hampir US$100 dan ditutup di kisaran US$4.870 per ons, level tertinggi dalam hampir 30 hari terakhir.
Melansir Kitco News, kenaikan harga emas terjadi secara stabil sepanjang sesi, mencerminkan adanya minat beli yang kuat dan berkelanjutan di pasar, bukan sekadar lonjakan sesaat.
Kenaikan harga emas didorong oleh perubahan sentimen pasar terhadap konflik global, khususnya terkait dinamika hubungan Amerika Serikat dan Iran.
Menurut Simon-Peter Massabni, pelemahan dolar AS mencerminkan meningkatnya optimisme pasar terhadap kemungkinan meredanya ketegangan geopolitik.
Ia menjelaskan turunnya permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven turut memberikan ruang bagi emas untuk menguat.
Di sisi lain, data inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi juga menjadi faktor pendukung. Inflasi produsen (PPI) tercatat hanya naik 0,5%, di bawah proyeksi pasar sebesar 1,1%.
Meski mengalami kenaikan signifikan, sejumlah analis menilai harga emas masih berada dalam fase konsolidasi.
Analis komoditas Carsten Fritsch menyebut bahwa harga emas tetap didukung selama ekspektasi inflasi tidak meningkat tajam dan pasar belum sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga tambahan.
Secara teknikal, pergerakan emas saat ini berada di area penting:
Sementara itu, Christopher Lewis menilai bahwa tren emas masih cenderung positif, namun tetap rentan terhadap perubahan sentimen, terutama dari perkembangan negosiasi geopolitik.
Ia menambahkan bahwa sentimen positif dari proses perdamaian dapat menekan harga emas dalam jangka pendek.
Kenaikan harga emas global juga tercermin di pasar domestik. Berdasarkan data fitur Bareksa Emas per 15 April 2026, harga emas fisik digital dan emas batangan berada di level tinggi dengan kenaikan signifikan dalam setahun terakhir.
Tabel Harga Emas Domestik
Platform Penyedia Emas | Harga per Gram | Perubahan 1 Tahun |
|---|---|---|
Treasury | Rp2.741.934 | +53,05% |
Pegadaian | Rp2.806.000 | +51,92% |
Indogold | Rp2.706.936 | +48,10% |
Emas batangan Antam | Rp2.893.000 | +52,58% |
Sumber: fitur Bareksa Emas, 15 April 2026
Harga emas dunia mengalami lonjakan signifikan didorong oleh kombinasi pelemahan dolar AS, inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, serta meredanya tensi geopolitik.
Meski tren jangka menengah masih didukung, pergerakan harga emas ke depan tetap akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan global, khususnya kebijakan moneter dan dinamika geopolitik.
1. Apa penyebab utama harga emas naik?
Pelemahan dolar AS, inflasi rendah, dan meredanya ketegangan geopolitik.
2. Apakah harga emas akan terus naik?
Masih berpotensi, namun saat ini berada dalam fase konsolidasi.
3. Kenapa harga emas berbeda antar platform?
Dipengaruhi spread harga, biaya, dan masing-masing penyedia.
4. Apa faktor yang paling memengaruhi emas ke depan?
Kebijakan suku bunga, inflasi, dan kondisi geopolitik global.
Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.
Tengang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.