Ketidakpastian Ekonomi Global Meningkat, Harga Emas Diprediksi Menguat

Abdul Malik • 03 Jun 2022

an image
Ilustrasi prospek emas diprediksi semakin positif akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. (Shutterstock)

Ketegangan konflik Rusia – Ukraina kembali meningkat setelah Presiden AS berjanji membantu Ukraina dengan mengirim rudal jarak jauh

Bareksa.com - Konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina kembali memanas. Kondisi itu membuat ketidakpastian ekonomi global meningkat. Kondisi ini justru positif bagi pergerakan harga emas, karena logam mulia ini cenderung lebih stabil naik di saat terjadi konflik.

Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) mencatat, harga emas kembali menguat ke zona US$1847,07 per troy ons pada perdagangan Kamis, (2/6) dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya.  “Menguatnya harga emas ditopang oleh kekhawatiran investor akan lonjakan inflasi dan kenaikan suku bunga,” tulis ICDX dalam risetnya pada Kamis, (2/6).

Menurut ICDX, meningkatnya kekhawatiran investor terhadap inflasi dan kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) membuat emas bergerak naik, meskipun dolar AS dan yield Surat Utang Pemerintah AS meningkat. 

Selain itu, ketegangan konflik Rusia – Ukraina kembali meningkat setelah Presiden AS berjanji membantu Ukraina dengan mengirim rudal jarak jauh sehingga membuat investor khawatir. Ketidakpastian ekonomi yang terjadi membuat investor memilih emaskarena nilai emas cenderung lebih stabil di saat terjadinya ketidakpastian ekonomi.

Baca juga : Cara Hitung Kadar Kemurnian Emas dengan Karat, Logam Mulia Ini Cocok untuk Investasi

Ke depan, harga emas diprediksi akan menguat dengan support saat ini beralih ke US$1829,9 dan resistance terdekat di US$1862,6. Sedangkan level support terjauh di US$1820,91 hingga ke US$1800,87, sementara untuk resistance terjauh berada di US$1871,59 hingga ke US$1891,21.

Senior Investment Strategist OCBC Bank Vasu Menon menjelaskan, dalam jangka pendek, harga emas diperkirakan akan bergerak fluktuatif. 

"Lebih banyak sanksi oleh Uni Eropa terhadap energi Rusia atau ancaman Rusia yang memblokir pasokan energi ke lebih banyak negara Uni Eropa dapat memperburuk risiko stagflasi dan mendorong emas kembali naik dalam waktu dekat," jelas dia.

Namun, krisis geopolitik tidak berlangsung selamanya. Jika konflik Rusia - Ukraina mereda dan angka inflasi di level moderat secara global pada akhir tahun, maka safe haven emas dan daya tarik lindung nilai inflasi kemungkinan akan berkurang dalam jangka menengah. 

"Kecuali, hard landing yang memaksa The Fed untuk membalikkan kenaikan suku bunganya. Soft landing ekonomi AS, seperti yang kami harapkan, kemungkinan tidak memberikan banyak bantuan untuk emas," kata dia.

Baca juga : Rutin Investasi Emas Logam Mulia Lima Tahun, Berapa Hasilnya?

Emas Sebagai Investasi

Peningkatan harga emas tentunya memberikan keuntungan bagi investor yang selama ini berinvestasi di emas atau logam mulia. Selain harga emas yang cenderung stabil dan kebal terhadap inflasi, ada banyak alasan lain emas cocok sebagai instrumen investasi.

Pertama adalah emas termasuk jenis investasi yang sangat baik untuk diversifikasi. Logam mulia ini memiliki risiko sangat rendah, tetapi nilainya terus mengalami kenaikan. 

Kemudian, investasi emas termasuk instrumen yang sangat minim risiko. Salah satu alasannya keberadaan emas saat ini sangat diminati masyarakat. Misalnya di India, emas dianggap menguntungkan dan tidak ada perayaan yang lengkap tanpa hadirnya emas.

Selain itu, keterbatasan pasokan emas juga memastikan bahwa harga emas akan selalu mengalami kenaikan signifikan serta memiliki permintaan sangat tinggi.

Baca juga : Saat Harga Emas Jatuh, Investor Logam Mulia Harus Bagaimana?

Terlebih lagi, permintaan emas yang tinggi memastikan bahwa emas mudah dijual. Kondisi itu membuat emas jadi aset sangat likuid atau mudah dicairkan jadi uang. Keberadaan emas sangat dihargai di manapun sehingga sangat mudah untuk menjual emas dan menerima uang tunai saat sedang mengalami krisis.

Ketidakpastian keuangan dapat mengakibatkan mata uang terkuat kehilangan nilainya. Saat mata uang ini dapat dicetak 'sesuka hati', sebaliknya emas sebagai aset berwujudtidak dapat direproduksi dengan mesin makanya diyakini dapat melindungi para investor dari devaluasi mata uang. 

Emas sebagai barang yang sangat mudah diperjualbelikan berkat kemampuan untuk mempertahankan nilainya dalam jangka panjang. Emas logam mulia dapat bertahan dari ketidakpastian finansial yang turun naik. Makanya tak heran kalau sebagian besar negara percaya memiliki cadangan emas sangat besar dapat digunakan untuk memerangi berbagai situasi. Makanya, emas sering disebut sebagai aset safe haven (aset aman). 

Baca juga : Prediksi Harga Emas Seiring Kebijakan The Fed : Anjlok Jadi US$1.300 atau Melonjak ke US$4.000?

Seiring perkembangan teknologi, sekarang ini untuk memiliki investasi emas tidak butuh proses panjang. Seperti fitur Bareksa Emas di super app investasi Bareksa. Dengan pemanfaatan teknologi digital, setiap individu bisa berinvestasi emas baik itu bentuk perhiasan, kepingan bahkan batangan dengan fasilitas titipan di Bareksa Emas. 

Selanjutnya, emas termasuk investasi jangka panjang karena keuntungan tidak bisa kita dapatkan dengan cepat. Investasi emas memang sangat menjanjikan, dan pada kondisi ekonomi yang stabil harga emas cenderung stabil. 

Fluktuasi harga emas tergantung pada nilai mata uang nasional terhadap mata uang asing. Walaupun kenaikan harga emas bisa terjadi beberapa tahun sekali, logam mulia emas memiliki harga yang cenderung naik daripada turun.

Baca juga : Gajian Beli Emas di Bareksa, Bisa Raih Laptop hingga Reksadana

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerjasama dengan Mitra Emas berizin dari OJK.