Berita / / Artikel

Benarkah Menabung Reksadana Syariah di Bareksa Umroh Aman, Bukan Penipuan?

• 22 Nov 2019

an image
Ilustrasi investasi rekda dana syariah. (123RF Stock Photo)

Reksadana syariah disimpan di dalam bank kustodian, bukan dipegang travel agent

Bareksa.com - Melaksanakan ibadah umroh di Tanah Suci adalah impian umat muslim. Demi berangkat ke Arab Saudi, banyak calon jemaah yang rela menyisihkan uang dari kebutuhan harian.

Dalam menyimpan uang ini, masyarakat umum biasanya hanya tahu rekening bank atau deposito. Atau bahkan langsung membayar cicilan ke biro perjalanan (travel agent) penyelenggara umroh, yang belum tentu aman.

Jangan sampai kejadian lagi kasus seperti First Travel, setelah calon jemaah membayar tetapi tidak berangkat umroh. Apalagi setelah keputusan Mahkamah Agung meminta aset First Travel diambil oleh negara, dan belum dikembalikan langsung kepada jemaah.

Maka dari itu, kita harus pintar memilih tempat menyimpan uang yang aman, seperti reksadana syariah yang tersedia di Bareksa Umroh. Reksadana adalah kumpulan dana masyarakat pemodal (investor) yang dikelola oleh manajer investasi untuk ditaruh dalam aset investasi seperti saham, obligasi dan deposito. Reksadana syariah dikelola dengan prinsip-prinsip Islami dan sudah mendapat fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia.

Mengapa reksadana syariah aman? Berikut ulasannya.

1. Diawasi OJK
Reksadana syariah adalah produk investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Reksadana syariah bisa didapatkan di marketplace investasi Bareksa, yang juga telah mendapat izin sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) resmi dari OJK.

2. Disimpan Bank Kustodian
Uang calon jemaah tidak dipegang oleh biro umroh, atau Bareksa sebagai agen penjual reksadana. Bahkan, manajer investasi yang mengelola dana pun tidak memegang langsung dana calon jemaah. Yang bertugas menyimpan dana reksadana syariah adalah bank kustodian.

Bank kustodian adalah pihak ketiga yang bekerja sama dengan manajer investasi dalam mengelola dana investor reksadana. Rekening reksadana ini pun terpisah dengan harta bank kustodian sehingga bila bank kustodian bangkrut, uang investor tidak ikut hilang. Selain itu, uang investor tidak bisa dibawa kabur oleh pihak tidak bertanggung jawab.

3. Persetujuan Investor
Semua keputusan mengenai uang investor, harus sesuai dengan persetujuan. Saat investor mencairkan reksadana atau ingin membeli paket umroh, semua aktivitas ini harus ada konfirmasi dari investor sehingga proses bisa dijalankan.

Nah, itulah alasan kita bisa memilih reksadana syariah untuk mengumpulkan biaya umroh. Agar niat kita pergi umroh lebih mudah terwujud lagi, kita bisa menabung reksadana syariah melalui Bareksa Umroh.

Bareksa Umroh menyediakan cara menabung paling efektif di reksadana syariah yang terintegrasi dengan tujuan beribadah umroh. Di Bareksa Umroh, terdapat berbagai rencana yang bisa kita pilih berdasarkan harga paket umroh yang berlaku sekarang ini.

Sudah punya niat menjalankan umroh? Ayo buat rencanamu sekarang, daftar segera di Bareksa Umroh. Kalau belum punya akun Bareksa, baca panduan daftarnya di sini ya.

* * *

Ingin menabung reksadana syariah untuk umroh?

- Cara daftar jadi nasabah Bareksa Umroh, klik tautan ini
- Sudah punya akun Bareksa dan mau nabung umroh, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

Tags: