
Bareksa.com – Harga saham PT Indika Energy Tbk (INDY) ditutup menguat 11,5 persen di level Rp3.010 per lembar. Hal tersebut dikarenakan adanya kenaikan peringkat yang disematkan oleh Moody’s kepada INDY dari sebelumnya B2 menjadi Ba3 dengan outlook stable.
Mengutip website Moody’s dijelaskan beberapa poin yang mendasari keputusan kenaikan peringkat tersebut. Salah satunya ialah rampungnya akuisisi INDY atas Kideco pada 8 Desember dari 46 persen menjadi 91 persen.
INDY juga berhasil menghimpun dana US$575 juta melalui medium term notes (MTN) dengan kupon 5,875 persen dengan jatuh tempo hingga November 2024. (Baca : Indika Resmi Kuasai 91 Persen Kideco, Saham INDY Meroket)
Dalam risetnya, Rachel Chua selaku Assistant Vice President and Analyst Moody’s mengatakan kenaikan rating menjadi Ba3 merefleksikan adanya pertumbuhan operasional perusahaan setelah mampu mengontrol arus kas Kideco, perusahaan tambang dengan total aset terbesar ke tiga di Indonesia.
Ini juga menggambarkan kemampuan kredit perusahaan yang akan lebih kuat pada tahun 2018-19 dengan tingkat leverage sekitar 3,4x - 3.6x. (Lihat : Indika Energy Tuntaskan Akuisisi 45 Persen Saham Kideco)
Pergerakan Intraday Saham INDY
Sumber : Bareksa.com
Tak lama setelah riset Moody’s keluar, para pelaku pasar langsung merespons positif sentimen ini. Hal tersebut dapat dilihat dimana pada sesi 2 perdagangan hari ini, saham INDY cenderung menguat signifikan menembus level Rp3.000. (Baca : Deutsche Bank Rekomendasi Saham INDY Rp5.000, Apa Alasannya?)
Menurut pantauan Bareksa, terlihat Maybank Kim Eng Sekuritas (ZP), Mandiri Sekuritas (CC), dan CIMB Sekuritas (YU) menjadi tiga broker dengan pembelian terbesar. Pembelian saham INDY dari ketiga broker tersebut berkontribusi 34,8 persen dari total keseluruhan transaksi yang mencapai Rp261,5 miliar. (AM) (Lihat : Telah Melonjak 26 Kali Lipat, Apakah Saham INDY Mahal?)