
Bareksa.com - Harga saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada perdagangan Jumat 8 Desember 2017 ditutup menguat 3,81 persen ke level Rp8.850 per saham. Saham BBNI menjadi saham peringkat kedua dengan nilai transaksi terbesar mencapai Rp252,94 miliar, atau hanya kalah dari TLKM di peringkat pertama yang senilai Rp367,3 miliar.
Berdasarkan aktivitas broker summary, anggota bursa yang menempati jajaran top buyer saham BBNI antara lain Macquarie Sekuritas (RX) dengan nilai pembelian Rp41,44 miliar, kemudian CLSA Sekuritas (KZ) Rp37,82miliar, dan HSBC Sekuritas (GW) Rp34,35 miliar.
Secara fundamental, kinerja bisnis bank pelat merah ini hingga kuartal ketiga terbilang cukup baik. Laba bersih BBNI melonjak 31,82 persen menjadi Rp10,25 triliun dibandingkan Rp7,77 triliun pada periode yang sama tahun lalu. (Baca : Saham Sektor Keuangan Jadi Primadona Tahun 2017, Ini Analisisnya)
Selain itu, secara cash flow BBNI juga menunjukkan hasil sangat baik di mana arus kas neto dari kegiatan operasinya tercatat naik signifikan 170,55 persen menjadi Rp17,09 triliun dari sebelumnya Rp6,32 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Analisis Teknikal BBNI
Sumber : Bareksa
Menurut analisis Bareksa, secara teknikal candle saham BBNI pada perdagangan Jumat kemarin membentuk pola bullish candle disertai dengan short lower shadow. Kondisi tersebut menggambarkan sepanjang perdagangan saham ini bergerak dalam zona hijau walau pun sempat menyentuh level terendah satu tick di bawah harga pembukaan, namun berhasil kembali bergerak positif hingga di tutup di level tertingginya. (Lihat : Per Desember, Pengguna Mandiri, BRI, dan BNI Bisa Transaksi dengan Satu EDC)
Pergerakan BBNI sepanjang tahun ini terlihat masih dalam fase major uptrend yang sangat kuat dengan terjaganya pergerakan harga saham ini di atas garis simple moving average periode 5 dan 20 hari.
Indikator volume pada perdagangan Jumat pekan kemarin terlihat mengalami lonjakan cukup besar menandakan adanya pembelian cukup masif pada saham ini.
Selain itu, secara foreign flow, BBNI juga menjadi saham yang paling banyak dikoleksi oleh investor asing pada akhir pekan lalu dengan mencatatkan nilai net buy Rp155,47 miliar.
Indikator relative strength index (RSI) saat ini berada di level 70 dan hampir mendekati area overbought (jenuh beli) di level 80 yang menandakan momentum penguatan saham ini mulai terbatas.
Namun mengingat menjelang akhir tahun yang biasanya terjadi fenomena window dressing (upaya mempercantik kinerja portofolio yang dilakukan fund manager)¸ berpotensi memberikan sentimen positif terhadap pergerakan saham-saham big caps seperti BBNI sehingga memberikan peluang penguatan saham ini masih cukup terbuka. (Baca : BNI Terima Laba Rp3,75 T Dari Bisnis Tresuri, Internasional, dan DPLK)
DISCLAIMER
Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.