Berita / / Artikel

Hanson akan Kembali Disuntik Modal oleh Benny Tjokro Rp1 Triliun

• 24 Nov 2017

an image
Manajemen PT Hanson International Tbk dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (23/11)

Suntikan modal dari Benny Tjokro melalui pelaksanaan private placement

Bareksa.com – PT Hanson International Tbk (MYRX) segera mendapat dana segar hingga Rp1,01 triliun dari pemegang saham pengendalinya, yakni Benny Tjokrosaputro. Suntikan modal oleh pengusaha tersebut kepada Hanson akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan.

Perusahaan properti ini akan melakukan aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) alias private placement dengan jumlah 7,98 miliar saham seri C dengan harga pelaksanaan Rp127.

Private placement yang setara dengan 8,14 persen saham MYRX tersebut akan diserap penuh oleh Benny Tjokrosaputro. Saat ini, Benny merupakan pemegang 10,42 persen saham MYRX sekaligus menjabat sebagai Direktur Utama Hanson International.

Jika private placement tersebut terealisasi, maka kepemilikan saham Benny pada MYRX akan menjadi Rp18,56 persen. Dengan begitu, kepemilikan saham MYRX selain Benny akan berkurang menjadi 81,44 persen dari sebelumnya 89,58 persen, artinya dilusi pemegang saham yang tidak melakukan penambahan setoran adalah 9,09 persen.

Direktur Independen Hanson Adnan Tabrani mengatakan, rencana private placement sudah mendapat persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). “Dana hasil private placement akan digunakan untuk kebutuhan modal ekspansi anak usaha, dan sisanya sebagai modal kerja perseroan,” tutur Adnan di Jakarta, Kamis, 23 November 2017.

Adapun dengan penambahan modal melalui private placement, maka jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh Hanson akan menjadi Rp2,32 triliun dari sebelumnya Rp2,14 triliun. Sementara, jumlah ekuitas akan meningkat dari Rp6,49 triliun pada akhir 2016 menjadi Rp7,51 triliun.

Adnan menambahkan, setoran modal dari Benny akan mendorong anak usaha untuk ekspansi sehingga bisa mendorong kinerja perseroan. Saat ini, Hanson tengah mengerjakan tiga proyek yakni Proyek Serpong Kencana, Proyek Maja Raya 1, dan Proyek Maja Raya 2.

Proyek Serpong Kencana dilakukan melalui PT Blessindo Terang Jaya dengan luas 47 hektare dan telah terealisasi 3.500 unit rumah dengan marketing sales Rp1,2 triliun. Kemudian, Proyek Maja Raya 1 melalui PT Armidian Karyatama Tbk dan PT Harvest Time bekerjasama dengan PT Citra Benua Persada (Kelompok usaha Grup Ciputra).

Sejak 2014, Citra Maja Raya telah berhasil memasarkan lebih dari 8.900 unit rumah dan ruko dengan nilai marketing sales Rp2,2 triliun. Dan Proyek Maja Raya 2 melalui entitas asosiasi PT Putra Asih Laksana yang telah memulai pemasaran sejak 2016 dengan penjualan 1.500 unit bernilai Rp300 miliar.

Aksi penambahan modal oleh Benny kepada Hanson ini bukanlah yang pertama kali. Pada akhir 2015, Hanson juga melakukan penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan target dana Rp1,01 triliun, dengan Benny sebagai pembeli siaga. (hm)

Tags: