Ramai Ditransaksikan Kemarin, Ini Analisa Fundamental dan Teknikal Saham RIMO

Bareksa • 11 Oct 2017

an image
Seorang karyawan beraktivitas di dekat tayangan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Kenaikan mulai terjadi sejak pertengahan Juli lalu saat itu harga RIMO masih di kisaran Rp 190 per saham

Bareksa.com - Pada perdagangan Selasa, 10 Oktober 2017, harga saham PT Rimo International Tbk. (RIMO) ditutup menguat 10 poin (2,08 persen) di level Rp 490 per saham. Saham ini cukup ramai ditransaksikan pada perdagangan kemarin.

Saham RIMO menjadi saham peringkat keempat dengan volume paling banyak diperdagangkan setelah MYRX, IIKP, dan BUMI dengan 2,4 juta lot serta nilai transaksi yang mencapai Rp 118 miliar.

Berdasarkan pantauan broker summary, anggota bursa yang menempati jajaran top buyer antara lain PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) dengan nilai pembelian Rp 28 miliar di harga rata-rata Rp 483,09 per saham. (Baca : Kurangi Kepemilikan di Saham RIMO, Benny Tjokro Kantongi Rp 2,4 Triliun?)

Kemudian di peringkat kedua ada PT Pilarmas Investindo Sekuritas (PO) dengan nilai pembelian Rp 13,4 miliar di harga rata-rata Rp 480,92 per saham. Lalu yang ketiga ditempati PT NH Korindo Sekuritas (XA) dengan nilai pembelian Rp 13,2 miliar di harga rata-rata Rp 480,21 per saham.

Pergerakan Saham RIMO 10 Oktober 2017

Sumber : Bareksa.com

Kenaikan Sejak Pertengahan Juli

Sekedar informasi, kenaikan saham RIMO mulai terjadi sejak pertengahan Juli lalu. Saat itu harga saham RIMO masih di kisaran Rp 190 per saham. Jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin di harga Rp 490 per saham, artinya saat ini harga saham RIMO telah melonjak sekitar 157,89 persen. (Lihat : Bukan Dijual, Ini Alasan Benny Tjokro Kurangi Kepemilikan Saham RIMO)

Kinerja Keuangan RIMO

Sumber : perseroan

Meroketnya harga saham RIMO sejalan dengan kinerja bisnisnya yang menunjukkan capaian memuaskan hingga semester pertama tahun ini.

RIMO berhasil membukukan laba bersih Rp 179,4 miliar di enam bulan pertama 2017, jauh lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang masih rugi bersih Rp 11,5 miliar.

Jika dibandingkan secara quarter on quarter, laba bersih pada kuartal kedua ini telah meningkat 239 persen menjadi Rp 179,4 miliar dibandingkan Rp 52,7 miliar pada kuartal pertama. (Baca : Saham RIMO Melejit, Keluarga Benny Tjokro Potensi Untung Rp2,71 Triliun)

Analisis Teknikal RIMO

Sumber : Bareksa.com

Berdasarkan analisis Bareksa, secara teknikal saham RIMO masih dalam fase strong uptrend dan harganya terus terjaga di atas garis simple moving average periode 5 dan 10 hari.

Indikator volume pun relatif stabil yang menandakan saham ini cukup likuid dan banyak diperdagangkan. Meskipun indikator relative strength index saat ini berada di level 78 atau telah mendekati area overbought di level 80, namun melihat belum ada tanda-tanda koreksi pada saham ini membuat RIMO masih cukup menarik untuk dikoleksi. Level support RIMO di Rp 458 dan level resisten di Rp 515. (Lihat : Begini Komposisi Pengendali Saham RIMO Pasca Rights Issue)