Adaro Bagi Dividen US$101,08 Juta, Kekayaan Boy Thohir Bertambah US$6,06 Juta

Bareksa • 26 Apr 2017

an image
Presiden Direktur PT Adaro Energy Garibaldi Thohir (kiri) memberikan keterangan pers disaksikan Wakil Presiden Direktur PT Adaro Power Dharma Djojonegoro (kedua kiri), Presiden Direktur PT Adaro Power Mohammad Effendi (kedua kanan) dan Presiden Direktur PT Tanjung Power Indonesia Mustiko Bawono (kanan) di Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Per 31 Desember 2016, Boy Thohir punya 6,18 persen saham ADRO atau setara dengan 1,98 miliar saham.

Bareksa.com – Para pemegang saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menyetujui 30 persen laba bersih Adaro pada 2016 atau sebesar US$101,08 juta sebagai dividen tunai. Nilai dividen emiten batu bara ini naik 33,89 persen meskipun secara presentase dari laba bersih (payout ratio) turun dari 49 persen menjadi 30 persen.

Angka itu termasuk dividen tunai interim sebesar US$60,77 juta yang sudah dibayarkan pada 13 Januari 2017. Keputusan itu tertuang dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu, 26 April 2017.

“Sisanya sebesar US$40,3 juta akan didistribusikan untuk pembayaran dividen tunai final,” terang Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir.

Pada tahun lalu, perseroan memberikan 49 persen dari laba bersih atau US$75,49 juta sebagai dividen tunai, termasuk dividen interim sebesar US$35,18 juta. Garibaldi menambahkan, keputusan pembagian dividen mencerminkan kinerja perseroan yang kuat di sepanjang 2016.

Pria yang biasa dikenal dengan sapaan Boy Thohir ini mengutarakan, kinerja operasi perseroan mendapat dukungan dari kondisi pasar batubara yang membaik. “Dan kami berhasil mencapai target dan mencatat kemajuan-kemajuan yang signifikan,” imbuh Garibaldi.

Keputusan dividen Adaro tentu saja menjadi kabar baik bagi para pemegang sahamnya. Tidak terkecuali Garibaldi yang per 31 Desember 2016 punya 6,18 persen saham ADRO atau setara dengan 1,98 miliar saham.

Hitung-hitungan kasar, dengan presentase kepemilikannya itu maka Garibaldi akan mendapat jatah dividen sekitar US$6,06 juta atau setara dengan Rp80,46 miliar (kurs Rp13.278 per US$), yang terdiri dari dividen interim US$3,65 juta dan dividen tunai final US$2,42 juta.

Selain Garibaldi, Edwin Soeryadjaya yang merupakan Presiden Komisaris Adaro yang punya kepemilikan 3,29 persen atau 1,051 miliar saham akan mendapat dividen US$3,32 juta. Ada juga Theodore Permadi Rachmat sebagai Wakil Presiden Komisaris Adaro akan dapat jatah US$2,28 juta atas kepemilikan 2,26 persen saham ADRO atau setara 724,42 juta lembar.

Tabel: Susunan Kepemilikan Saham Pengendali, Direksi, dan Komisaris Adaro per 31 Desember 2016

Sumber: Laporan tahunan perseroan

Adapun PT Adaro Strategic Investment sebagai pemegang saham pengendali Adaro dengan presentase kepemilikan 43,91 persen atau 14,04 miliar saham akan dapat jatah dividen US$44,38 juta. (hm)