Begini Cara Investasi Sekaligus Siapkan Dana Darurat

Abdul Malik • 29 Apr 2021

an image
Ilustrasi berinvestasi di reksadana dan Surat Berharga Negara (SBN) sebagai dana darurat atau sebagai tabungan masa depan, di tengah kondisi pandemi Covid-19. (Shutterstock)

Jadi seandainya ada keperluan tidak terduga, Anda bisa tenang karena sudah mempersiapkan dana darurat dan investasi

Bareksa.com - Pandemi Covid-19 hingga hari ini masih menyerang dunia termasuk Indonesia, tanpa terkecuali calon investor yang baru akan memulai investasi tapi belum memiliki dana darurat. Maka, baiknya investasi lebih dahulu atau menyiapkan dana darurat?

Idealnya, setiap siapapun dan terlebih pekerja, memiliki dana darurat. Ada yang menyebut, dana darurat yang disiapkan minimal 3 kali dari pengeluaran bulanan. Bahkan jika memungkinkan sebaiknya ditambahkan sesuai kondisi.

Makanya, bagi yang belum punya dana darurat, ada baiknya segera mulai untuk mengalokasikan sedikit demi sedikit untuk punya dana darurat. Saat bersamaan, investasi bisa mulai dilakukan.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan dana darurat dan investasi secara bersamaan :

1. Hitung Dana yang Dialokasikan sebagai Dana Darurat dan Investasi

Untuk bisa memiliki dana darurat dan investasi secara berbarengan, harus diketahui terlebih dulu berapa total pendapatan yang dimiliki. Kemudian, berapa besar pengeluaran setiap bulannya.

Misalnya, pendapatan yang dimiliki mencapai Rp10 juta per bulan. Sementara pengeluaran per bulannya hanya Rp9 juta. Berarti uang yang tersisa hanya Rp1 juta.Dana sebesar itu bisa dialokasikan sebagai dana darurat dan investasi. Dengan kata lain, sisa dana Rp1 juta dialokasikan yakni Rp500.000 untuk dana darurat dan Rp500.000 untuk investasi.

2. Mengatur Dana Darurat dan Investasi

Sebaiknya, jangan gabungkan antara dana darurat dan tabungan bulanan atau tabungan untuk membayar tagihan dan kewajiban bulanan. Misalnya bisa ditempatkan di reksadana pasar uang. Untuk investasi, tidak ada aturan khusus seperti dana darurat yang mesti punya rekening khusus.

Hal yang harus diperhatikan dari investasi adalah tujuannya. Misalnya untuk pendidikan, perkirakan jumlah investasi yang harus dikumpulkan. Salah satu instrumen investasi yang bisa digunakan adalah reksadana saham.

3. Disiplin untuk Dapatkan Hasil Maksimal

Tentunya akan percuma perencanaan alokasi dana darurat dan investasi secara berbarengan jika tidak disiplin dalam menjalankannya. Ingin hasil yang maksimal, Anda harus teratur dan berkelanjutan dalam mengumpulkan dana darurat dan menempatkan dana untuk investasi.

Seiring peningkatan penghasilan, jangan lupa untuk meningkatkan nilai dana darurat dan investasi. Sebab kalau nilai dana darurat dan investasi bisa tergerus nantinya karena tak menyesuaikan dengan besaran investasi.

4. Mulai Siapkan Sejak Dini

Langkah yang paling tepat untuk segera menjalankan dua hal tersebut adalah mulai menyiapkannya sedini mungkin. Dana darurat dan investasi tentu akan maksimal hasilnya jika dikumpulkan sejak dini, secepat mungkin.

Dengan begitu, keuntungan yang akan didapatkan juga sangat maksimal. Seandainya ada keperluan mendadak yang tidak terduga, Anda juga akan merasa tenang karena sudah mempersiapkan dana darurat dan investasi.

Apapun jenis reksadana berikut produknya yang dipilih untuk menghimpun dana darurat dan investasi, pastikan disesuaikan dengan profil keuangan serta tujuan investasi Anda ya.

(Martina Priyanti/AM)

​***
Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.