Tips jadi Kartini Kekinian, Perempuan Mandiri Finansial

Hanum Kusuma Dewi • 21 Apr 2021

an image
Ilustrasi wanita sedang berpikir bingung mempertimbangkan investasi reksadana saham obligasi surat utang negara sambil memegang pensil di depan komputer laptop dan tablet gadget.

Perempuan dapat menjadi backup bagi keamanan keuangan keluarganya saat kepala keluarga tertimpa musibah

Bareksa.com - Hari ini, Rabu 21 April 2021 diperingati sebagai Hari Kartini. Nah, kamu perempuan dan ingin menjadi Kartini bagi diri sendiri, keluarga dan orang banyak, dan mandiri secara finansial? Pada dasarnya setiap orang termasuk perempuan, punya kesempatan untuk membuat dirinya mandiri secara finansial.

Perencana Keuangan, L. Nathania, CFP seperti dilansir Kompas.com menyampaikan bahwa notabene 'cukup' finansial tidak dapat disamaratakan untuk semua orang. Tapi, memiliki penghasilan sendiri dapat dijadikan sebagai titik awal menjadi financial-independent woman

Menurutnya, perempuan mandiri secara finansial banyak manfaatnya. "Wanita dapat menjadi backup bagi keamanan keuangan keluarganya saat kepala keluarga tertimpa musibah," sebut Nia.

Berikut enam tips menjadi perempuan mandiri secara finansial:

1. Kenali Potensi Diri dan Pahami Kondisi

Dalam dunia karier dan bisnis, wanita sering dihadapkan dengan berbagai kondisi sulit, baik di rumah maupun di masyarakat. Dimulai dari jam kantor yang kurang fleksibel, sampai berbagai tuntutan atau norma keluarga dan masyarakat.

Dengan pelbagai rintangan tersebut, Nia berkata bahwa penting untuk kamu mengenal potensi diri dan mengetahui nilai lebih dalam diri sendiri. "Hal ini dapat kita berikan dalam suatu pekerjaan, jasa, maupun produk," katanya.

2. Belajar dan Asah Terus Skills

Memang wanita secara kodrat, akan ada masanya harus mundur sejenak dari dunia profesional atau masa produktif secara finansial. Namun sebut Nia, usahakan untuk tetap update dengan industri yang kamu sukai, agar nanti lebih mudah berkarya kembali saat sudah siap. "Investasi terbaik adalah investasi kepada diri sendiri," ungkapnya.

Sehingga sejak dini, ikuti berbagai pelatihan, webinar, dan teruslah belajar. Tentu belajar bisa membuat kamu terus menggali potensi diri, dan meningkatkan value diri dari segi penghasilan.

3. Mulai Tentukan Tujuan Keuangan

Bila kamu sudah memiliki penghasilan sendiri, mulai rumuskan tujuan keuanganmu agar hasil jerih payah kamu dapat dikelola dengan lebih terarah. Targetkan secara bertahap dan matang. "Dari level mampu memenuhi kebutuhan pribadi, sampai tujuan keuangan jangka panjang," ucap Nia.

Investasi adalah cara untuk mewujudkan tujuan keuangan di masa depan. Satu investasi yang mudah bagi pemula adalah reksadana, sebab reksadana dikelola oleh manajer investasi profresional dan diawasi resmi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

4. Bijak Berbelanja

Wanita memang identik dengan hobi berbelanja. Tidak salah jika kamu menjadikan 'bebas berbelanja' sebagai motivasi untuk menjadi wanita yang mandiri secara finansial. Bahkan sebut Nia, self-reward sebenarnya penting untuk menjaga motivasi dan produktivitas kamu.

Namun tetap, bijak dalam berbelanja sangatlah penting. "Mandiri secara finansial tidak akan dapat terjadi jika kita terus dibayang-bayangi oleh utang," katanya. Makanya, hindari belanja berlebih sebagai pelampiasan emosi, dan gunakan kartu kredit hanya sebagai alat pembayaran. "Satu cara agar lebih bijak dalam berbelanja adalah mencatat pengeluaran," jelas Nia.

5. Work-Life Balance

Tujuan keuangan dengan jangka waktu yang jelas pastinya semakin memacu kamu untuk terus berkarya. Tapi, tetap perlu diperhatikan, jangan sampai memforsir diri dan merusak kesehatan jasmani rohani. "Bagaimana pun juga, sesuatu yang berlebihan tidaklah baik," ucap Nia.

Katanya, kalau jasmani dan rohani kurang sehat, mandiri secara finansial juga tidak dapat dinikmati secara optimal. "Sempatkan diri untuk quality time dengan diri sendiri dan keluarga, wajib dimasukkan ke dalam agenda," tegasnya.

6. Yakin

Meski sudah berusaha untuk menjadi perempuan yang mandiri secara finansial, tidak jarang terbersit keraguan pada kemampuan diri. Hal tersebut memanglah wajar. Melansir dari survei KPMG yang dipublikasikan dalam 2020 KPMG Women’s Leadership Summit Report, 75 persen dari 750 eksekutif wanita partisipan survei tersebut mengaku pernah mengalami imposter syndrome dalam perjalanan kariernya.

Imposter syndrome adalah kecenderungan individu untuk ragu terhadap kemampuan diri dan mengecilkan kesuksesan sendiri. Menurut Nia, terkadang rintangan terbesar adalah diri sendiri. "Entah itu ketidakpercayaan diri, maupun kemalasan," jelasnya. 

Maka, yuk mulai dari diri sendiri, biasakan pola pikir yang optimis: Wanita mampu berdaya dan mandiri secara finansial!

(Martina Priyanti)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini 

- Beli reksadana, klik tautan ini 

- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store

- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore 

- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.