
Bareksa - Wall Street melonjak pada Rabu (4/11/2026) setelah Partai Demokrat memenangi mayoritas DPR dan Senat AS dalam pemilu sela. Dow Jones naik 3,03% ke 53.356,12, kenaikan harian terbesar setelah pemilu sela sejak 1982.
S&P 500 naik 1,58% dan Nasdaq naik 1,44%. Kenaikan dipimpin saham Big Tech, dan token RWA-nya ikut mengua. Hingga Kamis (5/11) pukul 07.16 WIB, token Microsoft (MSFTON) naik 7,64% dalam 24 jam, Amazon (AMZNON) 7,63% dan Apple (AAPLX) 6,38%.
Bitcoin naik 4,62%. Sebaliknya, saham chip tertekan, termasuk Nvidia yang turun 3,17%. Emas ikut bangkit. Harga emas spot naik 3,63% ke 4.071,13 dolar AS per ons pada 4/11.
Sementara token emas Tether Gold (XAUT) dan Pax Gold (PAXG) naik 3,30% dan 3,28% dalam 24 jam hingga pukul 07.39 WIB.
Yang terjadi: indeks utama AS naik tajam dipimpin Big Tech, token MSFTON, AMZNON dan AAPLX naik 6,38-7,64%, dan emas naik 3,63%.
Penyebab utama: pasar menyambut kepastian hasil pemilu dan pemerintahan terbagi; dolar AS, imbal hasil obligasi AS dan harga minyak turun.
Yang perlu dicermati: data tenaga kerja AS Jumat (6/11) yang memengaruhi rapat The Fed 8-9 Desember, kebijakan data center, dan perang Iran.
Yang dapat dipertimbangkan: token saham Big Tech, Bitcoin, token emas, reksadana pasar uang USD dan reksadana pendapatan tetap USD dengan booster saham AS dapat dicermati sesuai profil risiko.
Ringkasan Data Pasar
Indikator | Posisi | Perubahan 4/11 |
|---|---|---|
Dow Jones | 53.356,12 | +3,03% |
S&P 500 | 7.688,62 | +1,58% |
Nasdaq Composite | 25.736,51 | +1,44% |
Saham Microsoft | 555,80 dolar AS | +6,68% |
Saham Amazon | 266,03 dolar AS | +6,12% |
Saham Apple | 349,51 dolar AS | +5,31% |
Saham Nvidia | 200,13 dolar AS | -3,17% |
Emas spot (XAU/USD) | 4.071,13 dolar AS | +3,63% |
Imbal hasil obligasi AS 10 tahun | sekitar 4,88% | turun |
Minyak Brent | 94,62 dolar AS | turun hampir 8,7% |
Peluang The Fed naik 25 bps (9 Des) | 82,7% | dari 77,4% (3/11) |
Sumber: Yahoo Finance, TheStreet, Investing, Kitco, CME FedWatch diolah
*Data penutupan 4 November 2026. Data CME FedWatch per 4/11/2026 pukul 05.57 waktu Chicago.
Grafik: kenaikan aset acuan 4/11 dibanding return token 24 jam (5/11 pagi). Token emas = PAXG.
Sumber: Yahoo Finance, Investing.com, Bareksa.
Hasil pemilu yang tegas mengurangi ketidakpastian. Analis Deutsche Bank menilai mayoritas besar Demokrat dan kesediaan Presiden Trump bekerja sama dengan oposisi dapat meredam kebijakan ekstrem.
Menurut Kitco, kemenangan Demokrat juga menurunkan dolar AS, imbal hasil obligasi AS dan harga minyak. Kondisi ini mendukung emas, yang tidak memberi bunga.
Reaksi pasar terhadap pemilu tidak seragam antarsektor. Token saham Big Tech mengikuti penguatan saham acuannya, token emas mengikuti harga emas, dan reksadana USD memberi pilihan dengan fluktuasi relatif lebih rendah.
Token saham mengacu pada harga saham AS, bukan kepemilikan saham langsung.
Aset | Return 24 jam | Aset acuan 4/11 |
|---|---|---|
Microsoft (MSFTON) | 7,64% | 6,68% |
Amazon (AMZNON) | 7,63% | 6,12% |
Apple (AAPLX) | 6,38% | 5,31% |
Bitcoin (BTC) | 4,62% | - |
Tether Gold (XAUT) | 3,30% | 3,63% |
Pax Gold (PAXG) | 3,28% | 3,63% |
Sumber: aplikasi Bareksa, 5/11/2026 pukul 07.16-07.39 WIB; Yahoo Finance dan Investing.com (aset acuan).
Mitra | Harga Beli per Gram | Return 1 Tahun |
|---|---|---|
Treasury | Rp2.400.483 | 8,49% |
Pegadaian | Rp2.395.000 | 5,27% |
Indogold | Rp2.374.116 | 7,39% |
Sumber: aplikasi Bareksa, 5/11/2026 pukul 07.40 WIB.
Reksadana pasar uang USD berinvestasi pada instrumen jangka pendek sehingga fluktuasinya relatif rendah, tetapi tetap memuat risiko kurs.
Reksadana Pasar Uang USD | Return 1 Tahun |
|---|---|
Sucorinvest Money Market USD | 3,69% |
BRI Seruni Likuid Dolar | 3,05% |
Bahana Liquid USD | 2,60% |
Sumber: Bareksa, NAB per 4/11/2026. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan.
Bagi investor yang ingin tetap di instrumen pendapatan tetap tetapi ikut menangkap peluang saham AS, STAR Fixed Income Neo AI Dollar dari STAR Asset Management dapat dicermati. Reksadana pendapatan tetap USD ini menempatkan sebagian besar asetnya di instrumen pendapatan tetap, dengan "booster" saham AS maksimal 15%, dan dikelola dengan dukungan AI hasil kolaborasi Bareksa dan Quantit. Karena ada porsi saham, nilainya dapat lebih fluktuatif dibanding reksadana pasar uang.
Risiko kebijakan: aturan data center yang lebih ketat dapat menekan saham AI dan teknologi.
Risiko suku bunga: peluang kenaikan bunga The Fed 82,7% pada 9 Desember dapat menekan saham, obligasi dan membatasi kenaikan emas.
Risiko geopolitik: Rapidan Energy Group menilai eskalasi perang Iran masih lebih mungkin, sehingga harga minyak bisa kembali naik.
Risiko token, kripto dan kurs: token dan kripto diperdagangkan 24 jam dan dapat berbalik cepat; nilai dalam rupiah dipengaruhi kurs.
Kemenangan Demokrat di pemilu sela memicu reli Wall Street yang dipimpin Big Tech, sekaligus mengangkat emas. Token saham Big Tech, Bitcoin, token emas, reksadana pasar uang USD dan STAR Fixed Income Neo AI Dollar dapat dicermati dengan porsi yang disesuaikan profil risiko.
Daftar Akun Crypto RWA di Sini
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
Disclaimer
Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi. Harga dapat naik dan turun secara signifikan. Pastikan kamu memahami risikonya sebelum bertransaksi. Seluruh rangkaian proses transaksi aset kripto melalui sistem PT Tiga Inti Utama (TRIV). TRIV Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Pasar menyambut hilangnya ketidakpastian dan pemerintahan terbagi yang dinilai membatasi kebijakan ekstrem.
Dolar AS dan imbal hasil obligasi AS turun, sehingga emas yang tidak berbunga menjadi lebih menarik.
Porsi saham AS maksimal 15% di dalam reksadana pendapatan tetap, untuk menangkap peluang kenaikan saham AS dengan risiko yang tetap terjaga.
Tidak. Nilai aktiva bersih dan kurs dapat berubah, dan reksadana tidak dijamin LPS.