Bareksa Insight: Chip AS Rebound, RWA AMD Menguat Saat Pemilu

Abdul Malik • 04 Nov 2026

an image
Ilustrasi kebangkitan saham chip AS di tengah pemilu sela Amerika Serikat. Token saham AMD (AMDON) menguat 5,18%, sementara AVGOON dan SNDKON melemah. (Ilustrasi AI/Bareksa)

Token AMDON naik 5,18% usai laporan kuartal AMD, sementara AVGOON dan SNDKON turun saat pemilu sela AS. Simak juga reksadana pasar uang USD.

Bareksa - Saham chip AS bangkit pada Selasa (3/11/2026). Nasdaq Composite naik 0,83% ke 25.372,01 dan S&P 500 naik 0,36% ke 7.568,92, sementara Dow Jones turun 0,38%, menurut Yahoo Finance. Saham AMD naik 3,65% dan menguat lagi setelah jam bursa karena pendapatan data center-nya naik 97% pada kuartal III. Namun gerak token RWA tidak seragam. Hingga Rabu (4/11) pukul 10.09 WIB, token AMD (AMDON) naik 5,18% dalam 24 jam, sedangkan token Broadcom (AVGOON) turun 1,50% dan token SanDisk (SNDKON) turun 2,54%, menurut data aplikasi Bareksa.

 Ringkasan Penting untuk Investor

  • Yang terjadi: saham chip AS naik pada 3/11, tetapi hanya token AMDON yang tetap hijau dalam 24 jam.

  • Penyebab utama: laporan kuartal AMD di atas perkiraan, sementara futures AS melemah saat peluang Demokrat menang pemilu sela menguat (CNBC).

  • Yang perlu dicermati: hasil akhir pemilu sela AS, data tenaga kerja AS Jumat (6/11), dan arah suku bunga The Fed.

  • Yang dapat dipertimbangkan: token saham AMD dan reksadana pasar uang USD dapat dicermati sesuai profil risiko.

Ringkasan Data Pasar

Indikator
Harga Terakhir
Perubahan

Nasdaq Composite

25.372,01

+0,83% (3/11)

S&P 500

7.568,92

+0,36% (3/11)

Dow Jones

51.786,72

-0,38% (3/11)

Saham AMD

483,90 dolar AS

+3,65% (3/11)

Saham Broadcom

332,13 dolar AS

+3,07% (3/11)

Saham SanDisk

1.126,52 dolar AS

+4,78% (3/11)

Futures S&P 500

7.562

-0,46% (malam pemilu)

Peluang The Fed naik 25 bps

78,4%

dari 74,4% (2/11)

Sumber: Yahoo Finance, CNBC, CME FedWatch per 3/11/2026

*Data penutupan bursa AS 3 November 2026, kecuali futures (malam 3/11 waktu AS).

Grafik: kenaikan saham acuan saat bursa AS 3/11 dibanding return token 24 jam hingga 4/11 pukul 10.09 WIB. Sumber: Yahoo Finance, Bareksa.

Mengapa Token Chip Bergerak Berbeda?

Token RWA diperdagangkan 24 jam, sehingga ikut bereaksi terhadap kejadian setelah bursa AS tutup. Malam pemilu sela, futures S&P 500 berbalik turun 0,46% saat peluang Demokrat menguasai DPR dan Senat menguat. Sebagian pelaku pasar khawatir aturan data center diperketat.

Broadcom dan SanDisk sangat bergantung pada permintaan data center, sehingga kenaikan sahamnya saat bursa buka terhapus di pasar token. AMD tetap menguat karena laporan kuartalnya memberi alasan baru bagi investor.

 Apa Artinya bagi Investor?

Kenaikan saham acuan belum tentu tercermin di harga token pada waktu yang sama. Investor perlu melihat periode return token dan sentimen di luar jam bursa sebelum mengambil keputusan.

 RWA US Stocks Chip​

Token ini mengacu pada harga saham AS, bukan kepemilikan saham langsung.

Token
Return 24 jam
Return 3 bulan
Bidang Usaha

AMD (AMDON)

5,18%

5,37%

Chip AI & pusat data

Broadcom (AVGOON)

-1,50%

-22,35%

Chip jaringan & AI

SanDisk (SNDKON)

-2,54%

-29,62%*

Memori & penyimpanan data

 Sumber: aplikasi Bareksa, 4/11/2026 pukul 10.09 WIB. *Grafik SNDKON dimulai 13/10/2026, sehingga return ini mencerminkan periode sejak tanggal tersebut.

Beli Token AMD AMDON

Reksadana Pasar Uang USD

Reksadana ini berinvestasi pada instrumen jangka pendek sehingga fluktuasinya relatif rendah, tetapi tetap memuat risiko kurs.

Reksadana
Return 1 Tahun

Sucorinvest Money Market USD

3,69%

BRI Seruni Likuid Dolar

3,05%

Bahana Liquid USD

2,60%

 Sumber: Bareksa, NAB per 3/11/2026. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan.

Faktor Risiko

  • Volatilitas token: token dapat berbalik turun di luar jam bursa AS, seperti AVGOON dan SNDKON.

  • Risiko kebijakan: hasil pemilu sela dapat memengaruhi aturan data center dan sentimen saham AI.

  • Risiko suku bunga: peluang kenaikan bunga The Fed 78,4% (CME FedWatch) dapat menekan aset berisiko.

  • Risiko kurs: nilai reksadana dan token USD dalam rupiah ikut dipengaruhi pergerakan kurs.

Kesimpulan

Saham chip AS bangkit, tetapi reaksi token tidak seragam. AMDON tetap menguat berkat laporan kuartal AMD, sementara AVGOON dan SNDKON berbalik turun saat pemilu sela. Token saham AMD dan reksadana pasar uang USD dapat dicermati sesuai profil risiko.

Daftar Akun Crypto RWA di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

Disclaimer

Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi. Harga dapat naik dan turun secara signifikan. Pastikan kamu memahami risikonya sebelum bertransaksi. Seluruh rangkaian proses transaksi aset kripto melalui sistem PT Tiga Inti Utama (TRIV). TRIV Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pertanyaan Umum

Mengapa token Broadcom turun padahal sahamnya naik?

Return token dihitung 24 jam, termasuk saat futures AS melemah di malam pemilu setelah bursa tutup.

Apakah token AMDON sama dengan membeli saham AMD?

Tidak. Token mengacu pada harga saham AMD, tetapi bukan kepemilikan saham langsung.

Mengapa return 3 bulan SNDKON perlu dibaca hati-hati?

Grafiknya baru dimulai 13 Oktober 2026, sehingga belum mencerminkan tiga bulan penuh.

Apakah reksadana pasar uang USD bebas risiko?

Tidak. Nilai aktiva bersih dan kurs dapat berubah, dan reksadana tidak dijamin LPS.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WMI dan WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.