
Bareksa – Industri teknologi AS kembali diguncang kabar pendanaan besar pada Senin (26/10/2026). Meta Platforms dikabarkan berencana menghimpun dana hingga US$95 miliar lewat penjualan saham untuk mendanai ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI), dengan Nvidia, AMD, dan Broadcom sepakat membeli hingga US$5 miliar saham tersebut. Di saat bersamaan, Anthropic—pengembang model AI Claude—mengajukan IPO senilai US$100 miliar, menguji minat investor terhadap saham sektor AI. IHSG pada penutupan Senin turun 1,22% ke level 5.373, sementara Rupiah melemah ke Rp18.149 per dolar AS.
Ringkasan Data Pasar (Senin, 26/10/2026)
Indikator | Data Terakhir | Perubahan |
|---|---|---|
IHSG | 5.373 | -1,22% |
Rupiah/USD | Rp18.149 | Melemah |
Meta xStock (METAX) | Return 3 bulan | 7,35% |
Nvidia Tokenized (NVDAX) | Return 3 bulan | 0,83% |
Bitcoin (BTC) | Return 3 bulan | 24,12% |
Sumber: Bareksa (kinerja RWA per 27/10/2026, 08.45 WIB), diolah.
Sinyal terkuat hari ini datang dari sektor teknologi AS. Rencana penghimpunan dana Meta senilai hingga US$95 miliar menjadi salah satu penawaran ekuitas terbesar sepanjang sejarah, menegaskan besarnya kebutuhan modal untuk membangun infrastruktur AI. Keterlibatan Nvidia, AMD, dan Broadcom sebagai pembeli saham menunjukkan ekosistem AI saling terkait erat antara penyedia chip dan pengguna infrastruktur skala besar.
Di sisi lain, langkah Anthropic mengajukan IPO senilai US$100 miliar menjadi penanda penting siklus AI yang mulai masuk ke pasar modal publik, setelah sebelumnya hanya mengandalkan pendanaan swasta (venture capital).
Lonjakan volume transaksi token saham global hingga 18 kali lipat sejak Januari turut menunjukkan minat investor ritel yang kian besar terhadap eksposur saham AI lewat instrumen tokenized, meski instrumen ini tetap memiliki risiko dan karakteristik berbeda dari saham langsung.
Investor domestik bisa mencermati tren ini lewat RWA (real world asset) US Stocks yang tersedia di Bareksa, yaitu token yang mengacu pada harga saham perusahaan AS terkait. Sebagai instrumen yang volatil dan berisiko tinggi, porsi alokasi RWA sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.
RWA di Bareksa mengikuti harga saham atau aset kripto acuannya, sehingga pergerakannya bisa signifikan dalam waktu singkat.
Produk | Return 3 Bulan | Keterangan |
|---|---|---|
Meta xStock (METAX) | +7,35% | Saham Meta, perusahaan AS yang himpun dana AI US$95 M |
Nvidia Tokenized (NVDAX) | +0,83% | Saham Nvidia, produsen chip AI penyuntik dana US$5 M ke Meta |
Bitcoin (BTC) | +24,12% | Kripto utama, konsolidasi US$80 ribu jelang keputusan The Fed 28/10 |
Sumber: Bareksa, return 3 bulan per 27/10/2026, 08.45 WIB.
Kenaikan besar dalam tiga bulan terakhir berarti harga sudah naik signifikan, sehingga risiko koreksi juga lebih besar.
Bagi investor yang butuh dana USD, reksadana pasar uang USD bisa dicermati untuk likuiditas.
Produk Reksadana | Return 1 Tahun |
|---|---|
Sucorinvest Money Market USD | 3,68% |
BRI Seruni Likuid Dolar | 3,08% |
Bahana Liquid USD | 2,62% |
Sumber: Bareksa, return 1 tahun per 26/10/2026.
Return yang lebih tinggi tidak otomatis lebih sesuai bagi semua investor; pertimbangkan kebutuhan likuiditas dan toleransi risiko nilai tukar.
Pada 26 Oktober 2026, dua kabar besar dari sektor AI—rencana pendanaan jumbo Meta dan pengajuan IPO Anthropic—menjadi sorotan pasar global, di tengah pelemahan IHSG dan Rupiah. Investor dapat mencermati RWA US Stocks AI & Kripto dengan porsi terbatas sesuai profil risiko, serta reksadana pasar uang USD untuk kebutuhan likuiditas dolar.
Pada 23 Oktober 2026, indeks saham AS melemah, tetapi saham energi dan keamanan siber menguat dengan pemicu berbeda. Produk RWA US Stocks di atas mencatat return 3 bulan antara 17,99% dan 25,49%, namun kenaikan itu tidak menjamin tren berlanjut. Untuk menjaga sebagian dana dalam dolar AS dengan fluktuasi lebih rendah, reksadana pasar uang USD dapat dicermati sesuai profil risiko.
Daftar Akun Crypto RWA di Sini
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
Disclaimer
Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi. Harga dapat naik dan turun secara signifikan. Pastikan kamu memahami risikonya sebelum bertransaksi. Seluruh rangkaian proses transaksi aset kripto melalui sistem PT Tiga Inti Utama (TRIV). TRIV Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
RWA US Stocks adalah token yang mengacu pada harga saham perusahaan AS, seperti Meta xStock (METAX) dan Nvidia Tokenized (NVDAX), sehingga pergerakan harganya mengikuti saham acuannya.
Meta berencana menghimpun dana hingga US$95 miliar untuk infrastruktur AI, sementara Anthropic mengajukan IPO senilai US$100 miliar, menandakan besarnya minat investor pada sektor AI.
Reksadana pasar uang USD seperti Sucorinvest Money Market USD, BRI Seruni Likuid Dolar, dan Bahana Liquid USD memiliki fluktuasi relatif lebih rendah dibanding RWA, namun tetap mengandung risiko nilai tukar.