
Bareksa — Pasar saham domestik masih tertekan di awal pekan terakhir September. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,9% ke 6.241,89 pada Jumat (25/9), melanjutkan penurunan 1,2% sehari sebelumnya. Sepanjang pekan lalu, IHSG turun 3,1%.
Di pasar obligasi, ekspektasi imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun naik 7,5 basis poin (bps) ke 7,083%. Rupiah relatif stabil, menguat tipis 0,03% ke Rp17.885 per dolar AS. Di tengah kondisi ini, pemerintah mulai menawarkan SBR015 hari ini dengan kupon minimal hingga 6,85% per tahun.
IHSG turun 0,9% ke 6.241,89 pada Jumat (25/9) dan turun 3,1% sepekan.
Yield SBN 10 tahun naik 7,5 bps ke 7,083%, artinya harga SBN melemah.
Rupiah relatif stabil, menguat tipis 0,03% ke Rp17.885 per dolar AS.
Penawaran SBR015 dibuka 28 Sep-22 Okt 2026: kupon minimal 6,75% (T2) dan 6,85% (T4) per tahun, mengambang dengan batas bawah.
Emas spot naik tipis 0,2% ke US$4.287,25/troy ons, namun turun 2,1% sepekan.
Prioritas: SBR015 untuk mengunci imbal hasil, reksadana pasar uang untuk likuiditas, reksadana pendapatan tetap untuk akumulasi bertahap.
Indikator | Data Terakhir (25/9/2026) | Sebulan lalu (27/8/2026) | Keterangan |
|---|---|---|---|
IHSG | 6.241,89 | 6.521,75 | Turun 0,90% harian; turun 4,3% sebulan |
USD/IDR | 17.885 | 17.720 | Rupiah menguat 0,03% harian; melemah 0,9% sebulan |
Emas spot (US$/troy ons) | 4.287,25 | 4.601,25 | Naik 0,20% harian; turun 6,8% sebulan |
Yield SBN 10Y | 7,083% | 7,005% | Naik 7,5 bps harian; naik 7,8 bps sebulan |
Yield UST 10Y | 5,167% | 4,672% | Turun 2,6 bps harian; naik 49,5 bps sebulan |
BI Rate | 5,75% | 5,75% | Ditahan pada RDG 22-23 September 2026 |
Sumber: Investing.com, Bank Indonesia, diolah Bareksa.
Tekanan utama datang dari kenaikan yield obligasi AS. Dalam sebulan, yield US Treasury 10 tahun naik 49,5 bps ke 5,167%. Menurut Kitco News, yield yang tinggi dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed masih membebani aset berisiko dan emas.
Pada Jumat (25/9), yield US Treasury 10 tahun sedikit turun 2,6 bps. Wall Street juga ditutup naik, dengan Dow Jones naik 0,93% dan S&P 500 naik 0,51%. Namun, sentimen positif ini belum tercermin di pasar domestik saat bursa Jumat ditutup.
Selisih yield SBN 10 tahun dengan US Treasury 10 tahun kini sekitar 192 bps. Selisih yang menyempit membuat SBN kurang menarik bagi investor asing, sehingga yield SBN ikut naik untuk menjaga daya tarik.
Bank Indonesia menahan BI Rate di 5,75% pada RDG 22-23 September 2026. SBR015 memakai skema kupon mengambang dengan batas bawah (floating with floor). Kupon dapat naik bila BI Rate naik, tetapi tidak turun di bawah kupon minimal.
Seri | Tenor | Kupon minimal | Jatuh tempo |
|---|---|---|---|
SBR015T2 | 2 tahun | 6,75% p.a | 10 Okt 2028 |
SBR015T4 | 4 tahun | 6,85% p.a | 10 Okt 2030 |
Sumber: Bareksa, DJPPR Kemenkeu. Masa penawaran 28 September-22 Oktober 2026.
SBR015 dijamin pembayaran pokok dan kuponnya oleh negara sesuai UU No. 24 Tahun 2002, tetapi tetap memiliki risiko seperti risiko likuiditas karena tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
Cocok bagi investor yang ingin mengunci imbal hasil tetap tinggi di tengah gejolak pasar dengan potensi kenaikan kupon bila BI Rate naik.
Di tengah volatilitas IHSG, reksadana pasar uang dapat menjadi tempat menjaga likuiditas.
Reksadana | Return 1 Tahun |
|---|---|
Avrist Ada Kas Mutiara | 4,79% |
Syailendra Dana Kas | 4,60% |
BRI Seruni Likuid Dolar | 3,15% |
Mandiri Money Market USD | 2,49% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 25 September 2026. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan.
Yield SBN di atas 7% memberi peluang akumulasi bertahap bagi investor jangka menengah. Harga obligasi bisa berfluktuasi dalam jangka pendek saat yield naik.
Reksadana | Return 1 Tahun |
|---|---|
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 6,71% |
Trimegah Dana Obligasi Nusantara | 6,13% |
Recapital Pendapatan Tetap Dana Gemilang | 5,01% |
Insight Renewable Energy Fund | 4,62% |
Avrist Emerald Stable Fund | 3,67% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 25 September 2026. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan.
Harga emas spot naik tipis 0,2% ke US$4.287,25 per troy ons pada Jumat (25/9), namun turun 2,1% sepekan. Menurut Kitco News, yield obligasi AS di atas 5% dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed membatasi pemulihan harga emas. Goldman Sachs tetap menargetkan harga emas US$4.900 per troy ons pada akhir 2026. Investor jangka panjang dapat membeli bertahap (DCA).
Platform | Harga Beli/Gram |
|---|---|
Treasury | Rp2.508.210 |
Pegadaian | Rp2.478.000 |
Indogold | Rp2.443.776 |
Sumber: fitur Bareksa Emas, per 28 September 2026 pagi.
Kenaikan lanjutan yield US Treasury dan kenaikan suku bunga The Fed.
Arus keluar dana asing dari pasar saham dan obligasi domestik.
Pelemahan rupiah bila selisih yield SBN-UST terus menyempit.
Volatilitas harga minyak terkait konflik AS-Iran.
Risiko likuiditas SBR015 karena tidak dapat diperdagangkan.
IHSG dan pasar SBN masih tertekan akibat yield obligasi AS yang tinggi. Pembukaan SBR015 dengan kupon minimal hingga 6,85% memberi peluang mengunci imbal hasil. Investor dapat memprioritaskan SBR015, menjaga likuiditas di reksadana pasar uang, dan menambah reksadana pendapatan tetap secara bertahap sesuai profil risiko.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Masa penawaran SBR015 berlangsung 28 September hingga 22 Oktober 2026.
Kupon minimal 6,75% per tahun untuk SBR015T2 (2 tahun) dan 6,85% per tahun untuk SBR015T4 (4 tahun). Kupon bisa naik bila BI Rate naik.
Harga dan yield obligasi bergerak berlawanan. Saat yield naik, harga obligasi di pasar turun.
Reksadana pasar uang berinvestasi di deposito dan surat utang jangka pendek, sehingga fluktuasinya relatif rendah. Namun, reksadana bukan instrumen bebas risiko dan tidak dijamin LPS.
Harga emas turun 6,8% dalam sebulan. Investor jangka panjang dapat membeli bertahap untuk mengurangi risiko waktu masuk.