
Bareksa - Setelah pengumuman kenaikan suku bunga The Fed, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah relatif stabil. Kondisi ini ikut menopang kinerja reksadana pendapatan tetap. Sebanyak 77% reksadana pendapatan tetap di Bareksa tercatat menguat secara harian pada 17 September. Reksadana pendapatan tetap terutama yang berbasis obligasi korporasi berdurasi pendek, dapat dicermati secara selektif karena cenderung lebih tahan terhadap volatilitas yield, meski nilai aktiva bersih (NAB) tetap dapat berubah.
Yield obligasi pemerintah relatif stabil setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin ke 3,75-4% pada 16 September.
Sebanyak 77% reksadana pendapatan tetap di Bareksa menguat secara harian pada 17 September.
Kurva SBN bergerak campuran: tenor 1-2 tahun menguat, tenor 3-10 tahun melemah tipis, sedangkan tenor 15-30 tahun relatif stabil.
Reksadana pasar uang dapat digunakan untuk menjaga likuiditas. Reksadana pendapatan tetap berdurasi pendek dapat dicermati secara selektif dengan memperhatikan kualitas kredit.
Emas tetap berfungsi sebagai diversifikasi. Pembelian bertahap (DCA) dapat dipertimbangkan sesuai tujuan dan profil risiko.
Data Utama Pasar
Indikator | Data terakhir | Keterangan |
Fed funds rate | 3,75-4% | Naik 25 bps pada 16/9 |
UST 10Y | 4,94% (17/9) | Turun sekitar 7 bps |
SBN 10Y | 7,15% (17/9) | Relatif stabil |
IHSG | 6.462 (+0,4%) | Net foreign buy Rp160 miliar |
USD/IDR | Rp17.747 | Rupiah melemah 54 poin |
Brent | US$104,8/barel | Turun 0,95% |
Emas spot | US$4.346,9/oz | Naik 0,12% |
Sumber: Investing, The Fed, Kitco, diolah Bareksa
Sumber: Investing, periode 18 Agustus–17 September 2026; data dinormalisasi ke indeks 100 pada 18 Agustus. Kenaikan USD/IDR berarti rupiah melemah.
Kenaikan suku bunga The Fed sudah banyak diantisipasi pasar. Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia, setelah pengumuman, yield UST 10 tahun turun ke sekitar 4,94% pada 17 September, sementara yield SBN 10 tahun berada di sekitar 7,15%. Pergerakan ini membantu meredakan tekanan pada harga obligasi dan NAB reksa dana pendapatan tetap.
Mengutip riset Samuel Sekuritas, kurva SBN tidak bergerak seragam. Yield tenor 1-2 tahun turun 0,11-0,45 basis poin, sedangkan tenor 3-10 tahun naik 0,17-0,47 basis poin. Tenor 15-30 tahun relatif datar. Karena durasi lebih pendek umumnya memiliki sensitivitas lebih rendah terhadap perubahan yield, reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi korporasi tenor pendek cenderung lebih tahan terhadap gejolak suku bunga. Namun, risiko spread kredit, likuiditas, dan perubahan NAB tetap perlu diperhatikan.
Kinerja berikut merupakan return satu tahun per 17 September 2026 dan bukan proyeksi hasil.
Reksadana | Return 1 tahun |
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 7,09% |
Trimegah Dana Obligasi Nusantara | 6% |
Recapital Pendapatan Tetap Dana Gemilang | 5,21% |
Insight Renewable Energy Fund | 4,98% |
Avrist Emerald Stable Fund | 4,04% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 17/9/2026
Reksadana pasar uang dapat digunakan sebagai tempat parkir dana jangka pendek ketika investor masih menunggu arah yield dan pasar saham.
Reksadana | Return 1 tahun |
Avrist Ada Kas Mutiara | 4,79% |
Syailendra Dana Kas | 4,62% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 17/9/2026
Harga emas spot menguat tipis ke sekitar US$4.346,9 per ons pada 17 September setelah tekanan dolar dan yield mereda. Pergerakan emas tetap dipengaruhi biaya peluang karena emas tidak memberikan kupon, tetapi risiko geopolitik dan fiskal dapat menopang permintaan aset aman. Investor jangka panjang dapat mempertimbangkan DCA saat koreksi. Strategi ini tidak menjamin keuntungan dan perlu disesuaikan dengan profil risiko.
Harga beli emas digital per gram:
Platform | Harga beli/gram |
Treasury | Rp2.531.165 |
Pegadaian | Rp2.470.000 |
Indogold | Rp2.439.132 |
Sumber: fitur Bareksa Emas, per 18/9/2026 pagi
Perubahan yield UST atau SBN dapat kembali menekan harga obligasi dan NAB reksadana pendapatan tetap.
Pelemahan rupiah dapat menjaga tekanan inflasi dan membatasi ruang pelonggaran kebijakan domestik.
Reksadana pendapatan tetap basis obligasi korporasi menghadapi risiko kredit dan likuiditas selain risiko durasi.
Return satu tahun tidak menjamin kinerja pada periode berikutnya.
Harga emas digital berbeda antarpenyedia dan memiliki selisih harga beli-jual.
Stabilnya yield setelah kenaikan suku bunga The Fed membantu meredakan tekanan pada reksadana pendapatan tetap. Sebanyak 77% produk reksadana obligasi di Bareksa menguat secara harian pada 17 September, tetapi investor tetap perlu membedakan momentum pasar dari jaminan hasil. Reksadana pendapatan tetap berdurasi pendek dapat dicermati secara selektif, reksadana pasar uang berperan menjaga likuiditas, dan emas dapat digunakan sebagai diversifikasi melalui pembelian bertahap.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Tidak. Angka tersebut menggambarkan kinerja harian produk yang dipantau. NAB tetap dapat berubah karena yield, spread kredit, dan kondisi pasar.
Durasi yang lebih pendek biasanya membuat perubahan harga akibat pergerakan yield lebih kecil, meski risiko kredit dan likuiditas tetap ada.
Tidak. Reksadana pasar uang memiliki risiko pasar dan pengelolaan, walaupun volatilitasnya umumnya lebih rendah dibanding reksa dana saham.
Emas tidak memberikan kupon sehingga sensitif terhadap biaya peluang, tetapi ketidakpastian geopolitik, fiskal, dan pergerakan dolar dapat mengubah arah permintaan.