
Bareksa - Ekspektasi imbal hasil (yield) Obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) US Treasury (UST) 10 tahun menembus 5,01% (15/9/2026), tertinggi sejak 2007.
Hal itu seiring harga minyak Brent mencapai US$109 per barel dan 92,4% peluang kenaikan suku bunga The Fed (Fed Rate) 25 bps pada rapat bank sentral AS (FOMC) pada Rabu (16/9) waktu setempat.
Namun yield acuan Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun tercatat stabil 7,156%, sehingga investor dapat mempertimbangkan likuiditas, durasi obligasi yang lebih pendek, dan diversifikasi investasi sesuai profil risiko.
Sinyal global tetap defensif: yield UST di atas 5% dan minyak sekitar US$109 memperbesar risiko suku bunga lebih tinggi.
SBN Indonesia relatif lebih tahan dengan yield 10 tahun 7,156%
Reksadana pasar uang membantu menjaga likuiditas; SR025 menawarkan kupon tetap 6,8% dan 6,9% penutupan penawaran 16 September pukul 12.00 WIB.
Reksadana pendapatan tetap berdurasi pendek dapat dicermati secara selektif; emas tetap volatil sehingga disarankan pembelian bertahap secara lebih disiplin.
Data Utama Pasar
Indikator | Data Terakhir (15/9) | Keterangan |
|---|---|---|
UST 10Y | 5,01% | Tertinggi sejak 2007; tekanan durasi |
SBN 10Y | 7,156% | Stabil |
Brent | +/- US$109/barel | Naik tajam akibat risiko pasokan |
IHSG | 6.461,15 (-1,13%) | Risk-off domestik |
USD/IDR | Rp17.646 (0,01%) | Rupiah relatif stabil |
Emas spot | US$4.294,38/oz (0,14%) | Rebound tipis setelah koreksi |
Sumber: Investing, BEI, Kitco, diolah
Kenaikan yield UST ke atas 5% mencerminkan premi risiko yang lebih tinggi menjelang keputusan FOMC. Harga minyak yang mendekati US$109 memperkuat kekhawatiran inflasi, sehingga pasar memperkirakan ruang pelonggaran moneter semakin sempit. Kombinasi ini biasanya menekan saham dan obligasi berdurasi panjang.
Di Indonesia, yield SBN 10 tahun yang bertahan di 7,156% menunjukkan transmisi global belum memicu lonjakan yield di pasar domestik. Namun, stabil bukan berarti bebas risiko: perubahan yield, spread kredit, dan arus dana tetap dapat memengaruhi nilai aktiva bersih (NAB) reksadana pendapatan tetap.
Sumber: Investing, diolah
Historis Yield UST 10 Tahun Terakhir
Sumber: Investing, diolah
Reksadana pasar uang dapat digunakan untuk kebutuhan jangka pendek karena fokus di instrumen pasar uang dan menjaga fleksibilitas dana. Reksadana pendapatan tetap dapat dipertimbangkan secara bertahap dengan memperhatikan durasi dan komposisi portofolionya.
Jenis | Produk Reksadana | Return 1 tahun |
|---|---|---|
RDPU | Insight Money | 5,16% |
Avrist Ada Kas Mutiara | 4,81% | |
BRI Seruni Likuid Dolar | 3,16% | |
Mandiri Money Market USD | 2,53% | |
RDPT | Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 7,12% |
Danamas Stabil | 6,32% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 15/9/2026
Instrumen | Tenor | Imbal Hasil | Masa Penawaran |
|---|---|---|---|
SR025-T3 | 3 tahun | 6,8% p.a. | Penawaran tutup 16/9 pukul 12.00 WIB |
SR025-T5 | 5 tahun | 6,9% p.a. |
Sumber: DJPPR Kemenkeu
Kupon tetap SR025 memberi kepastian pembayaran sesuai ketentuan penerbitan. Namun, investor tetap perlu memahami risiko likuiditas dan perubahan harga apabila menjualnya di pasar sekunder sebelum jatuh tempo setelah masa minimum holding period 11 Oktober 2026.
Emas Digital
Platform | Harga beli |
Treasury | Rp2.482.658/gram |
Pegadaian | Rp2.465.000/gram |
Indogold | Rp2.423.136/gram |
Sumber: fitur Bareksa Emas, per 16/9/2026 pagi
Harga emas spot turun 1,39% pada 14 September lalu rebound tipis 0,14% menjadi sekitar US$4.294,38 per ons pada 15 September. Tekanan dolar dan yield UST tinggi masih membatasi kenaikan, sedangkan ketidakpastian geopolitik menjaga fungsi diversifikasinya. Investor jangka panjang dapat mempertimbangkan strategi dollar-cost averaging (DCA) sesuai profil risiko.
Pasar menghadapi kombinasi yield UST di atas 5%, minyak tinggi, dan keputusan FOMC. SBN Indonesia relatif stabil, tetapi volatilitas belum hilang. Investor dapat menjaga dana jangka pendek melalui reksadana pasar uang, mencermati reksadana pendapatan tetap berdurasi pendek secara selektif, serta menilai SR025 dan emas sebagai bagian dari diversifikasi sesuai tujuan dan profil risiko.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Tidak. NAB dapat berubah karena pergerakan yield, spread kredit, dan harga obligasi.
Instrumen ini berfokus pada aset pasar uang berjangka pendek sehingga likuiditas dan sensitivitas suku bunganya umumnya lebih terjaga.
Tidak. Angka CME FedWatch adalah probabilitas pasar dan dapat berubah sebelum keputusan.